Pengalaman bermain golf kini tidak hanya ditentukan oleh kualitas lapangan dan fasilitas latihan. Sajian kuliner juga mulai menjadi daya tarik tersendiri, seiring perubahan selera pegolf yang semakin menginginkan pilihan makanan berkualitas restoran, mulai dari sushi, taco, hingga hidangan khas Asia.
Perubahan tersebut tergambar dalam laporan 2026 Mid-Year Golf Food & Beverage Trends Report yang diterbitkan ClubGrub pada Juli lalu. Berdasarkan puluhan ribu pesanan makanan dan minuman melalui platform digitalnya di sejumlah klub golf Amerika Serikat sepanjang semester pertama 2026, makanan tradisional seperti hot dog mulai kehilangan pangsa pesanan.
Hot dog hanya muncul dalam 3,86 persen pesanan yang tercatat melalui ClubGrub, turun 14,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendiri ClubGrub, Spencer Potter, mengatakan bahwa pegolf kini tidak lagi menganggap makanan dan minuman sebagai kebutuhan singkat ketika beristirahat di tengah permainan.
Menurutnya, para anggota klub dan tamu semakin menginginkan makanan berkualitas restoran, kemudahan pemesanan, serta layanan yang dapat dinikmati di berbagai area fasilitas golf.
Perubahan selera itu terlihat dari meningkatnya popularitas sejumlah hidangan seperti fried chicken sandwich, taco udang, taco ikan, quesadilla, hingga burrito untuk sarapan.
Tak hanya jenis makanan, cara pegolf menikmati kuliner juga mengalami perubahan.
Layanan pemesanan melalui perangkat seluler memungkinkan pegolf memesan makanan tanpa harus menghabiskan waktu lama di restoran atau halfway house.
ClubGrub mengklaim klub yang menggunakan sistemnya mencatat peningkatan rata-rata kecepatan permainan setara 15,5 menit karena berkurangnya waktu menunggu makanan.
Klub golf mulai mengembangkan restoran
Perubahan tersebut turut tercermin di Broken Sound Club, Boca Raton, Florida, Amerika Serikat.
Menurut laporan Golf Inc. yang diterbitkan pada 4 November 2026, klub tersebut menghadirkan lima konsep kuliner berbeda untuk memenuhi kebutuhan anggotanya.
Salah satunya Zest Restaurant yang menawarkan sushi, dim sum, dan berbagai hidangan Asia. Sementara itu, CIRQ Grille and Bar mempertahankan menu klasik seperti burger, sandwich, dan ayam panggang.
Direktur Kuliner Broken Sound, Gordon Maybury, mengungkapkan bahwa menu tradisional masih memiliki penggemar tersendiri. Bahkan, program khusus burger pada hari Senin mampu menarik sekitar 500 pengunjung selama musim ramai.
Keberagaman konsep restoran tersebut membuat klub tidak hanya menjadi tempat bermain golf, tetapi juga tujuan bersantap dan berkumpul bersama keluarga.
Kuliner lokal menjadi daya tarik golf Vietnam
Perkembangan serupa juga terlihat di kawasan Vietnam Tengah.
Ba Na Hills Golf Club menghadirkan pilihan kuliner yang menggabungkan makanan tradisional Vietnam dengan cita rasa internasional.
Beberapa menu yang diperkenalkan pada September dan Oktober 2026 meliputi beef short-rib phở, pasta rigatoni saus truffle dengan ayam renyah, sundubu jjigae khas Korea, serta panekuk renyah Vietnam.
Sementara itu, Montgomerie Links mengembangkan konsep bersantap melalui The 19th Coffee & Beer, yang menawarkan pemandangan langsung ke area latihan dan titik awal permainan.
General Manager Ba Na Hills Golf Club, Andrew McGregor, menilai kuliner semakin menjadi bagian penting dari pengalaman golf di Vietnam Tengah.
Menurutnya, keberagaman pengunjung dari berbagai negara membuat klub perlu menyediakan sajian internasional tanpa meninggalkan identitas makanan dan bahan lokal Vietnam.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa daya tarik sebuah klub golf tidak lagi hanya terletak pada desain lapangan dan tantangan permainan.
Kualitas makanan, variasi restoran, serta kenyamanan bersantap juga semakin diperhatikan dalam pengembangan pengalaman bagi pegolf maupun pengunjung klub.









Users Today : 2529
This Month : 16905
This Year : 455166
Total Users : 736165
Total views : 1642254
0 Comments