Setelah Musim Panjang 2024, McIlroy Siap Lakukan Perubahan dengan memutuskan untuk mengurangi jumlah turnamen yang akan diikutinya pada musim 2025.
Keputusan ini diambil setelah merasa performanya sepanjang 2024 tidak sesuai ekspektasi, bahkan cenderung stagnan akibat jadwal yang terlalu padat.
Sepanjang tahun 2024, McIlroy telah tampil di 25 turnamen, termasuk Olimpiade, dengan dua turnamen tersisa hingga akhir musim.
Tekanan jadwal yang begitu padat ini diyakini McIlroy menjadi penyebab menurunnya performa, terutama terlihat saat ia hampir gagal di US Open—memperpanjang penantiannya untuk gelar major kelima yang sudah berlangsung selama satu dekade.
“Musim ini benar-benar panjang. Saya merasa seolah membentur tembok setelah US Open dan sampai sekarang masih merasakan dampaknya,” ujar McIlroy.
Ia menyadari pentingnya untuk mengambil waktu istirahat lebih banyak di musim depan.
Pegolf berusia 35 tahun itu mengakui bahwa jadwal 27 turnamen terlalu berat, terutama mengingat tanggung jawab dan kondisi fisik yang sudah berbeda dibanding saat ia masih di usia 20-an.
“Saya akan mencoba menguranginya menjadi sekitar 18 atau 20 turnamen per tahun mulai sekarang,” tambahnya.
Pada awal musim 2024, McIlroy sebenarnya menunjukkan performa impresif dengan memenangkan tiga trofi, yaitu Dubai Desert Classic di bulan Januari, Zurich Classic of New Orleans bersama Shane Lowry pada April, dan Well Fargo Championship.
Namun, alih-alih mempertahankan momentum, performanya justru stagnan, membuatnya merasa sulit untuk bangkit kembali.
Hingga Oktober, McIlroy tercatat finis di posisi 10 besar sebanyak 10 kali dari 25 turnamen yang diikutinya, termasuk tiga gelar juara dan empat kali finis sebagai runner-up atau posisi kedua.
Dengan jadwal yang lebih terukur, McIlroy berharap dapat mengembalikan performa puncaknya di musim mendatang, khususnya untuk mengakhiri penantian panjangnya meraih gelar major kelima.








Users Today : 339
This Month : 27078
This Year : 82651
Total Users : 363650
Total views : 1044270
0 Comments