Nelly Korda kembali menegaskan dominasinya di golf putri dunia. Bintang Amerika Serikat itu tampil meyakinkan untuk menjuarai Chevron Championship sekaligus merebut kembali posisi nomor satu dunia usai kemenangan impresif pada major pertama musim ini, Minggu waktu setempat.
Korda menutup turnamen dengan skor 2-under 70 dan finis di total 18-under 270, unggul lima pukulan atas para pesaingnya. Margin tersebut menjadi kemenangan terbesar di Chevron Championship dalam 18 tahun terakhir.
Trofi ini juga menambah koleksi gelar mayor Korda menjadi tiga sepanjang karier, sekaligus menggeser Jeeno Thitikul dari puncak ranking dunia.
Namun di balik skor dominan itu, Korda menegaskan bahwa kemenangan tersebut jauh dari kata mudah.
“Tidak mudah bermain dengan keunggulan sebesar itu. Tantangannya adalah tetap bermain seperti biasa atau menjadi lebih defensif,” ujar Korda.
Memulai ronde final dengan keunggulan lima pukulan, pegolf 27 tahun itu tampil dewasa dan efisien. Dua birdie di awal putaran menjaga momentum, sebelum dua birdie tambahan di sembilan hole terakhir mengunci kemenangan tanpa drama berarti.
Meski begitu, tekanan tetap terasa. Beberapa putt pendek sempat meleset, termasuk kesalahan yang juga muncul pada ronde sebelumnya. Tetapi Korda mampu menunjukkan kualitas seorang juara dengan tetap tenang dan tidak membiarkan momentum berubah.
Momen penentu hadir di hole ke-13.
Saat banyak pemain memilih aman, Korda justru mengambil jalur agresif dengan langsung membidik pin. Keputusan berani itu berbuah birdie mudah dan semakin menjauhkan dirinya dari kejaran lawan.
Setelah itu, ia bermain lebih konservatif dan cerdas. Di hole par-5 ke-16, Korda memilih strategi aman demi menghindari risiko besar, tanda kematangan permainan yang semakin lengkap.
Kemenangan ini menjadi gelar ke-17 di LPGA Tour dan kemenangan ke-21 dalam karier profesionalnya. Lebih istimewa lagi, Korda menjadi pegolf Amerika pertama sejak Meg Mallon pada 2000 yang berhasil mengoleksi tiga gelar major.
Sebagai bagian dari tradisi Chevron Championship, Korda merayakan kemenangan dengan melompat ke kolam dekat green hole ke-18.
“Saya tahu kedalamannya sekitar empat kaki, jadi saya siap mendarat dengan cepat,” katanya sambil tersenyum.
Di papan klasemen, Ruoning Yin dan Patty Tavatanakit berbagi posisi kedua, terpaut lima pukulan dari sang juara.
Performa Korda musim ini juga menunjukkan konsistensi luar biasa. Dalam lima turnamen terakhir, ia selalu bermain di grup terakhir pada ronde final, dengan catatan dua kemenangan dan tiga kali runner-up.
Menurutnya, kekuatan mental menjadi fondasi utama kebangkitan tersebut.
“Saya ingin menunjukkan bahwa Anda tetap bisa menang meski membuat kesalahan. Yang penting adalah tetap fokus secara mental,” ujar Korda.
Dengan gelar Chevron Championship dan status nomor satu dunia kembali di tangannya, Nelly Korda kini terlihat semakin siap mendominasi musim 2026. Jika performa ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin lebih banyak trofi major akan segera menyusul.








Users Today : 423
This Month : 27854
This Year : 83427
Total Users : 364426
Total views : 1045725
0 Comments