Dua belas gelar di Korea Selatan dan lebih dari 7 juta dolar AS uang hadiah telah dikumpulkan Hye-Jin Choi sepanjang kariernya. Namun, ada satu pencapaian yang belum juga diraih pegolf berusia 27 tahun itu, yakni kemenangan pertamanya di LPGA Tour.
Choi bahkan kini mencatatkan rekor yang mungkin tidak diinginkan pegolf mana pun. Ia telah sembilan kali finis sebagai runner-up tanpa sekalipun mengangkat trofi juara LPGA Tour.
Berdasarkan data Elias Sports Bureau, jumlah tersebut merupakan yang terbanyak bagi pemain tanpa kemenangan di LPGA Tour sejak 1981, melampaui Stephanie Farwig yang enam kali menjadi runner-up sepanjang 1983 hingga 1997.
Catatan itu bertambah setelah Choi kembali gagal meraih kemenangan pada BMW Ladies Championship 2026 di Pine Beach Golf Links, Korea Selatan, Minggu (25/10).
Bermain di hadapan publik negaranya sendiri, Choi membukukan skor 69 pukulan atau tiga di bawah par pada putaran terakhir. Ia mengakhiri turnamen dengan total 16 di bawah par 272, hanya terpaut satu pukulan dari Yuri Yoshida asal Jepang yang keluar sebagai juara.
Peluang Choi sebenarnya masih terbuka hingga lubang terakhir. Namun, putt birdie yang dibutuhkannya untuk memaksakan babak playoff tidak berhasil masuk. Ia pun harus berbagi posisi kedua dengan kompatriotnya, Haeran Ryu.
Hasil tersebut terasa semakin mengecewakan karena hanya sepekan sebelumnya Choi juga harus puas menjadi runner-up pada Buick LPGA Shanghai. Ketika itu, ia memimpin selama tiga putaran pertama sebelum akhirnya kalah satu pukulan dari pegolf tuan rumah, Ruoning Yin.
Penantiannya Dimulai Sejak Usia 17 Tahun
Kegagalan demi kegagalan tersebut seolah mengulang kisah yang dimulai hampir satu dekade silam.
Pada US Women’s Open 2017, Choi yang masih berstatus amatir dan baru berusia 17 tahun tampil mengejutkan dengan bersaing memperebutkan gelar major di Trump National Golf Club, New Jersey.
Ia bahkan sempat berbagi posisi teratas dengan Sung Hyun Park. Sayangnya, pukulan tee menggunakan iron 7 pada lubang ke-16 justru membuat bolanya masuk ke air.
Kesalahan itu berujung double bogey dan membuat peluangnya meraih gelar major pertama sirna. Choi akhirnya finis sebagai runner-up, sedangkan Park keluar sebagai juara.
Sembilan tahun berlalu, Choi telah berkembang menjadi salah satu pegolf Korea Selatan yang konsisten bersaing di level tertinggi.
Ia memiliki 12 gelar KLPGA, termasuk dua yang diraih ketika masih berstatus amatir. Sejak menjadi anggota LPGA Tour pada 2022, ia juga telah tampil dalam 125 turnamen hingga BMW Ladies Championship 2026.
Namun, gelar perdana tetap belum datang.
Sepanjang kariernya sebagai anggota LPGA, Choi bahkan sudah lima kali memimpin atau berbagi posisi teratas setelah 54 lubang tanpa berhasil mengubah keunggulan tersebut menjadi kemenangan.
Meski demikian, Choi memilih tetap percaya bahwa kesempatan berikutnya akan datang.
“Minggu lalu saya memimpin hingga ronde terakhir, hasil itu memang sangat mengecewakan. Namun akan ada banyak kesempatan di masa depan, jadi saya tetap optimistis. Jika saya terus bersabar, waktu saya akan tiba,” ujar Choi menjelang BMW Ladies Championship.
Malaysia Jadi Kesempatan Berikutnya
Kini, perhatian Choi beralih ke Maybank Championship 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur Golf & Country Club, Malaysia, pada 29 Oktober hingga 1 November.
Turnamen tersebut menyimpan kenangan tersendiri bagi Choi. Pada edisi 2025, ia nyaris meraih kemenangan sebelum akhirnya kalah dalam playoff tiga pemain yang dimenangi Miyu Yamashita dari Jepang.
Kekalahan itu menjadi satu-satunya kegagalan Choi dalam babak playoff sepanjang kiprahnya di LPGA Tour.
Meski sembilan kali finis kedua tanpa kemenangan menjadi catatan tersendiri, sejarah menunjukkan bahwa penantian panjang bukan berarti tidak dapat berakhir.
Pegolf Kanada Lorie Kane juga pernah mencatatkan sembilan posisi runner-up sebelum akhirnya meraih kemenangan pertamanya pada Michelob Classic 2000.
Kisah Kane menjadi gambaran bahwa seorang pegolf dapat berkali-kali berada di ambang kemenangan sebelum akhirnya berhasil mengangkat trofi.
Bagi Choi, performa dalam dua turnamen terakhir setidaknya menunjukkan bahwa dirinya masih memiliki kemampuan untuk bersaing memperebutkan gelar.
Kini, tantangannya adalah mengubah konsistensi tersebut menjadi kemenangan. Setelah sembilan kali berada di posisi kedua, Choi berharap turnamen berikutnya tidak lagi berakhir dengan menyaksikan pemain lain mengangkat trofi.








Users Today : 1002
This Month : 56028
This Year : 435442
Total Users : 716441
Total views : 1601635
0 Comments