Upaya LIV Golf membangun kembali kompetisi melalui format LIV 2.0 menghadapi tantangan baru. Lebih dari 10 pegolf, termasuk mantan pegolf nomor satu dunia Dustin Johnson, menagih pembayaran kontrak senilai lebih dari 100 juta dolar AS kepada Dana Investasi Publik Arab Saudi (PIF), yang selama ini menjadi penyokong utama kompetisi tersebut.
Menurut laporan The Athletic, Minggu (25/10), Johnson bersama sejumlah pemain lainnya tengah mengupayakan penyelesaian atas kewajiban pembayaran kontrak yang belum dipenuhi sejak PIF memutuskan menghentikan dukungan pendanaan terhadap LIV Golf pada April 2026.
Selain Johnson, kelompok tersebut mencakup Bubba Watson, yang juga merupakan juara dua turnamen major, serta pegolf Belgia Thomas Detry.
Para pemain menginginkan pembayaran atas sisa kontrak maupun kompensasi pemutusan hubungan kerja sebelum menentukan langkah berikutnya dalam karier profesional mereka.
Perselisihan ini menjadi persoalan serius bagi LIV Golf yang sedang berusaha bangkit dari restrukturisasi keuangan. Kompetisi yang diluncurkan pada 2022 itu sebelumnya dikenal berani menggelontorkan kontrak bernilai fantastis untuk menarik para bintang dari PGA Tour dan DP World Tour.
Namun, situasinya berubah ketika PIF menghentikan pendanaan dan LIV Golf mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 di Amerika Serikat pada September lalu.
Menurut laporan tersebut, PIF awalnya menawarkan penyelesaian kontrak senilai dua sen untuk setiap satu dolar kewajiban pembayaran. Artinya, para pemain hanya akan menerima sekitar dua persen dari jumlah yang mereka klaim sebagai haknya.
Tawaran itu menjadi salah satu persoalan dalam negosiasi yang kini berlangsung.
Pengacara Dustin Johnson, David Cornwell, yang mewakili kelompok pegolf tersebut, menyatakan bahwa para pemain telah mengambil keputusan besar dalam karier berdasarkan komitmen yang diberikan PIF ketika mereka bergabung dengan LIV Golf.
“PIF merupakan mitra bisnis yang terhormat sampai apa yang kami anggap sebagai tindakan meninggalkan para pegolf LIV,” kata Cornwell kepada The Athletic.
Ia menilai penyelesaian persoalan tersebut akan menentukan apakah para pemain bersedia melepaskan klaim mereka terhadap PIF sekaligus mempertimbangkan kesempatan bergabung dengan LIV Golf 2.0.
Cornwell juga mengingatkan bahwa persoalan ini dapat menjadi perhatian dunia olahraga profesional secara lebih luas, terutama bagi atlet yang menjalin kontrak dengan organisasi yang memperoleh dukungan investasi besar.
“Perlakuan PIF terhadap pegolf LIV mungkin menjadi petunjuk tentang bagaimana mereka akan memperlakukan atlet profesional di cabang olahraga lain,” ujarnya.
Di sisi lain, PIF dilaporkan memandang posisinya sebagai investor dalam LIV Golf, bukan pihak yang secara langsung bertanggung jawab atas seluruh kewajiban kontrak liga tersebut.
Persoalan pembayaran ini muncul di tengah meningkatnya ketidakpastian mengenai masa depan LIV Golf.
Kompetisi tersebut sedang menyiapkan format baru bernama LIV 2.0 bersama investor BC Partners Credit untuk musim 2027. Namun, upaya mempertahankan para pemain bintang belum berjalan mulus.
Jon Rahm, Tyrrell Hatton, Ian Poulter, dan Tom McKibbin termasuk pemain yang telah menyatakan tidak akan melanjutkan kiprah mereka bersama LIV Golf dalam format baru.
Sementara itu, kelompok pegolf yang diwakili Cornwell juga dilaporkan belum bersedia menandatangani perjanjian restrukturisasi yang ditawarkan kepada para pemain.
LIV Golf sebelumnya menetapkan Minggu (25/10) sebagai batas waktu bagi pemain untuk memberikan komitmen terhadap musim 2027. Namun, BC Partners Credit masih memiliki kewenangan memperpanjang tenggat tersebut.
Situasi semakin rumit setelah dokumen pengadilan mengungkap bahwa LIV Golf telah membayarkan sekitar 15,6 juta dolar AS dalam bentuk bonus retensi kepada sejumlah eksekutif sebelum mengajukan perlindungan kebangkrutan.
Di tengah persoalan keuangan dan kepergian sejumlah nama besar, penyelesaian hak kontrak pemain kini menjadi salah satu tantangan penting bagi kelanjutan LIV Golf.
Bagi Johnson dan para pegolf lainnya, persoalannya bukan lagi sekadar memilih kompetisi untuk musim berikutnya, tetapi juga memastikan komitmen finansial yang menjadi dasar keputusan mereka bergabung dengan LIV Golf tetap dipenuhi.







Users Today : 1288
This Month : 52358
This Year : 431772
Total Users : 712771
Total views : 1593995
0 Comments