Golf mengambil bagian dalam peringatan 21 tahun perdamaian Aceh melalui Turnamen Golf M. Nasir Djamil yang digelar di Aceh Golf Course Lhoknga, Aceh Besar, Sabtu (29/8).
Sebanyak 93 pegolf mengikuti turnamen bertema “Semangat Kemerdekaan, Harmoni dalam Perdamaian” yang sekaligus menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Lebih dari sekadar kompetisi, turnamen tersebut membawa pesan bahwa olahraga dapat menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi dan kebersamaan setelah lebih dari dua dekade perdamaian berlangsung di Aceh.
Ketua Panitia sekaligus Pengelola Aceh Golf Course Lhoknga Dedi Sumardi Nurdin mengatakan golf dipilih sebagai salah satu kegiatan positif untuk mengisi momentum tersebut.
“Alhamdulillah, turnamen berjalan sukses dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini bukan semata-mata tentang golf, tetapi menjadi bagian dari cara kita merawat silaturahmi dan mengisi perdamaian Aceh melalui kegiatan yang positif dan produktif,” kata Dedi.
Turnamen yang digagas anggota Komisi III DPR RI M. Nasir Djamil itu berlangsung dengan panorama kawasan Lhoknga yang menjadi salah satu daya tarik utama lapangan.
Menurut Dedi, kondisi Aceh yang telah memasuki tahun ke-21 perdamaian juga membuka peluang lebih besar bagi pengembangan sektor olahraga dan pariwisata.
“Perdamaian merupakan modal yang sangat berharga bagi Aceh. Setelah 21 tahun damai, tugas kita bersama adalah memastikan perdamaian memberikan ruang yang semakin besar bagi pembangunan, pariwisata, investasi, olahraga, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Lhoknga Punya Potensi Sport Tourism
Selain membawa pesan perdamaian, turnamen tersebut juga menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi Aceh Golf Course Lhoknga sebagai destinasi golf.
Dedi menilai lokasi lapangan yang dikelilingi panorama alam Lhoknga memberikan nilai tambah yang dapat dikembangkan untuk menarik pegolf dari luar daerah.
Ke depan, Aceh Golf Course Lhoknga diharapkan dapat menjadi tuan rumah lebih banyak turnamen berskala regional maupun nasional.
Pengembangan tersebut dinilai sejalan dengan potensi sport tourism Aceh yang tidak hanya mengandalkan destinasi wisata alam, tetapi juga kegiatan olahraga sebagai daya tarik bagi wisatawan.
“Golf dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memperkenalkan pariwisata sekaligus membangun kepercayaan investasi terhadap Aceh,” kata Dedi.
Turnamen golf, menurut dia, juga memberikan kesempatan untuk memperlihatkan kondisi Aceh kepada komunitas olahraga, wisatawan, investor, hingga penyelenggara kegiatan dari luar daerah.
Semakin banyak event olahraga digelar, semakin besar pula peluang Aceh untuk menarik kunjungan sekaligus memperluas aktivitas ekonomi yang menyertainya.
Golf dan Pesan Perdamaian
Turnamen Golf M. Nasir Djamil tahun ini pada akhirnya tidak hanya menghasilkan persaingan di lapangan.
Pertemuan 93 pegolf di Lhoknga menjadi bagian dari pesan yang lebih luas tentang bagaimana perdamaian dapat diisi melalui kegiatan olahraga, pariwisata, serta interaksi antarmasyarakat.
Dengan lanskap alam yang dimilikinya, Aceh Golf Course Lhoknga pun memiliki peluang untuk memainkan peran lebih besar dalam pertumbuhan golf dan sport tourism Aceh pada masa mendatang.








Users Today : 1861
This Month : 49328
This Year : 372435
Total Users : 653434
Total views : 1468614
0 Comments