Juara bertahan Asia-Pacific Amateur Championship (AAC), Fifa Laopakdee, langsung menunjukkan kelasnya pada putaran pembuka edisi 2026. Pegolf Thailand itu mencuri perhatian lewat eagle spektakuler dari jarak 83 yard untuk membukukan skor delapan di bawah par (63) di Te Arai Links, Selandia Baru, Kamis (29/10).
Bermain di tengah terpaan angin kencang dari Samudra Pasifik, Laopakdee tampil dominan di South Course. Pegolf berusia 21 tahun tersebut menutup putaran pertama dengan keunggulan tiga pukulan atas pesaing terdekatnya, sekaligus membuka peluang mempertahankan gelar yang diraihnya tahun lalu di Dubai.
Salah satu momen terbaik Laopakdee terjadi di hole kesembilan par-4. Dari jarak 83 yard, ia melepaskan pukulan approach yang langsung masuk ke lubang untuk menghasilkan eagle.
Pukulan tersebut menjadi gambaran ketajaman permainan Laopakdee sepanjang putaran pertama. Di saat sejumlah pesaing harus berjuang menghadapi hembusan angin, mahasiswa tingkat akhir Arizona State University itu justru mampu mencatatkan salah satu penampilan terbaiknya.
“Saya tahu angin akan bertiup dan permainan bakal sulit. Skor delapan di bawah par bukan sesuatu yang saya perkirakan hari ini, tetapi saya berhasil melakukannya dan rasanya luar biasa,” ujar Laopakdee.
Menariknya, eagle tersebut datang di luar perkiraannya. Laopakdee mengaku hanya ingin menempatkan bola pada posisi yang menguntungkan untuk menciptakan peluang birdie.
“Saya hanya mencoba mendaratkan bola sejajar dengan pin. Saya tidak ingin terlalu pendek. Saya ingin memiliki peluang bagus untuk membuat birdie, lalu saya melakukan pukulan yang cukup bagus dan entah bagaimana bola itu masuk. Luar biasa,” katanya.
Tuan Rumah Membayangi
Meski memimpin dengan keunggulan cukup nyaman, Laopakdee belum sepenuhnya lepas dari tekanan. Tiga pegolf tuan rumah berada tepat di belakangnya dan siap memangkas selisih pada putaran berikutnya.
Joshua Bai menjadi penantang terdekat setelah mencatatkan lima di bawah par (66). Pegolf yang tengah menempuh tahun ketiga di University of Florida itu terpaut tiga pukulan dari Laopakdee.
Dua wakil Selandia Baru lainnya, Ryan Xie dan Cooper Moore, menyusul dengan skor empat di bawah par (67), sedangkan pegolf Jepang Kaito Sato membukukan tiga di bawah par (68).
Ketiga pegolf Selandia Baru tersebut bermain pada sesi pagi, sementara Laopakdee mencetak skor terbaiknya saat menjalani putaran sore.
Persaingan diperkirakan tetap menantang mengingat karakter South Course di Te Arai Links yang terbuka terhadap pengaruh angin laut. Lapangan ini juga menawarkan panorama Samudra Pasifik yang dapat dinikmati dari hampir seluruh hole.
Memburu Sejarah dan Tiket Masters
Bagi Laopakdee, penampilan impresif pada hari pertama menjadi modal penting untuk mengulang keberhasilannya pada edisi sebelumnya.
Pada AAC 2025 di Dubai, ia mengalahkan Taisei Nagasaki dari Jepang melalui playoff yang berlangsung hingga hole ketiga. Kemenangan itu menjadikannya pegolf Thailand pertama yang menjuarai turnamen amatir bergengsi kawasan Asia-Pasifik tersebut.
Kini, Laopakdee berpeluang menambah catatan istimewa dalam karier amatirnya dengan mempertahankan gelar.
Taruhannya pun tidak kecil. Juara AAC 2026 berhak mendapatkan undangan tampil pada Masters 2027 di Augusta National Golf Club serta kesempatan berlaga di The Open.
Kedua turnamen major tersebut menjadi salah satu daya tarik terbesar AAC, yang selama ini dikenal sebagai panggung lahirnya sejumlah pegolf kelas dunia.
Nama-nama seperti Hideki Matsuyama, Cameron Smith, dan Ryan Fox pernah menjadi bagian dari kejuaraan ini sebelum meraih kesuksesan di level profesional.
Dengan keunggulan tiga pukulan, Laopakdee telah menempatkan dirinya sebagai kandidat kuat juara. Namun, masih ada tiga putaran yang harus dilalui sebelum ia dapat kembali mengangkat trofi Asia-Pacific Amateur Championship.










Users Today : 1109
This Month : 56135
This Year : 435549
Total Users : 716549
Total views : 1601837
0 Comments