29/10/2026
by Rudy Iskandar

Vendor Belum Dibayar, Bos LIV Golf Terima Bonus Jutaan Dolar

Di tengah krisis keuangan yang memaksa LIV Golf mengajukan perlindungan kebangkrutan, sejumlah petinggi liga golf tersebut justru menerima pembayaran bernilai jutaan dolar AS. Kondisi ini menjadi sorotan setelah terungkap bahwa…...
"

Start reading

Di tengah krisis keuangan yang memaksa LIV Golf mengajukan perlindungan kebangkrutan, sejumlah petinggi liga golf tersebut justru menerima pembayaran bernilai jutaan dolar AS. Kondisi ini menjadi sorotan setelah terungkap bahwa sejumlah vendor dan kontraktor masih berjuang mendapatkan pembayaran atas pekerjaan mereka.

Dokumen yang diajukan ke Pengadilan Kebangkrutan Amerika Serikat di New Jersey mengungkapkan bahwa LIV Golf menggelontorkan 15,6 juta dolar AS untuk mempertahankan tujuh eksekutif seniornya menjelang pengajuan perlindungan kebangkrutan pada 8 September 2026.

Salah satu penerima pembayaran terbesar adalah CEO LIV Golf, Scott O’Neil. Ia memperoleh pembayaran retensi sebesar 6,375 juta dolar AS pada 24 Juni 2026, kurang dari tiga bulan sebelum liga mengajukan restrukturisasi keuangan berdasarkan Chapter 11.

Jumlah tersebut belum termasuk bonus sebesar 2,68 juta dolar AS yang diterimanya pada Februari. Berdasarkan dokumen pengadilan yang dikutip Front Office Sports, total pembayaran kepada O’Neil sepanjang September 2025 hingga Agustus 2026 mencapai 13,67 juta dolar AS, mencakup gaji, bonus, tunjangan, pembayaran retensi, dan penggantian biaya.

O’Neil bukan satu-satunya eksekutif yang menerima pembayaran besar. Direktur Keuangan David Phillipps memperoleh 3,36 juta dolar AS, disusul Kepala Bagian Hukum John Ruzich sebesar 2,61 juta dolar AS.

Sementara itu, Presiden Operasional Bisnis Chris Heck menerima 1,31 juta dolar AS dan Kepala Sumber Daya Manusia Global Jennifer Frieman mendapatkan 1,04 juta dolar AS.

Vendor Menunggu Pembayaran

Besarnya pembayaran kepada jajaran manajemen tersebut menjadi perhatian karena pada saat bersamaan LIV Golf menghadapi sejumlah tuntutan pembayaran dari pihak yang menyediakan jasa untuk penyelenggaraan kompetisinya.

Perusahaan asal Kanada, Mobbi Systems Group, menuntut pembayaran lebih dari 1 juta dolar AS terkait layanan teknologi siaran. Sementara itu, Fresh Tape Media mengajukan tuntutan senilai 1,2 juta dolar AS atas pekerjaan produksi media untuk LIV Golf.

Persoalan tunggakan tersebut sebenarnya telah mencuat sebelum proses kebangkrutan dimulai.

Ketika ditanya mengenai kewajiban kepada para vendor pada Agustus lalu, O’Neil mengakui bahwa pihaknya tengah berupaya menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kami melakukan segala yang kami bisa untuk memastikan dapat memenuhi kewajiban kepada mereka dan membayar pekerjaan yang telah mereka lakukan, dan saya berharap kami bisa melakukannya,” ujar O’Neil sebagaimana dikutip Front Office Sports.

Pembayaran retensi kepada eksekutif bukan praktik yang tidak lazim dalam proses restrukturisasi perusahaan. Namun, perbedaan kondisi antara jajaran manajemen yang menerima pembayaran besar dan sejumlah penyedia jasa yang masih menunggu pelunasan membuat kebijakan keuangan LIV Golf berada dalam sorotan.

Masa Depan LIV Golf Dipertaruhkan

Persoalan tersebut muncul ketika LIV Golf tengah menghadapi perubahan besar dalam struktur pendanaannya.

Sejak diluncurkan pada 2022 sebagai pesaing PGA Tour, LIV Golf telah menerima suntikan dana lebih dari 5 miliar dolar AS dari Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi.

Dukungan finansial tersebut memungkinkan LIV Golf menawarkan kontrak bernilai fantastis kepada sejumlah pegolf papan atas dunia.

Namun, keputusan PIF untuk mengakhiri pendanaannya setelah musim 2026 memaksa LIV Golf mencari investor baru sekaligus menata kembali model bisnisnya.

Di tengah proses tersebut, dokumen pengadilan juga mengungkap besarnya pembayaran kepada para pemain selama setahun terakhir.

Jon Rahm tercatat menerima 26,64 juta dolar AS, disusul Bryson DeChambeau sebesar 13,86 juta dolar AS dan Dustin Johnson dengan 10,73 juta dolar AS.

Kini, LIV Golf berusaha membuka babak baru melalui proyek LIV 2.0 yang direncanakan mulai berjalan pada 2027.

BC Partners Credit telah berkomitmen menyediakan pendanaan hingga 300 juta dolar AS melalui skema pinjaman dan investasi untuk mendukung restrukturisasi tersebut.

Meski demikian, suntikan modal baru belum otomatis menjamin masa depan kompetisi. LIV Golf masih harus menyelesaikan kewajibannya kepada para kreditur sekaligus mempertahankan pemain-pemain bintang yang selama ini menjadi daya tarik utama liga.

Di balik besarnya uang yang telah mengalir kepada pemain dan jajaran eksekutif, keberlanjutan LIV Golf kini bergantung pada kemampuannya membangun bisnis yang lebih sehat tanpa lagi mengandalkan kekuatan finansial PIF Arab Saudi.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pick your next post

Menikmati Wisata Golf di Tengah Sejuknya Pegunungan Bali

Menikmati Wisata Golf di Tengah Sejuknya Pegunungan Bali

Bali selama ini identik dengan pantai, laut biru, dan matahari terbenam. Namun, jauh dari keramaian kawasan wisata pesisir, Pulau Dewata juga menawarkan pengalaman berbeda bagi pencinta golf, yakni bermain di tengah pegunungan dengan udara sejuk dan panorama alam yang...

read more
Huawei Watch GT 7 Pro Hadir dengan 17.000 Peta Lapangan Golf

Huawei Watch GT 7 Pro Hadir dengan 17.000 Peta Lapangan Golf

Huawei resmi menghadirkan Watch GT 7 Series di Indonesia dengan membawa teknologi yang dapat membantu pegolf menyusun strategi permainan langsung dari pergelangan tangan. Melalui varian Watch GT 7 Pro, perusahaan teknologi asal China tersebut menawarkan fitur golf...

read more

Contact Us

Address : Jl. Media No.88 - Jakarta Barat - 18789 - INDONESIA
______________________________
Email : halo@golftimes.id
Office : 0812-3456-7890
Advertising Info : 0811-1967-688

Information

  • Redaksi
  • Karir
  • Media Partner
  • Info Iklan

Categories

News
Profile
Junior & Amatir
Video
Tips & Tricks

716443
Users Today : 1004
This Month : 56030
This Year : 435444
Total Users : 716443
Total views : 1601639