Hari pertama Masters Tournament 2026 menyuguhkan cerita yang tak banyak diprediksi. Bukan soal dominasi, melainkan tentang tanda tanya besar: ke mana perginya daya saing para bintang LIV Golf?
Tak satu pun dari 10 wakil LIV yang tampil di Augusta National Golf Club mampu menembus skor di bawah par pada Kamis (10/4). Sebuah statistik yang mencolok, bahkan mengkhawatirkan, untuk liga yang selama ini mengklaim memiliki deretan pemain elit dunia.
Sorotan langsung tertuju pada dua nama besar: Bryson DeChambeau dan Jon Rahm. Keduanya datang sebagai unggulan, namun justru terpeleset di awal. DeChambeau mencatatkan 76 (+4), sementara Rahm lebih buruk dengan 78 (+6). Mereka tertinggal jauh dari pemuncak klasemen seperti Rory McIlroy dan Sam Burns—jarak yang tak ideal untuk dikejar di turnamen seketat Masters.
Meski baru satu ronde, sinyal bahaya sudah terlihat.
Ritme Kompetisi yang Hilang
Salah satu faktor yang tak bisa diabaikan adalah minimnya jam terbang kompetitif di Amerika Serikat. Kalender LIV musim 2026 membuat para pemainnya terakhir tampil di AS pada Agustus tahun lalu. Bahkan, mereka datang ke Augusta setelah jeda dua pekan tanpa turnamen.
Bandingkan dengan para pemain PGA Tour dan DP World Tour yang terus ditempa di lapangan-lapangan kompetitif seperti Pebble Beach Golf Links, Riviera Country Club, hingga TPC Sawgrass.
Puncaknya adalah The Players Championship—turnamen yang kerap disebut sebagai “Major kelima”. Dua juara Masters terakhir bahkan datang dari sana, menunjukkan betapa pentingnya turnamen tersebut sebagai pemanasan menuju Augusta.
Dalam konteks ini, absennya pemain LIV dari ajang sekelas Players jelas menjadi kerugian kompetitif.
Kontras Kondisi Lapangan
Masalah lain datang dari adaptasi. Sebelum Masters, LIV membuka musim di Afrika Selatan, tepatnya di Steyn City Golf Club—lapangan yang lunak dan ramah birdie.
Augusta? Sebaliknya. Keras, cepat, dan tanpa ampun.
Perubahan drastis ini tampak belum sepenuhnya diantisipasi. Transisi dari “festival skor rendah” ke medan teknis penuh tekanan menjadi ujian yang belum berhasil dilewati para pemain LIV pada hari pertama.
Jalur yang Semakin Sempit
Lebih dari sekadar performa, Masters tahun ini juga menyoroti isu struktural: keterbatasan akses bagi pemain LIV.
Hanya 10 pemain yang tampil tahun ini—turun dari 18 tiga tahun lalu. Tanpa jalur kualifikasi langsung, jumlah itu berpotensi terus menyusut. Absennya nama besar seperti Phil Mickelson (alasan keluarga) semakin menegaskan betapa tipisnya representasi LIV di panggung Major.
Masih Ada Waktu, Tapi…
Tentu, Masters belum selesai. Masih ada tiga ronde, dan pemain sekelas Rahm maupun DeChambeau bukan tipe yang mudah menyerah. Namun, untuk berburu Jaket Hijau, mereka kini harus melakukan sesuatu yang lebih dari sekadar “bangkit”—mereka harus tampil sempurna.
Hari pertama mungkin baru pembuka. Tapi bagi LIV Golf, ini terasa seperti peringatan.
Augusta tidak menunggu siapa pun.









Users Today : 2886
This Month : 14719
This Year : 70292
Total Users : 351291
Total views : 1018847
0 Comments