Drama sengit tersaji pada putaran final Arnold Palmer Invitational ketika pegolf muda Amerika Serikat Akshay Bhatia mengalahkan kompatriotnya Daniel Berger melalui satu hole playoff untuk merebut gelar bergengsi di Bay Hill, Minggu (8/3).
Kemenangan tersebut menjadi salah satu momen terbesar dalam karier Bhatia yang baru berusia 24 tahun. Pegolf kidal yang dikenal dengan gaya bermain agresif itu menunjukkan mental kuat setelah sempat tertinggal jauh di awal putaran final.
Pada paruh pertama pertandingan, Berger tampak berada di jalur kemenangan. Ia memimpin hingga empat pukulan pada sembilan hole pertama dan terlihat mengendalikan jalannya turnamen.
Namun Bhatia bangkit dengan impresif. Ia mencatat empat birdie beruntun yang membuat persaingan kembali terbuka dan tekanan berbalik kepada Berger.
Memasuki hole ke-15, Berger sempat kembali memperlebar jarak setelah Bhatia gagal menyelamatkan par. Saat itu keduanya bahkan sempat diingatkan oleh ofisial turnamen untuk mempercepat tempo permainan.
Momentum kemudian berubah drastis di hole par lima ke-16. Bhatia melakukan pukulan pendekatan yang luar biasa untuk membuka peluang eagle, sekaligus memangkas selisih skor menjadi satu pukulan. Pukulan tersebut menjadi salah satu yang terbaik sepanjang turnamen.
Drama semakin memuncak di hole terakhir. Berger sempat berada dalam posisi sulit setelah pukulannya mendarat di rumput tebal dan hanya mampu melakukan chip pendek menuju green.
Di sisi lain, Bhatia yang berada di fairway juga menghadapi situasi menegangkan ketika bolanya memantul dari bebatuan di dekat area green dan rintangan air. Ia kemudian melakukan chip untuk menempatkan bola tepat di luar green.
Berger masih memiliki kesempatan memaksakan playoff melalui putt dari jarak sekitar 14 kaki—dan ia berhasil melakukannya untuk menutup 72 hole dengan total 15-under par, skor terbaik bersama Bhatia.
Playoff berlangsung dramatis. Berger mencapai green tetapi masih menyisakan putt panjang sekitar 99 kaki. Situasi tersebut terbukti sulit, dan ia akhirnya melakukan tiga putt.
Sebaliknya, Bhatia tampil lebih tenang. Ia menyelesaikan dua putt dari jarak sekitar 25 kaki untuk memastikan kemenangan terbesar dalam karier profesionalnya.
Hasil ini tentu terasa menyakitkan bagi Berger yang sebelumnya memimpin hampir sepanjang hari dan berpeluang menjadi juara wire-to-wire pertama turnamen tersebut dalam satu dekade.
Di papan klasemen, pegolf Swedia Ludvig Åberg mencatatkan skor 67 pada putaran terakhir untuk berbagi posisi ketiga dengan Cameron Young di total 12-under par.
Sementara itu Collin Morikawa kembali berada dalam persaingan dan finis di posisi kelima, meski kehilangan satu pukulan di hole terakhir yang mengingatkan pada kegagalannya pada edisi sebelumnya.
Penampilan positif juga ditunjukkan Rickie Fowler yang finis di 10 besar bersama pegolf Inggris Harry Hall dengan skor delapan di bawah par.
Di sisi lain, pekan yang kurang memuaskan dialami pegolf nomor satu dunia Scottie Scheffler yang menutup turnamen dengan skor 73 dan total dua di bawah par, sejajar dengan Robert MacIntyre.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Bhatia menjelang turnamen besar berikutnya di kalender PGA Tour, yakni The Players Championship yang akan berlangsung di TPC Sawgrass.







Users Today : 43
This Month : 6763
This Year : 62336
Total Users : 343335
Total views : 1001928
0 Comments