Gelombang kepergian pegolf papan atas dari LIV Golf terus berlanjut. Setelah Jon Rahm, kini giliran mantan juara The Open Championship 2010, Louis Oosthuizen, yang memutuskan meninggalkan kompetisi tersebut demi kembali bersaing di DP World Tour pada musim 2027.
Pegolf asal Afrika Selatan berusia 44 tahun itu memilih tidak memperpanjang komitmennya bersama LIV Golf, sekaligus mengakhiri perannya sebagai kapten Southern Guards GC, tim yang dipimpinnya sejak bergabung dengan liga tersebut pada 2022.
Keputusan tersebut bukan semata-mata karena perubahan arah LIV Golf, melainkan juga keinginannya untuk kembali mengatur jadwal pertandingan secara mandiri agar tetap kompetitif di turnamen-turnamen besar.
“Saya merasa masih memiliki beberapa tahun lagi untuk bermain golf secara kompetitif pada level tinggi. Satu-satunya cara untuk tetap tajam dan kompetitif adalah melalui jadwal yang bisa saya kendalikan sendiri,” ujar Oosthuizen melalui pernyataan di akun media sosialnya, Rabu (21/10).
Oosthuizen mengakui bahwa rencana perubahan format kompetisi menjadi LIV Golf 2.0 membuatnya khawatir kesulitan mengelola jadwal pertandingan dan perjalanan internasional.
Meski demikian, ia menegaskan tidak menyesali keputusannya bergabung dengan LIV Golf. Bahkan, pengalaman memimpin Southern Guards GC disebut sebagai salah satu bagian paling berharga dalam perjalanan kariernya.
“Southern Guards adalah tim saya. Selalu begitu dan akan selalu begitu. Itulah yang membuat keputusan ini begitu sulit,” katanya.
“Ini mungkin keputusan tersulit yang pernah saya buat dalam karier, tetapi saya harus melakukan apa yang saya yakini benar untuk permainan golf saya.”
Kembalinya Oosthuizen ke DP World Tour juga berkaitan dengan ambisinya untuk kembali tampil maksimal di panggung major, terutama The Open Championship 2027 yang akan berlangsung di St Andrews, Skotlandia, pada 11–18 Juli.
Lapangan Old Course di St Andrews memiliki kenangan istimewa bagi Oosthuizen. Di tempat itulah ia meraih satu-satunya gelar major sepanjang kariernya pada 2010, ketika mencatat kemenangan dengan keunggulan tujuh pukulan.
Selain gelar tersebut, Oosthuizen pernah menjadi runner-up pada tiga turnamen major lainnya, yakni Masters Tournament, PGA Championship, dan U.S. Open.
Kepergiannya semakin menambah tantangan bagi LIV Golf yang tengah berupaya melakukan restrukturisasi setelah kehilangan dukungan pendanaan dari Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi dan mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 pada September 2026.
Sebelumnya, Jon Rahm telah mencapai kesepakatan pemisahan kontrak dengan LIV Golf pada Oktober. Sejumlah nama lain, termasuk Sergio Garcia, Abraham Ancer, dan Adrian Meronk, juga tidak akan melanjutkan kiprah bersama liga tersebut.
Bagi Oosthuizen, meninggalkan LIV Golf bukan berarti mengakhiri ambisinya di lapangan. Sebaliknya, kepindahan ini menjadi kesempatan untuk kembali mengejar kejayaan di panggung yang pernah membesarkan namanya, dengan St Andrews sebagai salah satu tujuan utamanya.










Users Today : 1123
This Month : 41722
This Year : 421136
Total Users : 702135
Total views : 1570833
0 Comments