Indonesia Golf Festival (IGF) 2026 menjadi ajang pertemuan pelaku industri, komunitas, dan pencinta golf sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal olahraga tersebut lebih dekat. Festival yang berlangsung pada 23–25 Oktober di ICE BSD City, Tangerang, menghadirkan lebih dari 120 peserta pameran dalam area seluas 10.000 meter persegi.
Diselenggarakan oleh Asosiasi Pemilik Lapangan Golf Indonesia (APLGI) bersama PT Satu Tujuan Event (SATUE), festival ini mengusung tema Elevate the Game, Expand the Sport dengan memadukan pameran perlengkapan, inovasi teknologi, aktivitas komunitas, serta peluang bisnis dan wisata golf.
Ketua Umum APLGI Budiarsa Sastrawinata mengatakan pengembangan industri golf membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pengelola lapangan, pelaku usaha, hingga komunitas.
“Melalui Indonesia Golf Festival, kolaborasi tersebut diharapkan semakin kuat sehingga membuka peluang pertumbuhan industri sekaligus memperluas akses masyarakat untuk mengenal olahraga golf,” ujar Budiarsa dalam keterangannya, Sabtu (24/10).
Berbeda dari pameran perlengkapan olahraga pada umumnya, IGF 2026 tidak hanya menghadirkan produk terbaru dari berbagai merek golf, tetapi juga memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk merasakan langsung pengalaman bermain.
Sejumlah aktivitas seperti golf simulator, mini golf, coaching clinic, serta demonstrasi perlengkapan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan untuk memperkenalkan golf kepada masyarakat.
Pengunjung juga dapat mengikuti diskusi bersama praktisi, mengenal berbagai teknologi pendukung permainan, hingga berinteraksi dengan komunitas dan pelaku industri.
Sementara bagi pegolf berpengalaman, festival ini menawarkan kesempatan menjelajahi pilihan stik golf, pakaian, sepatu, hingga aksesori dari berbagai merek.
Program clearance sale, promosi khusus, dan lelang perlengkapan golf turut menjadi daya tarik selama penyelenggaraan festival.
Industri golf semakin berkembang
Indonesia Golf Festival tahun ini menunjukkan perluasan skala penyelenggaraan dibandingkan edisi perdananya pada 2025.
Tahun lalu, festival tersebut menghadirkan 82 peserta pameran dan lebih dari 100 merek dengan jumlah pengunjung mencapai 23.488 orang.
Nilai transaksi yang tercatat berkisar Rp10 miliar hingga Rp15 miliar dengan luas area pameran sekitar 5.000 meter persegi.
Pada 2026, penyelenggara menggandakan luas area menjadi 10.000 meter persegi dengan kehadiran lebih dari 120 peserta pameran.
Penyelenggara juga menetapkan sasaran 30.000 pengunjung dan nilai transaksi Rp20 miliar selama tiga hari pelaksanaan.
Perluasan tersebut mencerminkan ambisi penyelenggara untuk menjadikan IGF sebagai wadah pengembangan pasar golf, bukan hanya tempat bertemunya penjual dan pembeli perlengkapan olahraga.
Direktur Utama PT Satu Tujuan Event, Bambang Setiawan, menjelaskan bahwa festival dirancang untuk menghubungkan kebutuhan industri dengan pengalaman pengunjung melalui pameran produk, aktivitas interaktif, promosi, dan kegiatan komunitas.
Selain itu, pelaku usaha memperoleh kesempatan memperkenalkan produk, memperluas jaringan pemasaran, serta membangun kerja sama dengan berbagai pihak dalam ekosistem golf nasional.
Peluang wisata golf Indonesia
Salah satu sektor yang turut mendapat perhatian dalam penyelenggaraan IGF 2026 adalah pariwisata golf atau golf tourism.
Festival ini membuka peluang kolaborasi antara pengelola lapangan golf, hotel, resor, agen perjalanan, dan penyedia layanan wisata untuk mengembangkan paket perjalanan yang memadukan aktivitas golf dengan pengalaman berlibur.
Indonesia memiliki sejumlah destinasi golf yang menawarkan karakter lapangan berbeda, mulai dari kawasan perkotaan hingga lapangan dengan pemandangan laut dan pegunungan.
Potensi tersebut menjadi peluang bagi pelaku industri untuk menarik pegolf domestik maupun wisatawan mancanegara melalui pengembangan layanan dan promosi yang terintegrasi.
Di sisi lain, memperluas pengenalan golf kepada masyarakat menjadi bagian penting dari upaya membangun pasar dalam jangka panjang.
Kehadiran golf simulator, mini golf, serta kegiatan edukasi memberikan alternatif bagi masyarakat yang belum memiliki pengalaman bermain di lapangan.
Melalui pendekatan tersebut, Indonesia Golf Festival berupaya memperlihatkan bahwa golf tidak hanya berkaitan dengan kompetisi atau perlengkapan mahal, tetapi juga memiliki ruang dalam kegiatan rekreasi, gaya hidup, dan pariwisata.
Dengan mempertemukan berbagai unsur industri dalam satu kegiatan, IGF 2026 diharapkan menjadi salah satu sarana untuk memperluas partisipasi masyarakat sekaligus membuka peluang pertumbuhan bisnis golf nasional.









Users Today : 1783
This Month : 52853
This Year : 432267
Total Users : 713266
Total views : 1595070
0 Comments