Pabrikan legendaris asal Inggris-India, Royal Enfield, resmi membuka babak baru dengan meluncurkan motor listrik pertamanya lewat sub-brand Flying Flea. Model perdana yang diperkenalkan adalah Flying Flea C6, yang langsung mencuri perhatian berkat perpaduan desain klasik dan teknologi masa kini.
Peluncuran di India ini menjadi sinyal kuat bahwa Royal Enfield mulai serius masuk ke pasar kendaraan listrik global, tanpa meninggalkan identitas historisnya.
Sentuhan Perang Dunia II, Rasa Masa Depan
Secara tampilan, Flying Flea C6 mengusung gaya retro yang terinspirasi motor era Perang Dunia II. Ciri khas seperti lampu depan bulat, desain tangki bergaya tetesan air, hingga bodi ramping langsung mengingatkan pada motor klasik tahun 1940-an.
Namun di balik tampilannya yang “lawas”, motor ini dibangun dengan material modern seperti rangka aluminium, memberikan keseimbangan antara estetika dan performa. Dimensinya cukup kompak dengan panjang 2.089 mm, lebar 831 mm, dan tinggi 1.112 mm, serta tinggi jok 823 mm—cukup ramah untuk penggunaan harian di perkotaan.
Bobotnya yang hanya 124 kg menjadikannya salah satu motor listrik paling ringan di kelasnya, sekaligus memudahkan manuver di jalanan padat.
Performa Ringan, Akselerasi Responsif
Untuk urusan tenaga, Flying Flea C6 dibekali baterai 3,91 kWh yang mampu menghasilkan tenaga 15,4 kW dan torsi 60 Nm. Tenaga tersebut disalurkan ke roda belakang melalui sistem belt drive.
Motor ini diklaim mampu melesat dari 0 hingga 60 km/jam hanya dalam 3,7 detik, dengan jarak tempuh mencapai 154 km (standar IDC). Performa tersebut cukup kompetitif untuk kebutuhan mobilitas harian.
Pengisian daya juga fleksibel, mulai dari standar hingga fast charging. Untuk pengisian 20–80 persen, hanya dibutuhkan waktu sekitar 65 menit menggunakan stop kontak rumah 16A.
Fitur Modern di Balik Tampilan Klasik
Meski tampil klasik, fitur yang dibawa tergolong modern. Motor ini dilengkapi layar TFT bulat 4,5 inci dengan konektivitas WiFi, Bluetooth, dan 4G yang dapat terhubung ke smartphone untuk navigasi dan data perjalanan.
Selain itu, tersedia pembaruan OTA, cruise control, serta lima mode berkendara—City, Rain, Highway, Sport, dan Custom—yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengendara.
Dari sisi keselamatan, fitur seperti traction control berbasis kemiringan dan dual-channel ABS turut disematkan, dengan opsi menonaktifkan ABS roda belakang untuk pengalaman berkendara yang lebih fleksibel.
Harga dan Ketersediaan
Di pasar India, Flying Flea C6 dibanderol mulai 2,79 lakh atau sekitar Rp51 jutaan. Tersedia juga skema Battery-as-a-Service (BaaS) dengan harga lebih terjangkau, mulai 1,99 lakh atau sekitar Rp36 jutaan.
Motor ini hadir dalam dua pilihan warna, Storm Black dan Flea Green. Pemesanan serta sesi test ride telah dibuka sejak April 2026 di Bengaluru, dengan pengiriman unit dijadwalkan mulai akhir Mei.
Bukan Sekadar Motor, Tapi Identitas Baru
Kehadiran Flying Flea C6 bukan hanya soal produk baru, tetapi juga penegasan arah baru Royal Enfield di era elektrifikasi. Dengan memadukan desain ikonik dan teknologi modern, motor ini mencoba menjawab kebutuhan pasar tanpa meninggalkan warisan merek.
Meski belum ada kepastian kapan masuk Indonesia, satu hal jelas—Royal Enfield tidak sekadar mengikuti tren listrik, tetapi ingin tetap tampil beda di tengah persaingan yang semakin padat.








Users Today : 396
This Month : 19097
This Year : 74670
Total Users : 355669
Total views : 1027661
0 Comments