Green Jacket, Magnolia Lane dan Amen Corner mungkin menjadi tiga hal yang langsung muncul ketika berbicara tentang The Masters.
Namun bagi mereka yang pernah masuk ke Augusta National, ada satu tradisi lain yang tidak kalah terkenal.
Bukan soal golf.
Melainkan pimento cheese sandwich.
Dua potong roti putih dengan isian keju, mayones dan pimento itu telah berkembang menjadi salah satu makanan paling identik dengan turnamen golf paling prestisius di dunia.
Lebih menarik lagi, ketika harga makanan di arena olahraga modern terus meningkat, satu pimento cheese sandwich di Augusta National masih dijual hanya 1,50 dolar AS pada Masters 2026.
Harga tersebut telah bertahan sejak 2002.
Di sebuah turnamen yang tiketnya sangat sulit didapat dan merchandise-nya diburu penggemar dari seluruh dunia, sandwich sederhana dengan harga kurang dari dua dolar justru menjadi bagian kuat dari identitas Masters.
Resep Rahasia yang Sempat Hilang
Cerita pimento cheese di Augusta juga mempunyai sejarah yang menarik.
Menurut GOLF.com, salah satu tokoh awal di balik sandwich tersebut adalah Hodges Herndon, yang bersama istrinya membuat makanan untuk Augusta National sejak era awal turnamen.
Ketika kebutuhan produksi semakin besar, proses pembuatan kemudian beralih kepada katering lokal.
Nick Rangos menjadi nama yang sangat lekat dengan pimento cheese Masters dan memasok isian sandwich selama bertahun-tahun.
Kemudian produksi beralih kepada Ted Godfrey dari jaringan restoran lokal WifeSaver.
Ada satu masalah ketika pergantian terjadi.
Resep sebelumnya tidak ikut berpindah tangan.
Godfrey harus mencoba berbagai kombinasi untuk menghasilkan rasa yang mendekati versi lama.
Golf Digest pernah melaporkan dia menguji lebih dari 30 jenis keju sebelum mendapatkan formulasi yang dianggap sesuai.
Ketika Augusta National akhirnya membawa produksi makanan sepenuhnya ke dalam operasinya sendiri pada 2013, cerita serupa kembali muncul.
Resep sebelumnya kembali tidak diserahkan.
Pimento cheese baru Augusta kemudian memiliki sedikit perbedaan rasa dan tekstur yang bahkan menjadi perbincangan pengunjung Masters.
Kenapa Begitu Ikonik?
Secara kuliner, pimento cheese sebenarnya tidak rumit.
Versi dasarnya merupakan campuran keju, mayones dan paprika pimento.
Makanan tersebut mempunyai akar kuat dalam budaya kuliner wilayah Selatan Amerika Serikat.
Tetapi di Augusta National, makanan sederhana itu berubah menjadi ritual.
Pengunjung bisa menonton pemain terbaik dunia di lapangan yang hampir tidak pernah dibuka untuk publik, kemudian berjalan ke concession stand dan membeli sandwich ikonik dengan harga yang terasa berasal dari era berbeda.
Bahkan pada Masters 2026, ketika beberapa menu mengalami kenaikan harga dan Augusta memperkenalkan Masters Candy Bar, harga pimento cheese tetap bertahan di 1,50 dolar AS.
Pimento cheese juga bukan satu-satunya makanan yang memiliki penggemar fanatik.
Egg salad sandwich dijual dengan harga sama, sementara Georgia peach ice cream sandwich juga menjadi favorit pengunjung.
Namun pimento cheese tetap memiliki status khusus.
Masters bahkan memasukkannya bersama Green Jacket, Amen Corner dan Magnolia Lane dalam materi aktivitas resmi turnamen untuk penggemar.
Mungkin itulah alasan makanan tersebut bertahan sebagai ikon.
Augusta National dikenal karena menjaga tradisi, dan pimento cheese merupakan representasi sempurna dari filosofi itu.
Sederhana, tidak banyak berubah, tidak dibuat mewah hanya karena berada di panggung besar.
Di tempat di mana sebuah Green Jacket bisa membuat seorang pegolf dikenang selamanya, ternyata dua lembar roti putih dan pimento cheese juga mampu membangun legenda sendiri.









Users Today : 1381
This Month : 3077
This Year : 382491
Total Users : 663490
Total views : 1489398
0 Comments