Berakhirnya perjalanan LIV Golf membuka peluang kembalinya para pegolf papan atas ke PGA Tour dan DP World Tour. Rory McIlroy, yang selama ini dikenal sebagai salah satu penentang paling vokal kompetisi tersebut, justru mendukung kepulangan para mantan pemain LIV demi kepentingan bisnis dan masa depan golf profesional.
Sikap tersebut menjadi sorotan setelah LIV Golf memastikan penghentian operasional dan memulai proses likuidasi pada Kamis (5/11), menyusul kegagalan memperoleh pendanaan baru untuk melanjutkan kompetisi pada musim 2027.
Sebelum keputusan tersebut diumumkan, McIlroy telah menyatakan dukungannya terhadap kemungkinan kembalinya para pemain LIV dalam Bloomberg New Economy Forum di New Delhi, India, pada 13 Oktober.
“Saya akan memilih untuk menerima mereka kembali. Saya pikir kembalinya beberapa pemain tersebut akan menguntungkan bisnis kedua tur,” kata McIlroy.
Pegolf asal Irlandia Utara itu menilai kehadiran kembali para pemain bintang dapat meningkatkan daya tarik kompetisi, memperbesar potensi pendapatan, dan memberikan keuntungan bagi para anggota PGA Tour maupun DP World Tour.
Namun, McIlroy memahami keputusan tersebut tidak akan mudah diterima seluruh pemain, terutama mereka yang memilih bertahan ketika LIV Golf menawarkan kontrak bernilai puluhan hingga ratusan juta dolar AS.
Menurutnya, pengelola kedua tur harus mempertimbangkan kepentingan seluruh anggota sebelum menentukan mekanisme penerimaan kembali mantan pemain LIV.
Di sisi lain, runtuhnya LIV Golf menandai berakhirnya proyek ambisius yang telah menghabiskan dana lebih dari 5 miliar dolar AS sejak kompetisi tersebut diperkenalkan pada 2022.
Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi menghentikan dukungan pendanaan pada April 2026. LIV kemudian mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 pada September dan berupaya menyelamatkan kompetisi melalui restrukturisasi LIV 2.0.
Harapan tersebut pupus setelah BC Partners Credit menarik diri dari rencana investasi senilai 300 juta dolar AS karena tidak tercapainya komitmen pemain yang dibutuhkan untuk keberlanjutan kompetisi.
Kondisi itu membuat sejumlah nama besar, termasuk Jon Rahm, Bryson DeChambeau, Cameron Smith, dan Sergio Garcia, menghadapi ketidakpastian mengenai kelanjutan karier mereka.
Meski mendukung kepulangan para pemain, McIlroy tetap mengkritik model bisnis LIV yang dianggap menghabiskan modal besar tanpa membangun fondasi keberlanjutan yang kuat.
Dalam konferensi pers menjelang Abu Dhabi Aldar Championship pada 4 November, McIlroy menyebut persaingan finansial yang diciptakan LIV telah mengubah golf profesional menjadi perlombaan kekuatan modal.
Ia menilai industri golf membutuhkan penyesuaian agar kompetisi dapat bertahan dalam jangka panjang tanpa bergantung pada pengeluaran yang tidak berkelanjutan.
Sementara itu, jalan kembali menuju PGA Tour masih menghadapi sejumlah hambatan. PGA Tour belum mengumumkan program penerimaan kembali secara luas bagi mantan pemain LIV, sementara aturan penangguhan dan persyaratan keanggotaan tetap menjadi pertimbangan.
Dengan berakhirnya LIV Golf, perhatian dunia golf kini beralih pada bagaimana PGA Tour dan DP World Tour menyikapi kepulangan para bintang yang pernah meninggalkan kedua kompetisi tersebut.
Bagi McIlroy, mempertemukan kembali para pemain terbaik dunia dalam satu ekosistem kompetisi berpotensi menjadi langkah penting bagi keberlanjutan bisnis golf profesional.









Users Today : 2528
This Month : 16904
This Year : 455165
Total Users : 736164
Total views : 1642245
0 Comments