Latihan golf kini semakin tidak hanya mengandalkan feeling.
Data mengenai kecepatan swing, jarak pukulan, hingga karakter ball flight semakin banyak digunakan pegolf untuk memahami permainan mereka. Tren itulah yang kini dibidik perusahaan teknologi golf asal Skotlandia, Shot Scope, dengan resmi memperluas pasarnya ke Indonesia.
Shot Scope menggandeng Leonian Golf Indonesia sebagai mitra eksklusif untuk distribusi sekaligus pengembangan brand di pasar nasional.
Salah satu produk yang menjadi ujung tombak ekspansi tersebut adalah LM1 Launch Monitor, perangkat compact yang memberikan informasi swing dan ball flight secara real-time.
Perangkat ini dirancang agar dapat digunakan di driving range, simulator indoor maupun sesi latihan di rumah, sehingga pegolf bisa melihat hasil setiap pukulan dengan pendekatan yang lebih terukur.
Masuknya Shot Scope ke Indonesia juga menjadi bagian dari ekspansi perusahaan tersebut di Asia Tenggara.
CEO Shot Scope David Hunter melihat semakin banyak pegolf di kawasan ini yang mulai menggunakan teknologi untuk memahami permainan mereka, baik ketika bermain di lapangan maupun saat berlatih.
“Kami melihat semakin banyak pegolf di Asia Tenggara yang semakin tertarik menggunakan teknologi untuk memahami permainan mereka dengan lebih baik, baik di lapangan maupun simulator,” ujar Hunter.
Menurutnya, kebutuhan pegolf terhadap teknologi juga mulai berubah. Perangkat bukan hanya dituntut mampu menghasilkan banyak data, tetapi juga harus praktis dan mudah digunakan.
“Pegolf saat ini menginginkan perangkat yang powerful sekaligus mudah digunakan. Mulai dari strategi bermain, kontrol jarak, hingga insight dari sesi latihan,” katanya.
Indonesia dan Tren Golf Berbasis Data
Perkembangan driving range dan simulator golf ikut menciptakan ruang baru bagi teknologi latihan berbasis data.
Pegolf kini dapat melihat angka dari setiap pukulan, membandingkan performa antar-klub, hingga mengetahui pola permainan yang sebelumnya lebih banyak dinilai berdasarkan feeling.
CEO Leonian Golf Indonesia Erwin Wijaya melihat kecenderungan serupa mulai semakin terasa di Indonesia.
“Pegolf Indonesia semakin terbuka terhadap latihan berbasis data, mulai dari driving range hingga on-course, dan Shot Scope hadir di momentum yang tepat,” kata Erwin.
LM1 menjadi salah satu perangkat yang diharapkan menjawab kebutuhan tersebut.
Menurut Erwin, kombinasi akurasi, portabilitas dan value menjadi daya tarik utama launch monitor tersebut bagi pegolf yang ingin mulai menggunakan data dalam latihan tanpa harus berhadapan dengan sistem yang terlalu rumit.
“LM1 Launch Monitor memberikan kombinasi yang tepat antara akurasi, portabilitas, dan value,” ujarnya.
Namun, Shot Scope tidak hanya datang membawa launch monitor.
Perusahaan yang bermula dari teknologi pelacakan permainan di lapangan itu kini memiliki ekosistem produk yang lebih luas, mulai dari GPS golf watch, laser rangefinder hingga shot tracking.
Produk-produk tersebut memungkinkan pegolf mengumpulkan informasi permainan dari latihan hingga ketika berada di lapangan.
Shot Scope juga mempertahankan konsep tanpa biaya berlangganan untuk akses data performa dan analitik. Pendekatan ini memungkinkan pengguna terus menggunakan data permainan tanpa biaya langganan tambahan.
Selain perangkat keras, perusahaan tersebut mengembangkan pemetaan lapangan golf yang digunakan untuk membantu memberikan informasi jarak dan panduan permainan di berbagai lapangan.
Ekspansi ke Indonesia menjadi bagian dari pertumbuhan Shot Scope di Asia. Produk perusahaan tersebut kini telah tersedia di sejumlah pasar seperti Singapura, Thailand, Malaysia, China, Taiwan dan Hong Kong.
Dengan Leonian sebagai mitra lokal, Shot Scope kini mencoba mengambil bagian dari perubahan cara pegolf Indonesia berlatih.
Karena ketika semakin banyak pemain ingin mengetahui bukan sekadar ke mana bola pergi, tetapi juga mengapa bola pergi ke sana, data perlahan menjadi bagian penting dari permainan golf modern.








Users Today : 1861
This Month : 49328
This Year : 372435
Total Users : 653434
Total views : 1468615
0 Comments