02/11/2026
by Rudy Iskandar

Cetak Sejarah Golf Indonesia, Rayhan Latief Belum Puas

Pegolf muda Indonesia, Rayhan Latief, mencatatkan pencapaian bersejarah di Asia-Pacific Amateur Championship (AAC) 2026. Namun, keberhasilan menembus 16 besar di Selandia Baru belum cukup memuaskan ambisinya. Pegolf berusia 19 tahun…...
"

Start reading

Pegolf muda Indonesia, Rayhan Latief, mencatatkan pencapaian bersejarah di Asia-Pacific Amateur Championship (AAC) 2026. Namun, keberhasilan menembus 16 besar di Selandia Baru belum cukup memuaskan ambisinya. Pegolf berusia 19 tahun itu kini membidik pencapaian lebih tinggi, yakni bersaing dalam perebutan gelar juara pada edisi berikutnya.

Rayhan menutup penampilannya di Te Arai Links, Selandia Baru, Minggu (1/11), dengan skor dua di atas par (73) pada putaran final. Hasil tersebut menempatkannya di posisi T16 atau urutan ke-16 bersama, sekaligus menjadi pencapaian terbaik pegolf Indonesia sepanjang sejarah penyelenggaraan AAC.

Pencapaian itu melampaui rekor sebelumnya yang juga dipegang Rayhan ketika finis T17 pada edisi 2025 di Dubai, Uni Emirat Arab. Ketika itu, ia menyamai catatan George Gandranata yang lebih dahulu menempati posisi serupa pada 2011.

Meski berhasil memperbaiki rekor nasional, Rayhan merasa masih memiliki pekerjaan rumah besar untuk bisa bersaing dengan pegolf amatir terbaik Asia-Pasifik.

Mahasiswa University of North Texas tersebut mengakui bahwa pengalamannya menghadapi karakter lapangan links dan terpaan angin kencang di Selandia Baru memberikan pelajaran penting dalam perkembangan permainannya.

“Saya mengharapkan banyak hal besar ke depannya,” ujar Rayhan, yang telah lima kali berturut-turut tampil dalam kejuaraan bergengsi tersebut.

“Pastilah ini menjadi pengalaman baru dalam memainkan lapangan links yang sejati dengan kondisi yang cukup berat dalam beberapa hari terakhir. Jelas ini menjadi pelajaran yang berharga buat saya dan karier saya,” lanjutnya.

Perjuangan melawan angin Te Arai

Perjalanan Rayhan sepanjang empat putaran tidak berlangsung mudah. Kondisi angin yang berubah-ubah menjadi tantangan utama, khususnya dalam dua putaran awal.

Pada putaran ketiga, Rayhan sempat menunjukkan kemampuan bangkit ketika membukukan tiga birdie beruntun di tiga hole terakhir. Penampilan tersebut membawanya mencatatkan skor satu di bawah par (70) dan naik ke posisi T14 menjelang putaran penentuan.

Ia kemudian membuka putaran final dengan cukup menjanjikan melalui birdie di hole keempat. Namun, angin yang semakin kencang pada sembilan hole terakhir membuatnya kehilangan tiga pukulan.

Rayhan akhirnya harus puas dengan skor 73, tetapi hasil itu tetap cukup untuk mengamankan posisi terbaik Indonesia dalam sejarah turnamen.

Bagi Rayhan, persoalan utama bukan hanya menghadapi cuaca ekstrem, melainkan juga memaksimalkan peluang yang seharusnya bisa menghasilkan skor lebih rendah.

“Saya membuang sejumlah pukulan di hole-hole par 5, padahal seharusnya saya menghindarinya. Pelajaran berharga dari pekan ini ialah saya mesti lebih melatih pukulan tee saya,” ungkapnya.

Evaluasi tersebut menjadi bekal penting dalam persiapannya menghadapi AAC 2027 yang dijadwalkan berlangsung di Hoiana Shores Golf Club, Hoi An, Vietnam, pada 28–31 Oktober.

“Saya seratus persen menantikan tahun depan. Dengar-dengar lapangannya tidak sekeras lapangan di sini, tapi pasti memberi gambaran tantangannya bakal seperti apa,” kata Rayhan.

Kejuaraan tahun depan sekaligus menjadi kesempatan baginya untuk meningkatkan pencapaian yang telah dibangun selama lima penampilan beruntun.

Fifa Laopakdee kembali berjaya

Sementara itu, gelar juara AAC 2026 diraih pegolf Thailand, Pongsapak “Fifa” Laopakdee, yang sukses mempertahankan trofinya setelah mencatatkan skor 70 pada putaran terakhir.

Laopakdee mengakhiri turnamen dengan total enam di bawah par (278), unggul tiga pukulan atas pegolf tuan rumah Zack Swanwick yang harus puas menjadi runner-up.

Kemenangan tersebut menjadikan Laopakdee pemain kedua dalam sejarah AAC yang mampu mempertahankan gelar secara beruntun setelah Hideki Matsuyama dari Jepang pada 2010 dan 2011.

Pegolf Thailand berusia 21 tahun itu juga kembali mengamankan kesempatan tampil di dua turnamen major, yakni The Masters dan The Open Championship pada 2027.

Bagi Rayhan, keberhasilan Laopakdee menjadi gambaran level persaingan yang harus dihadapinya untuk mencapai target berikutnya.

Dengan rekor nasional yang kini berada dalam genggamannya, tantangan Rayhan bukan lagi sekadar memperbaiki posisi finis, melainkan membawa Indonesia semakin dekat dengan perebutan gelar juara Asia-Pacific Amateur Championship.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pick your next post

Bayang-Bayang Konflik Warnai Duel Bintang Golf di Abu Dhabi

Bayang-Bayang Konflik Warnai Duel Bintang Golf di Abu Dhabi

Persaingan menuju gelar Race to Dubai 2026 memasuki fase menentukan melalui Abu Dhabi Aldar Championship. Namun, turnamen yang mempertemukan sejumlah pegolf terbaik dunia itu harus berlangsung di tengah meningkatnya kekhawatiran keamanan akibat konflik bersenjata di...

read more
Lucas Herbert Tinggalkan LIV Golf, Pilih Kejar Gelar Mayor

Lucas Herbert Tinggalkan LIV Golf, Pilih Kejar Gelar Mayor

Lucas Herbert memilih meninggalkan LIV Golf meski baru menjalani salah satu musim terbaik dalam kariernya. Pegolf Australia itu menilai ketidakpastian format LIV Golf 2.0 dapat menghambat ambisinya untuk bersaing memperebutkan gelar turnamen mayor. Keputusan tersebut...

read more

Contact Us

Address : Jl. Media No.88 - Jakarta Barat - 18789 - INDONESIA
______________________________
Email : halo@golftimes.id
Office : 0812-3456-7890
Advertising Info : 0811-1967-688

Information

  • Redaksi
  • Karir
  • Media Partner
  • Info Iklan

Categories

News
Profile
Junior & Amatir
Video
Tips & Tricks

726144
Users Today : 1185
This Month : 6884
This Year : 445145
Total Users : 726144
Total views : 1621382