27/03/2026
by rudy iskandar

Golf Virtual Kian Mengancam Dominasi Lapangan Tradisional, Masa Depan Olahraga Ini Bisa Berpindah ke Dalam Ruangan?

Perkembangan teknologi perlahan mulai mengubah cara orang bermain golf. Jika dulu permainan identik dengan hamparan fairway luas dan green alami, kini simulator golf dalam ruangan justru diprediksi akan mengambil porsi…...
"

Start reading

Perkembangan teknologi perlahan mulai mengubah cara orang bermain golf. Jika dulu permainan identik dengan hamparan fairway luas dan green alami, kini simulator golf dalam ruangan justru diprediksi akan mengambil porsi lebih besar dalam jumlah permainan secara global.

Sejumlah perusahaan teknologi golf bahkan memperkirakan bahwa pada 2028 jumlah ronde golf virtual di Inggris bisa melampaui ronde yang dimainkan di lapangan sebenarnya. Secara global, sekitar 80 persen permainan golf disebut berpotensi berlangsung secara virtual dalam beberapa tahun ke depan.

Prediksi ini bukan tanpa dasar. Di South Korea, tren tersebut bahkan sudah terjadi hampir satu dekade lalu ketika popularitas screen golf melampaui golf konvensional di lapangan terbuka.

Teknologi jadi pintu masuk generasi baru ke golf

Transformasi ini tidak lepas dari peran perusahaan teknologi seperti TrackMan, Toptracer, dan Golfzon yang menghadirkan pengalaman bermain berbasis data, simulasi lapangan terkenal, hingga fitur permainan interaktif.

Data dari The R&A menunjukkan bahwa secara global kini semakin banyak orang memainkan golf di luar lapangan (off-course) dibandingkan golf tradisional di lapangan (on-course).

Format non-tradisional seperti simulator, driving range interaktif, hingga pitch and putt kini menjadi jalur baru untuk memperkenalkan golf kepada pemain pemula.

Chief Executive The R&A Mark Darbon menyebut tren ini justru membantu meningkatkan partisipasi golf secara global.

“Pertumbuhan format non-tradisional membantu meningkatkan partisipasi baik di kalangan dewasa maupun junior, sekaligus menjadi pintu masuk penting menuju golf,” ujarnya.

Bahkan bintang PGA Tour ikut terlibat

Perkembangan golf indoor juga mendapat legitimasi dari pemain profesional. Bintang seperti Tiger Woods dan Rory McIlroy bahkan ikut mengembangkan liga golf indoor futuristik bernama TGL.

Liga ini menghadirkan konsep kompetisi tim dengan layar simulator raksasa berteknologi tinggi, menciptakan pengalaman baru yang menggabungkan unsur olahraga, hiburan, dan teknologi.

Simulator golf juga membuka peluang unik. Pegolf asal Skotlandia Gavin Macpherson misalnya, berhasil lolos ke turnamen profesional NSW Open di Australia setelah memenangi turnamen berbasis simulator.

Bukan pengganti, tapi pelengkap

Meski pertumbuhannya pesat, golf virtual belum sepenuhnya menggantikan golf tradisional. Data di Britania Raya menunjukkan tahun 2025 justru mencatat sekitar 90 juta ronde golf dimainkan di lapangan, tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Sebagian besar pemain menggunakan simulator bukan untuk bermain 18 hole penuh, tetapi untuk:

  • Analisis ayunan (swing analysis)
  • Latihan teknik
  • Pelajaran golf
  • Bermain secara sosial
  • Mencoba hole ikonik dunia

Banyak pegolf juga mengombinasikan kedua format tersebut. Di Inggris dan Irlandia, sekitar 82 persen pegolf tradisional tercatat pernah mencoba format alternatif.

Solusi untuk kota besar dan generasi muda

Simulator golf juga dianggap solusi bagi kota besar yang memiliki keterbatasan lahan. Selain itu, format ini dinilai lebih menarik bagi generasi muda yang terbiasa dengan teknologi dan pengalaman digital.

Data menunjukkan sekitar 60 persen dari 108 juta pegolf global (di luar Amerika Serikat dan Meksiko) kini memainkan format selain ronde tradisional 9 atau 18 hole. Angka ini bahkan mencapai 80 persen di kalangan remaja.

Selain faktor akses, unsur hiburan juga menjadi daya tarik. Banyak fasilitas simulator kini menggabungkan golf dengan konsep sosial seperti kafe, musik, hingga hiburan interaktif.

Masa depan golf: lebih cepat dan lebih sosial

Salah satu keunggulan utama golf indoor adalah efisiensi waktu. Jika bermain di lapangan bisa memakan waktu hingga lima jam, simulator memungkinkan pengalaman bermain dipadatkan menjadi sekitar satu jam.

Beberapa penyedia bahkan menghilangkan putting tradisional untuk menjaga tempo permainan tetap cepat. Sebagai gantinya, hasil putting dihitung secara otomatis berdasarkan jarak ke hole.

Pendekatan ini membuat golf lebih kasual dan mudah diakses, terutama bagi pemain rekreasional.

Teknologi akan terus mendorong perubahan

Inovasi terus berkembang, mulai dari pelacakan bola berbasis sensor optik, data performa real-time ke ponsel, hingga gamifikasi yang membuat latihan terasa seperti bermain video game.

Bagi industri golf, perkembangan ini bukan ancaman, melainkan evolusi.

Golf mungkin tidak akan sepenuhnya berpindah ke dalam ruangan. Namun satu hal mulai terlihat jelas: masa depan golf kemungkinan bukan soal memilih antara lapangan atau simulator, melainkan bagaimana keduanya saling melengkapi untuk memperluas ekosistem olahraga ini.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pick your next post

Contact Us

Address : Jl. Media No.88 - Jakarta Barat - 18789 - INDONESIA
______________________________
Email : halo@golftimes.id
Office : 0812-3456-7890
Advertising Info : 0811-1967-688

Information

  • Redaksi
  • Karir
  • Media Partner
  • Info Iklan

Categories

News
Profile
Junior & Amatir
Video
Tips & Tricks

343324
Users Today : 32
This Month : 6752
This Year : 62325
Total Users : 343324
Total views : 1001839