Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai mengganggu kalender golf profesional dunia. Setelah PIF Saudi International terpaksa ditunda akibat situasi keamanan di Arab Saudi, perhatian kini tertuju pada DP World Tour yang tetap berencana menggelar dua turnamen penutup musim di Uni Emirat Arab (UEA) pada November mendatang.
DP World Tour memastikan Abu Dhabi Aldar Championship pada 5–8 November di Yas Links dan DP World Tour Championship pada 12–15 November di Jumeirah Golf Estates, Dubai, masih berjalan sesuai jadwal.
Keputusan tersebut diambil di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai keselamatan pegolf dan ofisial yang akan melakukan perjalanan ke kawasan Timur Tengah.
CEO DP World Tour, Guy Kinnings, sebelumnya menegaskan bahwa pihaknya belum memiliki rencana memindahkan kedua turnamen tersebut ke negara lain.
“Banyak orang mempertanyakan hal ini, dan itu merupakan pertanyaan yang wajar. Namun, kami tetap berencana menggelar pertandingan di Abu Dhabi dan Dubai,” ujar Kinnings kepada Sky Sports pada September lalu.
Ia menjelaskan bahwa persiapan di kedua lapangan sudah berjalan, termasuk pembangunan berbagai fasilitas pendukung turnamen. Meski demikian, DP World Tour tetap mempertimbangkan perkembangan situasi keamanan serta rekomendasi perjalanan internasional.
Sikap tersebut kembali ditegaskan juru bicara DP World Tour kepada Golfweek pada 15 Oktober. Penyelenggara masih berkomitmen mempertahankan jadwal dua turnamen playoff tersebut sambil terus memantau perkembangan konflik.
Kekhawatiran terhadap keselamatan peserta bukan tanpa alasan. Asian Tour bersama Golf Saudi pada 15 Oktober mengumumkan penundaan PIF Saudi International yang semula dijadwalkan berlangsung pada 18–21 November di Riyadh Golf Club.
Turnamen berhadiah 5 juta dolar AS tersebut terdampak persoalan penyelenggaraan dan logistik di tengah memburuknya kondisi keamanan Arab Saudi setelah serangkaian serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.
Penundaan itu menjadi salah satu contoh nyata bagaimana konflik regional mulai memengaruhi penyelenggaraan turnamen golf internasional.
Di luar persoalan keamanan, perubahan besar juga tengah berlangsung dalam industri golf profesional setelah Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi memutuskan menghentikan dukungan pendanaan jangka panjang bagi LIV Golf.
Keputusan tersebut membuat LIV Golf mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 di Amerika Serikat pada September lalu, sekaligus membuka proses restrukturisasi untuk membentuk kompetisi baru dengan model kepemilikan yang lebih melibatkan para pemain.
Salah satu dampaknya adalah keputusan Jon Rahm meninggalkan LIV Golf. Pegolf Spanyol tersebut mencapai kesepakatan pemisahan kontrak dengan liga pada Oktober, termasuk melepaskan klaim atas pembayaran yang masih menjadi haknya.
Menariknya, Rahm justru dipastikan akan menjadi salah satu peserta Abu Dhabi Aldar Championship pada November mendatang. Penampilannya akan menjadi debut di turnamen tersebut sekaligus bagian dari langkahnya kembali memperkuat kiprah di DP World Tour.
Rahm dijadwalkan bersaing bersama nama-nama besar seperti Rory McIlroy dan juara bertahan Aaron Rai.
Kehadiran para pegolf papan atas itu menjadi kabar positif bagi DP World Tour yang berusaha mempertahankan kualitas kompetisi pada fase penentuan Race to Dubai.
Abu Dhabi Aldar Championship akan mempertemukan 70 pegolf teratas yang memenuhi syarat dalam klasemen Race to Dubai. Sebanyak 50 pemain terbaik kemudian berhak melanjutkan persaingan ke DP World Tour Championship di Dubai.
Dengan dua turnamen yang menentukan akhir musim tersebut, DP World Tour menghadapi tantangan untuk memastikan seluruh rangkaian kompetisi berlangsung aman di tengah situasi kawasan yang belum sepenuhnya stabil.
Untuk saat ini, Abu Dhabi dan Dubai tetap menjadi tujuan akhir perebutan gelar Race to Dubai 2026. Namun, perkembangan konflik dalam beberapa pekan mendatang masih berpotensi memengaruhi keputusan penyelenggara.








Users Today : 2009
This Month : 33277
This Year : 412691
Total Users : 693690
Total views : 1553572
0 Comments