Harapan penggemar untuk melihat kembalinya Tiger Woods di Masters Tournament tahun ini tampaknya semakin menipis.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan meyakini legenda golf tersebut tidak akan tampil di Augusta National.
Dalam wawancara pada 26 Maret, Trump menyebut bahwa meskipun Woods kemungkinan hadir di lokasi turnamen, ia tidak melihat peluang sang juara 15 major itu benar-benar turun bertanding.
“Saya menyukai Tiger, tetapi dia tidak akan ada di sana. Yah, dia akan ada di sana, tetapi dia tidak akan bermain di dalamnya,” kata Trump.
Cedera masih jadi penghalang
Pernyataan tersebut muncul di tengah perjuangan panjang Woods untuk kembali ke kompetisi setelah serangkaian cedera serius. Pegolf berusia 50 tahun itu diketahui masih dalam proses pemulihan setelah menjalani operasi tulang belakang pada Oktober tahun lalu, hanya beberapa bulan setelah mengalami ruptur tendon Achilles kiri.
Kondisi fisik menjadi tantangan terbesar bagi Woods, yang belum tampil di turnamen PGA Tour sejak penampilannya di The Open Championship 2024.
Dalam penampilan terbarunya di liga simulator TGL, Woods hanya memainkan sembilan pukulan saat membela tim Jupiter Links dalam final melawan Los Angeles Golf Club, yang akhirnya keluar sebagai juara.
Meski demikian, Woods menegaskan tekadnya untuk terus mencoba kembali ke level tertinggi.
“Seperti yang saya katakan, saya sudah berusaha. Tubuh saya sekarang tidak pulih seperti saat saya berusia 24 atau 25 tahun,” kata Woods.
“Tapi saya terus berusaha. Saya ingin bermain. Saya menyukai turnamen ini.”
Hubungan personal dengan Trump
Trump dan Woods diketahui memiliki hubungan personal yang cukup dekat. Keduanya beberapa kali bermain golf bersama, dan pada 2019 Trump menganugerahkan Presidential Medal of Freedom kepada Woods setelah kemenangan emosionalnya di Masters Tournament tahun tersebut.
Dalam kehidupan pribadinya, Woods juga dikabarkan menjalin hubungan dengan Vanessa Trump, mantan istri Donald Trump Jr.
Masters tanpa prediksi Trump
Ketika ditanya soal siapa favorit juara Masters yang akan dimulai pada 9 April, Trump memilih tidak memberikan prediksi.
“Mereka semua pemain hebat. Sulit bagi saya. Kalau saya memilih satu nama, saya bisa punya banyak ‘musuh’,” ujarnya.
Absennya Woods, jika benar terjadi, tentu akan menjadi kehilangan besar bagi Masters. Sejak kemenangan bersejarahnya pada 2019, setiap kemungkinan comeback Woods selalu menjadi salah satu cerita utama yang dinantikan publik golf dunia.
Kini, dengan kondisi fisik yang masih belum sepenuhnya pulih, pertanyaan terbesar bukan lagi soal peluang juara Woods, tetapi apakah salah satu ikon terbesar golf modern itu masih bisa kembali bersaing di panggung major.









Users Today : 287
This Month : 25011
This Year : 80584
Total Users : 361583
Total views : 1038222
0 Comments