21/10/2026
by Rudy Iskandar

Rayhan Latief Bidik Sejarah dan Tiket Masters di Selandia Baru

Pegolf muda Indonesia, Rayhan Latief, datang ke Asia-Pacific Amateur Championship (AAC) 2026 dengan ambisi besar. Bukan sekadar memperbaiki catatan penampilannya, tetapi juga mengincar gelar juara yang bisa membuka jalan menuju…...
"

Start reading

Pegolf muda Indonesia, Rayhan Latief, datang ke Asia-Pacific Amateur Championship (AAC) 2026 dengan ambisi besar. Bukan sekadar memperbaiki catatan penampilannya, tetapi juga mengincar gelar juara yang bisa membuka jalan menuju dua turnamen major paling bergengsi di dunia, The Masters dan The Open Championship.

Pegolf berusia 19 tahun itu akan menjalani penampilan kelimanya secara beruntun di AAC yang berlangsung di Te Arai Links, Selandia Baru, pada 29 Oktober hingga 1 November 2026.

Kali ini, Rayhan membawa modal berbeda. Pengalaman berkompetisi di Amerika Serikat bersama tim golf University of North Texas (UNT) membuatnya semakin yakin mampu bersaing dengan para pegolf amatir terbaik Asia-Pasifik.

Kepercayaan dirinya semakin meningkat setelah finis di posisi keempat Blessings Collegiate Invitational di Arkansas dengan total 215 pukulan atau satu di bawah par. Sebelumnya, ia juga menempati posisi T12 pada Argent Financial Classic di Louisiana.

Dua hasil tersebut menjadi bekal penting bagi Rayhan yang tahun lalu berhasil menyamai pencapaian terbaik pegolf Indonesia sepanjang sejarah AAC.

“Saya mengalami perkembangan yang luar biasa tahun ini bersama Tim Golf UNT. Mereka punya program yang sangat bagus, dan setiap hari mereka mencatat hampir semua aspek permainan, persiapan fisik, hingga mental saya,” ujar Rayhan.

Menurut mahasiswa tahun kedua UNT itu, pendekatan latihan yang terukur membuatnya semakin memahami perkembangan permainannya, sekaligus membantu memperbaiki kelemahan sebelum menghadapi turnamen besar.

“Saya sangat bersemangat dan percaya diri dengan persiapan yang saya miliki menuju AAC tahun ini,” katanya.

Ingin Melampaui Rekor Indonesia

Pada AAC 2025 di Dubai, Rayhan mencatatkan hasil terbaik sepanjang kariernya dengan finis T17 setelah membukukan total 284 pukulan atau empat di bawah par.

Pencapaian tersebut menyamai rekor George Gandranata yang menempati posisi T17 ketika AAC berlangsung di Singapura pada 2011.

Namun, Rayhan tidak ingin berhenti pada catatan tersebut. Ia bertekad menjadi pegolf Indonesia pertama yang mengangkat trofi Asia-Pacific Amateur Championship.

“Target pribadi saya untuk Selandia Baru, tentunya memenangkan turnamen ini. Pasti tidak akan mudah mengingat kondisi dan lapangannya, tetapi saya sudah banyak berlatih menghadapi angin di Texas,” ujarnya.

Latihan dalam kondisi berangin itu menjadi salah satu modal penting untuk menghadapi Te Arai Links, lapangan bergaya links di pesisir Selandia Baru yang menuntut kemampuan mengendalikan pukulan dalam kondisi cuaca yang berubah.

Rayhan menyadari tantangan yang menantinya tidak ringan. Selain karakter lapangan, persaingan juga akan menghadirkan sejumlah nama kuat, termasuk juara bertahan Fifa Laopakdee dari Thailand, runner-up 2025 Taisei Nagasaki asal Jepang, Nguyen Anh Minh dari Vietnam, serta Jaden Dumdumaya dari Filipina.

Meski demikian, Rayhan justru melihat ketatnya persaingan sebagai kesempatan untuk mengukur perkembangan permainannya.

Terinspirasi Perjalanan Fifa Laopakdee

Salah satu motivasi terbesar Rayhan datang dari keberhasilan Fifa Laopakdee menjuarai AAC 2025.

Kemenangan pegolf Thailand tersebut memberinya kesempatan tampil di The Masters dan The Open pada 2026, dua panggung yang selama ini menjadi impian banyak pegolf amatir.

Rayhan mengenal Fifa sejak keduanya tampil di Junior Presidents Cup 2022. Melihat rekannya tersebut menembus panggung major semakin memperkuat keyakinannya bahwa kesempatan serupa bukan sesuatu yang mustahil.

“Rasanya istimewa bisa mengenal pemain seperti Fifa dan mengikuti perjalanannya. Saya bangga terhadap dirinya dan semua pencapaiannya,” kata Rayhan.

“Saya merasa sangat senang melihatnya memainkan dua turnamen besar itu dan mendapatkan pengalaman tersebut,” lanjutnya.

Pada AAC 2026, sang juara akan memperoleh undangan tampil di Masters Tournament 2027 di Augusta National serta tempat pada The 155th Open di St Andrews, Skotlandia.

Kesempatan itulah yang ingin dikejar Rayhan melalui penampilannya di Selandia Baru.

“Bisa bermain dalam dua ajang major, terutama The Masters dan The Open, sudah menjadi salah satu target saya. Pasti akan luar biasa bila bisa mewujudkannya tahun ini,” ujarnya.

Rayhan tidak akan berjuang sendirian. Indonesia mengirimkan enam pegolf ke AAC 2026, termasuk Randy Bintang, Kenneth Sutianto, William Wijaya, Jayawardana Dornan, dan Asa Najib Bhakti.

Turnamen yang pertama kali diselenggarakan pada 2009 itu telah menjadi salah satu jalur penting bagi pegolf amatir Asia-Pasifik untuk menembus persaingan golf dunia.

Sejumlah nama besar, termasuk Hideki Matsuyama dan Cameron Smith, pernah merasakan atmosfer kompetisi tersebut sebelum meraih kesuksesan di level profesional.

Setelah empat penampilan sebelumnya belum menghasilkan trofi, Rayhan kini memasuki edisi kelima dengan pengalaman lebih matang dan target yang semakin jelas.

“Saya sudah berlatih keras sebagai persiapan dan rasanya sudah melakukan semua yang saya bisa untuk menempatkan diri agar mampu bersaing memperebutkan kemenangan. Semoga saya bisa mewujudkannya di Selandia Baru,” kata Rayhan.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pick your next post

Contact Us

Address : Jl. Media No.88 - Jakarta Barat - 18789 - INDONESIA
______________________________
Email : halo@golftimes.id
Office : 0812-3456-7890
Advertising Info : 0811-1967-688

Information

  • Redaksi
  • Karir
  • Media Partner
  • Info Iklan

Categories

News
Profile
Junior & Amatir
Video
Tips & Tricks

703437
Users Today : 540
This Month : 43024
This Year : 422438
Total Users : 703437
Total views : 1573852