22/10/2026
by Rudy Iskandar

Oosthuizen Tinggalkan LIV Golf, Pilih Kembali ke DP World Tour

LIV Golf kembali kehilangan salah satu nama besarnya. Juara The Open Championship 2010, Louis Oosthuizen, memutuskan meninggalkan kompetisi golf yang sebelumnya didukung Arab Saudi tersebut dan berencana kembali bersaing di…...
"

Start reading

LIV Golf kembali kehilangan salah satu nama besarnya. Juara The Open Championship 2010, Louis Oosthuizen, memutuskan meninggalkan kompetisi golf yang sebelumnya didukung Arab Saudi tersebut dan berencana kembali bersaing di DP World Tour mulai Januari 2027.

Pegolf asal Afrika Selatan berusia 44 tahun itu mengumumkan keputusannya pada Rabu (21/10), sekaligus mengakhiri perjalanannya bersama Southern Guards GC, tim yang telah dipimpinnya sejak LIV Golf memulai kompetisi pada 2022.

Keputusan tersebut bukan semata-mata berkaitan dengan ketidakpastian masa depan LIV Golf. Oosthuizen mengaku masih memiliki ambisi besar untuk bersaing di level tertinggi dan membutuhkan kebebasan lebih dalam menentukan jadwal turnamen.

“Saya menyadari masih memiliki banyak hal untuk diberikan. Kekhawatiran terbesar saya adalah jadwal LIV 2.0 akan sulit dikelola,” ujar Oosthuizen melalui pernyataan resminya.

“Saya merasa masih memiliki beberapa tahun untuk bermain golf secara kompetitif. Satu-satunya cara agar tetap tajam dan mampu bersaing adalah memiliki kendali atas jadwal pertandingan saya,” lanjutnya.

Oosthuizen menjadi salah satu pemain yang bergabung dengan LIV Golf sejak kompetisi perdana pada Juni 2022. Selama lebih dari empat tahun, ia menjadi bagian penting dari Southern Guards GC bersama Charl Schwartzel, Branden Grace, dan Dean Burmester.

Meski memilih pergi, Oosthuizen menegaskan dirinya tetap mendukung konsep kompetisi beregu yang menjadi ciri khas LIV Golf.

“Southern Guards adalah tim saya. Sejak awal selalu demikian dan akan tetap begitu. Itulah yang membuat keputusan ini begitu sulit,” katanya.

Ia bahkan menyebut keputusan meninggalkan LIV Golf sebagai salah satu keputusan paling berat sepanjang karier profesionalnya.

Sebelum bergabung dengan LIV Golf, Oosthuizen telah mengoleksi 11 kemenangan di DP World Tour. Pencapaian terbesarnya adalah menjuarai The Open Championship 2010 di Old Course, St. Andrews, Skotlandia.

Selain gelar tersebut, ia pernah menjadi runner-up pada tiga turnamen major lainnya, yakni Masters Tournament, US Open, dan PGA Championship.

Dengan kembali ke DP World Tour, Oosthuizen berharap dapat mengatur perjalanan dan turnamennya secara lebih efisien, sekaligus menjaga kondisi fisik agar tetap kompetitif dalam beberapa tahun mendatang.

Kepergiannya terjadi ketika LIV Golf tengah menghadapi periode sulit setelah Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi menghentikan dukungan pendanaan.

Pada 8 September 2026, LIV Golf mengajukan perlindungan kebangkrutan berdasarkan Chapter 11 di Amerika Serikat sebagai bagian dari upaya restrukturisasi perusahaan.

Liga tersebut kemudian mencapai kesepakatan restrukturisasi dengan BC Partners Credit yang mencakup rencana pendanaan senilai 300 juta dolar AS untuk mendukung kelanjutan kompetisi melalui konsep LIV Golf 2.0.

Namun, realisasi rencana tersebut masih bergantung pada sejumlah persyaratan, termasuk komitmen pemain dan persetujuan dalam proses pengadilan.

Oosthuizen bukan satu-satunya pegolf ternama yang memilih meninggalkan LIV Golf. Mantan pegolf nomor satu dunia Jon Rahm juga telah mencapai kesepakatan untuk berpisah, sementara Thomas Pieters dan sejumlah pemain lainnya memutuskan mencari kesempatan di luar liga tersebut.

Situasi itu semakin menambah tantangan bagi LIV Golf untuk mempertahankan daya tarik kompetisi menjelang rencana peluncuran kembali pada 2027.

Di sisi lain, Oosthuizen kini bersiap membuka babak baru dalam kariernya. Ia dijadwalkan tampil pada Hong Kong Open, 22–25 Oktober 2026, sebelum mempersiapkan kepulangannya ke DP World Tour.

Bagi Oosthuizen, keputusan tersebut bukan berarti kehilangan kecintaannya terhadap LIV Golf, melainkan kesempatan untuk kembali menentukan arah kariernya sendiri.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pick your next post

Nike dan Eastside Golf hadirkan sepatu “Zero Gravity”

Nike dan Eastside Golf hadirkan sepatu “Zero Gravity”

Nike kembali menggandeng merek fashion golf Eastside Golf untuk menghadirkan koleksi sepatu terbaru bertajuk Zero Gravity, yang memadukan gaya streetwear dengan teknologi untuk menunjang performa di lapangan golf. Koleksi yang diperkenalkan pada Oktober 2026 tersebut...

read more
Topan Champi Ancam BMW Ladies Championship di Korea Selatan

Topan Champi Ancam BMW Ladies Championship di Korea Selatan

Persaingan para pegolf terbaik dunia dalam BMW Ladies Championship 2026 di Pine Beach Golf Links, Haenam, Korea Selatan, berpotensi menghadapi tantangan besar pada akhir pekan ini. Bukan hanya ketatnya perebutan gelar juara, tetapi juga ancaman Topan Champi yang...

read more
Rayhan Latief Bidik Sejarah dan Tiket Masters di Selandia Baru

Rayhan Latief Bidik Sejarah dan Tiket Masters di Selandia Baru

Pegolf muda Indonesia, Rayhan Latief, datang ke Asia-Pacific Amateur Championship (AAC) 2026 dengan ambisi besar. Bukan sekadar memperbaiki catatan penampilannya, tetapi juga mengincar gelar juara yang bisa membuka jalan menuju dua turnamen major paling bergengsi di...

read more

Contact Us

Address : Jl. Media No.88 - Jakarta Barat - 18789 - INDONESIA
______________________________
Email : halo@golftimes.id
Office : 0812-3456-7890
Advertising Info : 0811-1967-688

Information

  • Redaksi
  • Karir
  • Media Partner
  • Info Iklan

Categories

News
Profile
Junior & Amatir
Video
Tips & Tricks

701280
Users Today : 268
This Month : 40867
This Year : 420281
Total Users : 701280
Total views : 1569160