Hanya butuh satu hole bagi Pongsapak “Fifa” Laopakdee untuk membalikkan keadaan sekaligus mengukir sejarah golf Asia. Pegolf muda Thailand itu berhasil mempertahankan gelar Asia-Pacific Amateur Championship (AAC) 2026 dan menyamai pencapaian Hideki Matsuyama sebagai satu-satunya pemain yang mampu menjuarai turnamen tersebut dalam dua tahun berturut-turut.
Laopakdee memastikan kemenangan setelah membukukan satu di bawah par (70) pada putaran final di Te Arai Links South Course, Selandia Baru, Minggu (1/11). Pegolf berusia 21 tahun itu mengakhiri turnamen dengan total enam di bawah par (278), unggul tiga pukulan atas wakil tuan rumah, Zack Swanwick.
Namun, keberhasilan tersebut tidak datang dengan mudah. Memulai putaran terakhir dalam posisi tertinggal dua pukulan dari Swanwick, Laopakdee bahkan sempat kehilangan dua pukulan dalam delapan hole pertama.
Momentum pertandingan berubah drastis di hole ke-11 par-4. Swanwick yang masih memimpin dua pukulan melakukan kesalahan ketika approach shot miliknya masuk ke bunker di sisi green.
Upaya penyelamatan justru memperburuk keadaan setelah bola bergulir melewati bagian depan green. Swanwick akhirnya harus menerima triple bogey, sementara Laopakdee berhasil mencetak birdie.
Hanya dalam satu hole, selisih empat pukulan mengubah posisi keduanya. Laopakdee yang sebelumnya tertinggal dua pukulan berbalik unggul dua pukulan.
Perubahan tersebut menjadi titik balik penentuan gelar. Kendati mengaku tangannya sempat gemetar setelah merebut posisi teratas, Laopakdee berusaha mempertahankan ketenangan dan bermain seolah-olah masih tertinggal.
“Setelah putt di hole ke-11, tangan saya gemetar karena menyadari telah memimpin. Saya terus mengatakan kepada diri sendiri untuk tetap bermain seolah-olah masih tertinggal,” ujar Laopakdee sebagaimana dikutip dari laman resmi AAC.
Ia kemudian menjaga keunggulan hingga mencetak birdie tambahan di hole ke-17, sebelum menutup pertandingan dengan par di hole terakhir.
Menyusul jejak sang juara Masters
Kemenangan tersebut membawa Laopakdee masuk dalam kelompok elite sejarah Asia-Pacific Amateur Championship.
Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2009, hanya Hideki Matsuyama yang sebelumnya mampu mempertahankan gelar secara beruntun, yakni pada edisi 2010 dan 2011.
Kini Laopakdee menyusul jejak pegolf Jepang tersebut setelah sebelumnya menjuarai AAC 2025 di Dubai, Uni Emirat Arab.
Prestasi itu menjadi semakin istimewa karena Laopakdee merupakan pegolf Thailand pertama yang memenangkan turnamen bergengsi tersebut.
Kesuksesannya juga memastikan tiket menuju dua turnamen major pada 2027, yakni The Masters di Augusta National dan The Open Championship edisi ke-155 di St Andrews.
Bagi mahasiswa Arizona State University tersebut, kesempatan kembali tampil di panggung major menjadi hadiah besar setelah melalui periode sulit sepanjang musim.
Sejak memenangkan turnamen kampus pada Maret, Laopakdee belum lagi meraih gelar. Kondisi tersebut sempat menguji kepercayaan dirinya sebelum akhirnya bangkit di Selandia Baru.
“Saya merasa lebih bangga kepada diri sendiri tahun ini karena tidak pernah berhenti percaya, meskipun melewati tahun yang sulit,” kata Laopakdee.
Ia juga mengaku keberhasilan menyamai pencapaian Matsuyama merupakan sebuah kehormatan besar, mengingat peran penting juara Masters 2021 itu dalam perkembangan golf Jepang dan Asia.
“Saya berharap bisa mengikuti jejaknya,” ujarnya.
Laopakdee kini bukan sekadar mempertahankan trofi. Dua kemenangan beruntun di Asia-Pacific Amateur Championship menegaskan potensinya sebagai salah satu pegolf amatir paling menjanjikan di kawasan Asia-Pasifik.
Dengan kesempatan kembali menguji kemampuan melawan para pegolf terbaik dunia di Augusta National dan St Andrews, perjalanan Laopakdee menuju level berikutnya semakin menarik untuk dinantikan.









Users Today : 1182
This Month : 6881
This Year : 445142
Total Users : 726141
Total views : 1621375
0 Comments