Lydia Ko, pegolf muda berbakat asal Selandia Baru, menorehkan sejarah dengan meraih medali emas Olimpiade di Paris.
Setelah mencetak prestasi dengan perak di Rio dan perunggu di Tokyo, Ko kini menyempurnakan koleksi medali Olimpiadenya dengan meraih emas di Le Golf National.
Kemenangan ini sekaligus memastikan dirinya menjadi penerima termuda yang dilantik ke dalam LPGA Hall of Fame, menambah gemerlap perjalanan kariernya yang fenomenal.
Pertarungan selama empat hari di lapangan Le Golf National menjadi ujian berat bagi Ko. Pada hari terakhir, ia sempat unggul lima pukulan hingga hole ke-11.
Namun, drama memuncak ketika Ko melakukan double bogey di hole ke-13, saat penantang terdekatnya, Esther Henseleit, dari Jerman, menyelesaikan permainan dengan spektakuler, mencetak birdie di dua hole terakhir dan membukukan skor 8 under.
Dengan ketenangan luar biasa, Ko menghadapi tekanan di hole ke-18, mencetak birdie yang memastikan kemenangan dengan selisih dua pukulan, menutup turnamen dengan skor -10.
“Saya merasa seperti Cinderella yang menemukan sepatu kaca saya di podium ini,” ungkap Ko dengan penuh haru. “Melengkapi koleksi medali ini adalah impian yang menjadi nyata, tetapi fokus saya selalu pada permainan golf itu sendiri. Saya bahkan menutup akun Instagram saya agar tetap fokus dan tidak terpengaruh oleh hal-hal di luar lapangan.”
Pengalaman di Paris ini juga memberikan kenangan tak terlupakan bagi Ko, yang merasa disambut hangat oleh para penggemar Prancis.
“Para penggemar di sini luar biasa, mereka memperlakukan saya seolah-olah saya salah satu dari mereka. Ini adalah momen puncak dalam hidup saya,” tambah Ko.
Namun, ada kabar yang mungkin mengecewakan bagi para penggemar Lydia Ko.
Pemain berusia 27 tahun ini telah menyatakan bahwa Paris mungkin menjadi Olimpiade terakhirnya, mengingat ia tidak berencana bermain golf setelah usia 30 tahun.
Keputusannya ini membuat kemenangan di Paris menjadi semakin berarti.
Di sisi lain, Lin Xiyu dari Tiongkok meraih perunggu dengan skor 7 under, sementara Henseleit diperkirakan akan debut di Piala Solheim bulan depan.
Sementara itu, Nelly Korda, yang sempat mendominasi awal tahun 2024, mengalami kesulitan dan terlempar dari perebutan medali setelah hanya mencetak 40 di sembilan hole terakhir.
“Akhir-akhir ini, kesalahan demi kesalahan menghantui permainan saya,” kata Korda, mengakui tantangan yang dihadapinya. “Saya harus bisa mengendalikan situasi ini dan berhenti membuat kesalahan beruntun.”
Kemenangan Lydia Ko di Paris menandai puncak kariernya yang cemerlang, menambahnya ke dalam daftar elite pegolf dengan prestasi Olimpiade yang lengkap.









Users Today : 641
This Month : 27380
This Year : 82953
Total Users : 363952
Total views : 1044923
0 Comments