Lapangan golf pada 2026 bukan lagi sekadar tempat memamerkan kemampuan memainkan stik. Dari turnamen major hingga Presidents Cup, fairway juga semakin menjadi panggung fashion dengan gaya yang bergerak menjauh dari pakaian golf serba ketat dan penuh motif menuju tampilan yang lebih santai, klasik, tetapi tetap fungsional.
Tren itu terlihat jelas pada Presidents Cup 2026 di Medinah Country Club, Amerika Serikat, pekan ini. Seragam Amerika Serikat dan Tim Internasional yang dibuat B. Draddy memilih pendekatan yang jauh lebih sederhana: polo dengan detail minimalis, celana berwarna netral, rompi, quarter-zip hingga sweater kasmir. Zero Restriction melengkapinya dengan koleksi outerwear tahan angin dan hujan.
Gaya tersebut semakin menguatkan istilah quiet luxury dalam fashion golf. Alih-alih logo besar atau motif ramai, perhatian diarahkan kepada kualitas bahan, tekstur, potongan, serta warna klasik seperti navy, hitam, abu-abu, beige dan putih.
Namun, sederhana bukan berarti membosankan. Sepanjang musim 2026, sejumlah turnamen besar justru menunjukkan bagaimana detail kecil menjadi pembeda.
Pada Masters, misalnya, polo berbahan jacquard tonal muncul sebagai salah satu tren. Motifnya nyaris tidak terlihat dari kejauhan, tetapi memberikan tekstur ketika dilihat lebih dekat. Pada saat yang sama, color blocking bernuansa retro kembali muncul dengan pendekatan yang lebih bersih dibanding era 1990-an maupun awal 2000-an.
Perubahan paling mudah terlihat justru berada pada bagian bawah.
Celana golf yang selama bertahun-tahun identik dengan potongan slim mulai bergeser menuju siluet yang lebih lebar. Celana berlipit atau pleated pants kembali mendapat tempat, begitu pula straight-leg trousers yang memberi ruang gerak lebih luas sekaligus menghadirkan kesan klasik.
Tren tersebut terlihat sepanjang The Open 2026 di Royal Birkdale. Rasmus Højgaard termasuk pemain yang menggunakan celana single-pleat, sedangkan Jason Day bersama Malbon kembali membawa nuansa Tour era 1980-an melalui polo berkantong di dada, celana straight-leg, dan visor bermahkota tinggi.
Artinya, pakaian golf kini tidak harus terlihat seperti pakaian olahraga murni.
Batas antara busana lapangan dan pakaian sehari-hari semakin tipis. Knit polo, sweater, vest, hoodie hingga jaket bergaya kasual semakin mudah ditemukan di lapangan. Bahkan memasuki musim gugur, wind jacket bergaya retro mulai kembali menggantikan dominasi technical quarter-zip yang hampir satu dekade menjadi pilihan utama pegolf.
Arah serupa terlihat pada koleksi berbagai produsen golf. Callaway, misalnya, membawa tema “remix” pada koleksi Spring/Summer 2026 dengan menggabungkan nuansa retro dan sportswear. Potongan lebih longgar dipadukan dengan pleated skirt, knit vest hingga cargo pants, tetapi tetap menggunakan material teknis untuk membantu sirkulasi udara dan menjaga kenyamanan saat bermain.
Fashion golf wanita berkembang lebih berani lagi.
KPMG Women’s PGA Championship 2026 memperlihatkan semakin besarnya ruang bagi para pegolf untuk menunjukkan karakter masing-masing melalui warna, siluet hingga cara melakukan layering. PGA menilai perkembangan fashion pada golf wanita bahkan menjadi salah satu yang paling dinamis dalam beberapa musim terakhir karena merek dan pemain sama-sama lebih berani bereksperimen.
Meski begitu, fungsi tetap menjadi syarat utama.
Golf dimainkan selama beberapa jam dengan kondisi cuaca yang dapat berubah. Karena itu, bahan ringan, breathable, stretch, perlindungan terhadap angin maupun hujan tetap menjadi bagian penting. Bedanya, teknologi tersebut kini semakin tersembunyi di balik desain yang terlihat seperti pakaian lifestyle.
Perubahan itu turut terlihat pada PGA Show 2026. Fashion Show dalam pameran industri golf tersebut menempatkan Rhone sebagai pilihan terbaik untuk kategori merek pria, A. Putnam untuk wanita, serta Bubble Lifestyle sebagai best dressed. Keberadaan fashion show sendiri memperlihatkan bagaimana apparel telah menjadi bagian penting dari industri golf modern, tidak lagi sekadar pelengkap stik, bola, atau sepatu.
Jadi, jika beberapa tahun lalu formula berpakaian golf relatif sederhana—polo slim-fit, celana teknis dan quarter-zip—2026 menawarkan ruang yang jauh lebih luas.
Pegolf bisa mengenakan celana berlipit, knit polo, sweater, wind jacket atau warna-warna klasik tanpa terlihat ketinggalan zaman. Fashion golf seperti kembali menengok masa lalu, tetapi membawanya ke lapangan dengan material dan teknologi masa kini.
Dan mungkin itulah tren terbesarnya: pakaian golf kini tidak harus hanya cocok dipakai untuk bermain golf.








Users Today : 2040
This Month : 49507
This Year : 372614
Total Users : 653613
Total views : 1469168
0 Comments