Lucas Herbert memilih meninggalkan LIV Golf meski baru menjalani salah satu musim terbaik dalam kariernya. Pegolf Australia itu menilai ketidakpastian format LIV Golf 2.0 dapat menghambat ambisinya untuk bersaing memperebutkan gelar turnamen mayor.
Keputusan tersebut menambah panjang daftar pemain yang meninggalkan LIV Golf setelah kompetisi yang sebelumnya didukung dana investasi Arab Saudi itu menghadapi persoalan finansial dan menjalani proses restrukturisasi melalui perlindungan kebangkrutan Chapter 11 di Amerika Serikat.
Namun, bagi Herbert, persoalan utamanya bukan sekadar uang. Pegolf berusia 30 tahun tersebut menilai kesempatan bertanding secara reguler dan menghadapi persaingan berkualitas jauh lebih penting untuk perkembangan kariernya.
Dalam wawancara bersama Tee It Up Golf Podcast, Herbert mengungkapkan keraguannya terhadap rencana LIV Golf 2.0 yang diperkirakan hanya menggelar 10 turnamen dalam satu musim.
“Sepuluh turnamen tidak cukup untuk membangun sebuah musim kompetisi. Mungkin bisa ditambah beberapa turnamen, tetapi kualitasnya juga harus diperhatikan. Ini soal kualitas, bukan kuantitas,” ujar Herbert.
Ia juga mempertanyakan kepastian turnamen tambahan yang dijanjikan penyelenggara, mulai dari kualitas peserta hingga lapangan yang akan digunakan.
Menurut Herbert, kondisi tersebut membuat LIV Golf 2.0 belum mampu memberikan jalur kompetisi yang sesuai dengan target kariernya, terutama dalam upaya memperoleh kesempatan tampil di turnamen mayor.
“Saya ingin melihat permainan saya berkembang. Saya ingin memberikan diri saya kesempatan terbaik untuk tampil bagus dan bersaing di turnamen mayor. Itulah prioritas utama dalam karier saya sekarang,” katanya.
Keputusan Herbert terbilang menarik mengingat ia bukan pemain yang tengah mengalami penurunan performa.
Sepanjang musim 2026, Herbert membukukan dua kemenangan di LIV Golf dan mengakhiri musim pada peringkat keempat klasemen individu.
Ia juga mencatatkan penampilan mengesankan di The Open Championship 2026 di Royal Birkdale dengan membukukan 62 pukulan dalam satu putaran, menyamai rekor skor terendah dalam sejarah turnamen mayor putra, sebelum menyelesaikan kejuaraan di posisi keenam bersama.
Pengalaman tersebut semakin memperkuat keyakinannya bahwa ia memiliki kemampuan untuk bersaing dengan para pegolf terbaik dunia dalam perebutan gelar mayor.
Di sisi lain, masa depan LIV Golf masih diliputi ketidakpastian setelah Public Investment Fund (PIF) memutuskan menghentikan pendanaan lanjutan bagi kompetisi tersebut.
LIV Golf kemudian mengajukan perlindungan kebangkrutan pada September 2026 dan berupaya melanjutkan operasional melalui skema restrukturisasi serta dukungan investasi dari BC Partners.
Rencana kebangkitan melalui LIV Golf 2.0 juga menghadapi tantangan setelah DP World Tour menetapkan bahwa pemain yang berpartisipasi dalam kompetisi baru tersebut tidak dapat mempertahankan keanggotaan di sirkuit Eropa pada musim 2027.
Situasi itu turut mempersempit pilihan bagi pemain yang ingin menjaga jadwal kompetisi sekaligus mempertahankan peluang tampil di turnamen besar.
Herbert bukan satu-satunya nama yang memilih pergi. Jon Rahm, Tyrrell Hatton, Sergio Garcia, Ian Poulter, dan Louis Oosthuizen juga telah memutuskan tidak melanjutkan kiprah bersama LIV Golf.
Sementara sejumlah pemain masih mempertimbangkan masa depannya, Bryson DeChambeau menjadi salah satu bintang yang tetap menyatakan komitmen terhadap kelanjutan kompetisi tersebut.
Bagi Herbert, keputusan meninggalkan LIV Golf membuka babak baru dalam perjalanan kariernya. Setelah meraih kesuksesan finansial dan prestasi di liga tersebut, kini ia mengalihkan fokus pada pencapaian yang dinilainya lebih besar: kesempatan bersaing meraih gelar mayor.









Users Today : 1260
This Month : 6959
This Year : 445220
Total Users : 726219
Total views : 1621552
0 Comments