Pegolf asal Thailand, Rattanon Wannasrichan, berhasil meraih kemenangan luar biasa di turnamen SJM Macao Open dengan total hadiah sebesar US$1 juta, Minggu (13/10).
Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Rattanon di Asian Tour dalam tujuh tahun terakhir.
Bertanding di Macau Golf & Country Club di bawah cuaca cerah, pegolf berusia 29 tahun ini menyelesaikan turnamen dengan skor total 20-under setelah mencetak empat di bawah par 66 pada putaran terakhir.
Ini menandai salah satu pekan terbaik dalam kariernya, di mana ia tampil dominan dari awal hingga akhir.
Thailand mendominasi podium, dengan Gunn Charoenkul menempati posisi kedua setelah mencetak 67 dan tertinggal dua pukulan dari Rattanon.
Sementara Poosit Supupramai berada di urutan ketiga dengan skor total 64, terpaut dua pukulan dari Gunn.
Pimpinan klasemen Order of Merit Asian Tour, John Catlin dari Amerika Serikat, berbagi posisi keempat dengan pegolf Filipina Miguel Tabuena yang mencetak eagle di hole 18 par-lima dan menutup hari dengan skor 63—kado sempurna untuk ulang tahunnya yang ke-30. Keduanya menyelesaikan turnamen dengan total skor 15-under.
Rattanon, yang memulai hari dengan keunggulan satu pukulan dari Gunn, tampil tenang dan tidak terlihat akan kehilangan posisinya. Julukan “Fluke” seolah bertentangan dengan performanya yang solid kali ini.
Di pertengahan permainan, ia sudah unggul empat pukulan dari Gunn, dan setelah mencetak birdie di hole 10, jaraknya semakin melebar menjadi lima pukulan. Hingga tiba di hole 18, keunggulannya masih terpaut tiga pukulan.
Rattanon memastikan kemenangannya dengan tenang, mencapai green dalam dua pukulan dan hanya perlu melakukan tiga kali putt untuk menyelesaikan turnamen, meskipun sempat melewatkan putt enam kaki untuk birdie. Gunn berhasil membuat birdie di hole terakhir untuk memperkecil selisih.
Sebelumnya, Rattanon telah memenangkan Thailand Open pada 2017 dan Taifong Open di Asian Development Tour pada 2015. Setelah kemenangan ini, ia mengungkapkan kebahagiaannya.
“Saya sangat senang,” kata Rattanon. “Saya sempat berpikir tidak akan bisa menang lagi karena tahun 2019 sangat sulit bagi saya. Saya bermain sangat buruk, tapi saya memutuskan untuk tidak menyerah. Itu sebabnya saya bisa memperbaiki permainan saya dan menang lagi.”
Kepercayaan dirinya juga meningkat setelah finis keempat di Mercuries Taiwan Masters minggu lalu. Selain itu, ia merasa beruntung memiliki pacarnya, Manuschaya ‘Minnie’ Zeemakorn, yang juga pegolf di Thai LPGA Tour, sebagai caddy.
“Dia banyak membantu saya, baik dalam hidup maupun golf. Kami selalu bersama, makan bersama, dan menikmati hidup bersama. Itu membuat saya lebih menikmati bermain golf,” tambahnya.
Dengan kemenangan ini, Rattanon membawa pulang cek senilai US$180,000 dan siap menghadapi tiga turnamen besar berikutnya, dimulai dari Black Mountain Championship di Thailand minggu depan, diikuti International Series Thailand.
Bagi Gunn, meskipun kembali gagal meraih kemenangan, ia tetap merasa puas. Ini merupakan kali keempatnya finis sebagai runner-up di Asian Tour.
“Ini luar biasa, meskipun hanya peringkat kedua, saya tetap senang,” ujar Gunn.
“Saya merasa lebih percaya diri setelah gagal lolos cut dalam dua turnamen sebelumnya. Saya hanya mencoba bermain simpel dan beberapa kali berhasil membuat putt yang bagus.”
Selain itu, Pavit Tangkamolprasert finis di posisi keenam dengan skor 67, sementara juara bertahan Min Woo Lee dari Australia menutup turnamen di posisi kesembilan dengan skor 66.







Users Today : 372
This Month : 27111
This Year : 82684
Total Users : 363683
Total views : 1044342
0 Comments