Metro Golf League (MGL) memasuki babak baru. Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, liga golf yang digagas komunitas kini tak lagi sekadar ajang rutin, tetapi mulai menunjukkan karakter kompetitif yang lebih tajam.
Hal itu langsung terasa pada seri pembuka MGL 2026 yang digelar di Finna Golf & Country Club, Sabtu (18/4). Sebanyak 70 pegolf ambil bagian, membuka musim dengan atmosfer yang lebih hidup dibanding edisi perdana tahun lalu.
Nama Jadid Ahmad muncul sebagai yang terbaik di kategori A pada seri pembuka. Namun, sorotan utama bukan hanya pada siapa yang menang, melainkan bagaimana peta persaingan berubah drastis.
“Pemenangnya berputar. Juara-juara tahun lalu banyak yang tidak dominan lagi. Ini tanda bahwa persaingan semakin terbuka dan dinamis,” ujar Teddy Salim.
MGL sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Groovy Golf Event Organizer dan Metro Golf Club Surabaya. Memasuki tahun kedua, fondasi yang dibangun pada edisi pertama mulai menunjukkan hasil, terutama dari sisi kualitas kompetisi.
Ketua Metro Golf Club, Vincensius Jonan, menilai persaingan musim ini akan terasa lebih “matang”. Sebagian besar peserta merupakan wajah lama yang sudah memahami format dan aturan yang digunakan.
“Karena mayoritas sudah ikut tahun lalu, mereka lebih siap. Ditambah pemain-pemain baru yang langsung ikut di seri pertama, persaingan jadi lebih menarik,” kata Jonan.
Selain faktor pemain, perubahan format juga ikut membentuk wajah baru MGL 2026. Jika tahun lalu terdiri dari enam seri, musim ini dipadatkan menjadi lima seri. Turnamen anniversary Metro Golf Club yang sebelumnya menjadi bagian dari rangkaian kini berdiri sendiri karena menggunakan sistem berbeda.
“MGL tetap menggunakan stroke play, sementara anniversary memakai sistem 36. Jadi kami pisahkan,” jelas Jonan.
Penyesuaian lain yang cukup signifikan adalah jadwal penyelenggaraan. Seluruh seri tahun ini digelar pada akhir pekan, berbeda dengan musim lalu yang banyak berlangsung di tengah pekan. Langkah ini diambil untuk membuka partisipasi lebih luas, khususnya bagi anggota yang memiliki kesibukan kerja.
Tak hanya itu, MGL 2026 juga menghadirkan elemen baru yang memperkuat identitas kompetisi: Piala Bergilir. Untuk pertama kalinya, nama para juara akan diabadikan sebagai bagian dari sejarah liga.
“Nantinya nama-nama pemenang akan diukir di Piala Bergilir. Ini jadi motivasi tambahan bagi para peserta,” ujar Jonan.
Dengan kombinasi pemain yang semakin kompetitif, format yang lebih matang, serta sentuhan tradisi baru, Metro Golf League 2026 tampak bergerak naik kelas. Dari sekadar turnamen komunitas, MGL perlahan menjelma menjadi liga yang punya gengsi—dan tentu saja, persaingan yang kian panas di setiap serinya.










Users Today : 477
This Month : 18148
This Year : 73721
Total Users : 354720
Total views : 1025258
0 Comments