Jacob Bridgeman menampilkan salah satu putaran terbaik dalam kariernya untuk membalikkan keadaan dan menjuarai Biltmore Championship Asheville, Minggu (20/9).
Memulai ronde final dengan tertinggal lima pukulan, Bridgeman tampil agresif di The Cliffs at Walnut Grove dan mencetak 10-under 61, skor terbaiknya sepanjang berkarier di PGA Tour.
Pegolf berusia 26 tahun tersebut menutup turnamen dengan total 26-under 258, unggul dua pukulan atas Ben James yang harus puas menjadi runner-up.
Kemenangan itu menjadi gelar PGA Tour kedua Bridgeman musim ini setelah sebelumnya menjuarai Genesis Invitational di Riviera.
Hasil tersebut sekaligus menempatkan pemain asal South Carolina itu sebagai pegolf keenam yang mampu mengoleksi lebih dari satu kemenangan di PGA Tour musim ini.
Lebih istimewa lagi, gelar di Asheville diraih hanya beberapa hari sebelum Bridgeman bergabung dengan tim Amerika Serikat untuk Presidents Cup di kawasan Chicago. Ia masuk skuad melalui pilihan kapten.
Bridgeman tampil nyaris tanpa cela sepanjang ronde final.
Ia menghasilkan delapan birdie dan satu eagle dalam kondisi lapangan yang lebih lunak setelah diguyur hujan. Namun, bukan hanya rentetan birdie yang menentukan kemenangan tersebut.
Dua penyelamatan par di hole 11 dan 12 menjadi momentum penting yang menjaga lajunya.
Pada hole ke-11, Bridgeman memasukkan putt sejauh 13 kaki untuk mempertahankan par. Di hole berikutnya, ia dua kali menemukan bunker tetapi kembali lolos dari masalah setelah memasukkan putt par dari jarak sekitar 12 kaki.
Selepas dua penyelamatan tersebut, Bridgeman justru semakin panas.
Ia mencetak tiga birdie berturut-turut untuk membuka jarak dari para pesaing dan mulai mengambil kendali turnamen.
Bridgeman bahkan memiliki dua peluang eagle dari jarak sekitar 10 kaki dan 20 kaki di hole-hole akhir. Meski gagal dikonversi, kedua kesempatan itu tetap berbuah birdie dan menjaga keunggulannya hingga akhir.
Ben James sebenarnya memberikan tekanan hebat.
James membuat birdie pada tiga dari empat hole terakhir dan turut mencetak 61. Itu menjadi ronde 61 keduanya secara beruntun, tetapi total 24-under masih membuatnya tertinggal dua pukulan dari Bridgeman.
Sementara itu, Neal Shipley yang memasuki ronde final sebagai pemimpin setelah 54 hole gagal mempertahankan momentum.
Shipley harus menunggu hingga hole kedelapan, sebuah par-5, untuk mencetak birdie pertamanya. Ia akhirnya membukukan 69 dan finis di posisi ketiga bersama Ricky Castillo yang mencetak 65.
Keduanya mengakhiri turnamen dengan selisih tiga pukulan dari sang juara.
Hasil tersebut tetap penting bagi Shipley dalam persaingan FedEx Cup Fall. Ia tiba di Asheville dengan menempati peringkat ke-183 dan kemudian naik ke posisi ke-135 setelah finis ketiga.
Biltmore Championship menjadi turnamen pertama dari delapan rangkaian FedEx Cup Fall yang akan menentukan 100 pemain yang mempertahankan status penuh PGA Tour untuk musim 2027.
Performa impresif juga ditunjukkan Jackson Koivun.
Pegolf berusia 21 tahun yang baru menjalani debut profesional pada awal Juli dan meraih kemenangan pada start ketiganya tersebut finis imbang di posisi kelima setelah mencatat 63 dan 65 pada dua ronde terakhir.
Bagi Bridgeman, kemenangan di Asheville terasa semakin spesial karena diraih di hadapan keluarganya.
Orang tua, mertua, serta sejumlah anggota keluarganya hadir langsung menyaksikan putaran final dan perayaan gelar keduanya musim ini.
“Saya pikir mereka ingin saya menang di depan mereka. Saya tidak menyangka itu akan terjadi secepat ini. Saya sangat senang,” kata Bridgeman.
Dari tertinggal lima pukulan hingga mengangkat trofi dengan putaran 61, Bridgeman kini membawa momentum terbaik menuju Presidents Cup.









Users Today : 2007
This Month : 49474
This Year : 372581
Total Users : 653580
Total views : 1469059
0 Comments