LIV Golf kembali kehilangan salah satu nama besarnya. Juara The Open Championship 2010, Louis Oosthuizen, memutuskan meninggalkan kompetisi golf yang sebelumnya didukung Arab Saudi tersebut dan berencana kembali bersaing di DP World Tour mulai Januari 2027.
Pegolf asal Afrika Selatan berusia 44 tahun itu mengumumkan keputusannya pada Rabu (21/10), sekaligus mengakhiri perjalanannya bersama Southern Guards GC, tim yang telah dipimpinnya sejak LIV Golf memulai kompetisi pada 2022.
Keputusan tersebut bukan semata-mata berkaitan dengan ketidakpastian masa depan LIV Golf. Oosthuizen mengaku masih memiliki ambisi besar untuk bersaing di level tertinggi dan membutuhkan kebebasan lebih dalam menentukan jadwal turnamen.
“Saya menyadari masih memiliki banyak hal untuk diberikan. Kekhawatiran terbesar saya adalah jadwal LIV 2.0 akan sulit dikelola,” ujar Oosthuizen melalui pernyataan resminya.
“Saya merasa masih memiliki beberapa tahun untuk bermain golf secara kompetitif. Satu-satunya cara agar tetap tajam dan mampu bersaing adalah memiliki kendali atas jadwal pertandingan saya,” lanjutnya.
Oosthuizen menjadi salah satu pemain yang bergabung dengan LIV Golf sejak kompetisi perdana pada Juni 2022. Selama lebih dari empat tahun, ia menjadi bagian penting dari Southern Guards GC bersama Charl Schwartzel, Branden Grace, dan Dean Burmester.
Meski memilih pergi, Oosthuizen menegaskan dirinya tetap mendukung konsep kompetisi beregu yang menjadi ciri khas LIV Golf.
“Southern Guards adalah tim saya. Sejak awal selalu demikian dan akan tetap begitu. Itulah yang membuat keputusan ini begitu sulit,” katanya.
Ia bahkan menyebut keputusan meninggalkan LIV Golf sebagai salah satu keputusan paling berat sepanjang karier profesionalnya.
Sebelum bergabung dengan LIV Golf, Oosthuizen telah mengoleksi 11 kemenangan di DP World Tour. Pencapaian terbesarnya adalah menjuarai The Open Championship 2010 di Old Course, St. Andrews, Skotlandia.
Selain gelar tersebut, ia pernah menjadi runner-up pada tiga turnamen major lainnya, yakni Masters Tournament, US Open, dan PGA Championship.
Dengan kembali ke DP World Tour, Oosthuizen berharap dapat mengatur perjalanan dan turnamennya secara lebih efisien, sekaligus menjaga kondisi fisik agar tetap kompetitif dalam beberapa tahun mendatang.
Kepergiannya terjadi ketika LIV Golf tengah menghadapi periode sulit setelah Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi menghentikan dukungan pendanaan.
Pada 8 September 2026, LIV Golf mengajukan perlindungan kebangkrutan berdasarkan Chapter 11 di Amerika Serikat sebagai bagian dari upaya restrukturisasi perusahaan.
Liga tersebut kemudian mencapai kesepakatan restrukturisasi dengan BC Partners Credit yang mencakup rencana pendanaan senilai 300 juta dolar AS untuk mendukung kelanjutan kompetisi melalui konsep LIV Golf 2.0.
Namun, realisasi rencana tersebut masih bergantung pada sejumlah persyaratan, termasuk komitmen pemain dan persetujuan dalam proses pengadilan.
Oosthuizen bukan satu-satunya pegolf ternama yang memilih meninggalkan LIV Golf. Mantan pegolf nomor satu dunia Jon Rahm juga telah mencapai kesepakatan untuk berpisah, sementara Thomas Pieters dan sejumlah pemain lainnya memutuskan mencari kesempatan di luar liga tersebut.
Situasi itu semakin menambah tantangan bagi LIV Golf untuk mempertahankan daya tarik kompetisi menjelang rencana peluncuran kembali pada 2027.
Di sisi lain, Oosthuizen kini bersiap membuka babak baru dalam kariernya. Ia dijadwalkan tampil pada Hong Kong Open, 22–25 Oktober 2026, sebelum mempersiapkan kepulangannya ke DP World Tour.
Bagi Oosthuizen, keputusan tersebut bukan berarti kehilangan kecintaannya terhadap LIV Golf, melainkan kesempatan untuk kembali menentukan arah kariernya sendiri.









Users Today : 268
This Month : 40867
This Year : 420281
Total Users : 701280
Total views : 1569160
0 Comments