Medinah kembali menjadi panggung comeback besar. Empat belas tahun setelah menjadi saksi kejatuhan Amerika Serikat di Ryder Cup, kali ini lapangan legendaris tersebut menjadi tempat Tim AS membalikkan keadaan secara dramatis untuk menjuarai Presidents Cup 2026.
Tim AS bangkit dari ketertinggalan tiga poin pada hari terakhir untuk menundukkan Tim Internasional 17-13 di Medinah Country Club.
Memasuki 12 pertandingan singles, pasukan Brandt Snedeker tertinggal 7,5-10,5. Situasi tersebut membuat tuan rumah membutuhkan penampilan nyaris sempurna untuk mempertahankan trofi.
Dan itulah yang mereka lakukan.
Tim AS merebut 9,5 dari maksimal 12 poin pada sesi terakhir, lewat sembilan kemenangan dan satu hasil imbang. Tim Internasional hanya mampu mendapatkan dua kemenangan penuh ketika Tom Kim menaklukkan Wyndham Clark 3&2 dan Sungjae Im mengatasi Sam Burns 3&1.
Hasil tersebut sekaligus memperpanjang dominasi Amerika Serikat dengan meraih kemenangan ke-11 secara beruntun di Presidents Cup.
Cameron Young membuka jalan kebangkitan AS dengan menundukkan Ryo Hisatsune 3&2. Pertandingan sempat imbang hingga hole ke-10 sebelum Young memenangkan tiga hole secara beruntun untuk mengambil kendali.
Scottie Scheffler kemudian menambah momentum setelah mengalahkan Nico Echavarria melalui pertandingan yang harus diselesaikan hingga hole tambahan. Kemenangan itu membuat Scheffler menutup Presidents Cup dengan catatan 3-1, performa terbaiknya sepanjang tampil di ajang beregu tersebut.
Salah satu kemenangan paling meyakinkan datang dari Justin Thomas. Setelah belum pernah memenangkan pertandingan singles Presidents Cup sebelumnya, Thomas langsung tancap gas dengan merebut lima dari enam hole pertama sebelum menaklukkan Corey Conners 5&3.
Tekanan terhadap Tim Internasional semakin besar ketika Patrick Cantlay kembali menunjukkan reputasinya sebagai pemain yang sulit ditaklukkan dalam pertandingan beregu.
Cantlay mengalahkan Adam Scott 2&1, dengan salah satu momen terbaik tercipta saat ia memasukkan birdie putt sejauh 57 kaki di hole ke-16.
Chris Gotterup kemudian mengatasi Christiaan Bezuidenhout 1 up sebelum salah satu wajah baru AS, Jackson Koivun, kembali mencuri perhatian.
Rookie berusia 21 tahun tersebut menundukkan Si Woo Kim 2 up dan menyelesaikan debut Presidents Cup tanpa kekalahan dengan rekor 2-0-1.
Collin Morikawa juga membawa pertandingan melawan Hideki Matsuyama hingga hole terakhir. Morikawa akhirnya memastikan kemenangan dengan birdie di hole ke-18.
Xander Schauffele turut menyumbangkan poin setelah mengalahkan Ryan Fox 2&1.
Namun, kehormatan untuk memastikan kemenangan Amerika Serikat jatuh kepada Jacob Bridgeman.
Rookie tersebut tiba di hole ke-18 dengan keunggulan tipis atas Min Woo Lee. Sebuah par cukup untuk memberikan kemenangan 1 up sekaligus memastikan Tim AS melewati angka yang dibutuhkan untuk mempertahankan Presidents Cup.
Momen itu melengkapi comeback terbesar dalam sejarah Presidents Cup.
Bagi kapten AS Brandt Snedeker, kemenangan di Medinah memiliki arti tersendiri.
Empat belas tahun sebelumnya, Snedeker merupakan anggota Tim AS pada Ryder Cup 2012 ketika Amerika memulai hari terakhir dengan keunggulan 10-6, tetapi akhirnya kalah 13,5-14,5 setelah Eropa menghasilkan comeback yang kemudian dikenal sebagai “Miracle at Medinah”.
Kali ini, ceritanya berbalik.
Snedeker justru berada di sisi tim yang mengejar ketertinggalan dan menyaksikan para pemainnya menghasilkan salah satu sesi singles paling dominan dalam sejarah Presidents Cup.
“Saya sangat bangga kepada mereka. Mereka saling berjuang dan menyelesaikannya seperti yang belum pernah saya lihat sebelumnya,” kata Snedeker.
Medinah pun kembali melahirkan comeback besar dalam golf beregu. Bedanya, kali ini Amerika Serikat yang pulang membawa trofi.









Users Today : 1489
This Month : 4761
This Year : 384175
Total Users : 665174
Total views : 1493028
0 Comments