Di tengah atmosfer prestisius Genesis Invitational, satu momen menjadi penanda lahirnya bintang baru.
Jacob Bridgeman akhirnya meraih kemenangan PGA Tour pertamanya—dan ia melakukannya di panggung besar, di hadapan idolanya sendiri, Tiger Woods.
Dengan keunggulan enam pukulan menjelang putaran final di Riviera Country Club, Bridgeman sebenarnya berada dalam posisi nyaman. Namun tekanan berbeda terasa karena satu alasan: Woods, tuan rumah turnamen, akan menjadi orang yang menyerahkan trofi.
“Mengetahui bahwa dialah yang akan menunggu untuk berjabat tangan dengan pemenang membuat saya sedikit lebih gugup,” ujar Bridgeman. “Saat dia di puncak kariernya, saya masih belajar berbicara, berjalan, dan bermain golf. Saya masih agak kagum padanya.”
Nyaris Kehilangan, Lalu Bertahan
Minggu (22/2) menjadi ujian mental sesungguhnya bagi pegolf 26 tahun tersebut. Ia menutup putaran final dengan skor 72 (even par), cukup untuk mempertahankan kemenangan satu pukulan atas Rory McIlroy dan Kurt Kitayama.
Padahal, keunggulan tujuh pukulan dengan 12 hole tersisa sempat membuat segalanya terlihat mudah.
“Saya pikir ini akan jauh lebih mudah,” kata Bridgeman jujur. “Sampai hole ke-16 semuanya terasa terkendali, lalu tiba-tiba menjadi sangat sulit.”
Bogey di hole ke-16 memangkas jarak menjadi satu pukulan. Kitayama menutup dengan 64, sementara McIlroy menciptakan momen spektakuler lewat birdie dari bunker 34 yard di hole ke-12 dan putt 40 kaki di hole ke-18 untuk skor 67. Namun dua par terakhir Bridgeman sudah cukup.
“Saya punya satu hal,” ucapnya merujuk pada kemenangan itu. “Dia (Woods) punya semua yang lain, tapi saya punya satu.”
Bukan Kemenangan Kebetulan
Bagi yang mengikuti perjalanan kariernya, kemenangan ini bukan kejutan besar. Bridgeman adalah salah satu produk terbaik dalam sejarah Clemson. Ia tiga kali juara negara bagian Kelas AAA South Carolina, menyamai rekor sekolah dengan lima gelar turnamen, dan dinobatkan sebagai Pemain Terbaik ACC 2022.
Ia meraih status Korn Ferry Tour pada 2023 sebelum promosi ke PGA Tour. Musim rookie-nya tidak mulus—bahkan ia sempat gagal lolos cut tiga kali beruntun dan mengaku merasa “seperti ditendang di muka.”
Perubahan datang berkat sang kekasih yang kini menjadi istrinya, Haley—mereka menikah 19 Desember lalu. “Kerja harus diimbangi dengan istirahat,” pesan Haley, yang membantu Bridgeman menemukan kembali keseimbangan mentalnya.
Musim lalu ia menembus Tour Championship tanpa kemenangan—indikasi konsistensi langka. Ia juga sempat runner-up di Cognizant Classic dan memimpin 54 hole di Valspar Championship sebelum finis T-3. Pekan lalu di Pebble Beach, ia kembali memimpin sebelum akhirnya T-8.
Datang ke Riviera tanpa pengalaman sebelumnya, ia langsung klik. Skor 66 di hari pertama diikuti dua ronde 64 yang menyamai rekor 54 hole turnamen dan memberinya keunggulan enam pukulan.
Secara statistik, ia luar biasa: peringkat pertama Strokes Gained: Approach dan Strokes Gained: Putting—kombinasi yang hanya dicapai empat pemain sejak 2004.
Total 18-under 266 memang belum memecahkan rekor 20-under milik Lanny Wadkins pada 1985, tetapi cukup untuk mengukir namanya dalam edisi ke-100 turnamen yang dahulu dikenal sebagai Los Angeles Open.
Momen yang Tak Tergantikan
Sebulan lalu di Sony Open, Bridgeman berdiri di belakang green ke-18 untuk menyemprot sahabatnya Chris Gotterup dengan bir perayaan. Kali ini, ia berada di sisi sebaliknya.
Alih-alih bir, ia mendapatkan sesuatu yang lebih berharga: jabat tangan dari Tiger Woods.
“Saya mungkin tidak akan pernah mendapatkan jabat tangan yang lebih keren dalam hidup saya—kecuali saya memenangkannya lagi,” katanya sambil tersenyum.
Di Riviera, Bridgeman tidak hanya memenangkan turnamen. Ia menaklukkan tekanan, mengukuhkan bakatnya, dan mengubah kekaguman masa kecil menjadi momen yang akan dikenang seumur hidup.









Users Today : 833
This Month : 12666
This Year : 68239
Total Users : 349238
Total views : 1014883
0 Comments