Sebuah putter tua yang mulai berkarat dan pernah diberikan sebagai hadiah ulang tahun kepada sang istri justru menjadi senjata utama Andrew Novak untuk mengakhiri penantian gelar individu pertamanya di PGA Tour. Pegolf Amerika Serikat itu tampil luar biasa ketika menjuarai VidantaWorld Mexico Open 2026 di Vidanta Vallarta, Meksiko, Minggu (1/11).
Novak memastikan kemenangan dengan keunggulan lima pukulan setelah membukukan dua di bawah par (69) pada putaran final. Pegolf berusia 31 tahun itu mengakhiri turnamen dengan total 25 di bawah par (259), sekaligus mencetak rekor skor 72 hole dalam sejarah Mexico Open sebagai turnamen PGA Tour.
Steven Fisk dan Kristoffer Ventura harus puas berbagi posisi kedua dengan total 20 di bawah par (264). Keduanya sama-sama mencatatkan skor impresif 63 pada putaran terakhir, tetapi tidak mampu mengejar keunggulan Novak.
Di balik kemenangan meyakinkan tersebut, tersimpan kisah menarik tentang keputusan Novak kembali menggunakan putter lama merek T.P. Mills yang pernah menjadi bagian dari perjalanan kariernya.
Stik tipe blade tersebut bukan peralatan terbaru dengan teknologi mutakhir. Kondisinya bahkan sudah berkarat dan sempat berada dalam tas golf istrinya, Maddie, setelah diberikan Novak sebagai hadiah ulang tahun ketika keduanya masih berpacaran.
Namun, ketika performanya di atas green terus menurun sepanjang musim, Novak memilih kembali mempercayai putter yang menyimpan kenangan tersebut.
Keputusan itu terbukti menjadi titik balik.
Sepanjang turnamen di Meksiko, Novak berhasil memasukkan putt dengan akumulasi jarak mencapai 456 kaki atau sekitar 139 meter. Ia juga memimpin statistik Strokes Gained: Putting, menunjukkan betapa besar kontribusi permainan putting terhadap kemenangannya.
Dari krisis putting menuju gelar juara
Sebelum menemukan kembali sentuhan terbaiknya, Novak mengalami musim yang mengecewakan, terutama dalam penyelesaian pukulan di green.
Ia sempat berada di posisi ke-155 dari 159 pegolf dalam statistik Strokes Gained: Putting. Kondisi tersebut membuat penampilan solidnya dari tee hingga green kerap gagal menghasilkan skor yang diharapkan.
Novak telah mencoba berbagai putter modern, termasuk model mallet, serta menjalani pengujian teknis untuk menemukan masalah dalam pukulannya. Namun, hasilnya belum sesuai harapan.
Menjelang Wyndham Championship pada Agustus lalu, ia akhirnya kembali menggunakan putter T.P. Mills yang pernah diandalkannya bertahun-tahun sebelumnya.
“Stik itu sudah berkarat dan tua, tetapi saya tahu stik itu bekerja dengan baik,” ujar Novak.
Ia bahkan mengaku tidak mengetahui secara pasti spesifikasi loft dan lie angle putter tersebut. Alih-alih terus memikirkan aspek teknis secara berlebihan, Novak memilih menyederhanakan pendekatannya ketika melakukan putting.
Perubahan itu perlahan membuahkan hasil hingga mencapai puncaknya di Meksiko.
Putt 44 kaki yang memastikan kemenangan
Meski memasuki putaran terakhir dengan keunggulan enam pukulan, Novak tidak sepenuhnya terbebas dari tekanan.
Permainan putting yang begitu tajam dalam tiga putaran sebelumnya sempat menurun. Ia baru mencetak birdie pertama di hole ketujuh, kemudian melakukan tiga putt yang berujung bogey di hole ke-10.
Keunggulannya pun sempat menyusut menjadi tiga pukulan.
Namun, putter tua tersebut kembali menunjukkan perannya pada saat yang paling menentukan.
Novak mencetak tiga birdie beruntun mulai hole ke-12, termasuk keberhasilan memasukkan putt dari jarak 44 kaki atau sekitar 13,4 meter di hole ke-14 par-4.
Pukulan spektakuler itu mengembalikan keunggulannya menjadi enam pukulan sekaligus memupus peluang para pesaing untuk mengejar.
Ia kemudian menyelamatkan par melalui putt dari jarak 14 kaki di hole ke-15 sebelum akhirnya menuntaskan turnamen dengan kemenangan lima pukulan.
Gelar individu pertama yang mengubah karier
Kemenangan di Mexico Open menjadi pencapaian penting bagi Novak setelah sebelumnya merasakan kesuksesan dalam format beregu.
Pada 2025, ia meraih gelar Zurich Classic of New Orleans bersama Ben Griffin. Novak juga pernah memenangi Grant Thornton Invitational bersama Lauren Coughlin.
Namun, kemenangan individu di PGA Tour memiliki makna tersendiri karena merupakan target yang telah lama diperjuangkannya.
“Saya menyukai Zurich dan segala sesuatu tentang turnamen itu. Sangat menyenangkan. Namun, tentu menyenangkan juga bisa memenangi gelar seorang diri. Ini adalah sesuatu yang sudah lama saya perjuangkan,” kata Novak.
“Musim ini memang tidak berjalan seperti yang saya harapkan, tetapi kemenangan ini menjadi cara yang menyenangkan untuk menutupnya,” lanjutnya.
Keberhasilan tersebut juga memberinya hadiah uang sebesar 1,08 juta dolar AS serta 500 poin FedExCup.
Novak melesat dari peringkat ke-89 ke posisi ke-53 klasemen FedExCup Fall, memperbesar peluangnya tampil dalam dua turnamen Signature Events pembuka 2027.
Kemenangan ini sekaligus memperpanjang status keanggotaannya di PGA Tour hingga musim Championship Series 2028.
Bagi Novak, perjalanan di Meksiko menjadi pengingat bahwa solusi terhadap masalah permainan tidak selalu datang dari teknologi atau peralatan terbaru.
Terkadang, kepercayaan terhadap stik lama yang memiliki sejarah personal justru mampu mengembalikan sentuhan terbaik seorang pegolf.
Dan bagi Novak, putter tua yang pernah menjadi hadiah untuk sang istri kini memiliki cerita baru: mengantarkannya menjadi juara individu PGA Tour.









Users Today : 959
This Month : 4571
This Year : 442832
Total Users : 723831
Total views : 1616854
0 Comments