04/02/2026
by rudy iskandar

LIV Golf Kecewa, Pengakuan Datang tapi Setengah Hati dari OWGR

LIV Golf akhirnya mendapatkan pengakuan yang telah lama ditunggu: poin Peringkat Dunia Golf Resmi (OWGR). Namun, alih-alih merayakan sepenuhnya, liga yang didanai Arab Saudi itu justru menyuarakan kekecewaan. Keputusan Dewan…...
"

Start reading

LIV Golf akhirnya mendapatkan pengakuan yang telah lama ditunggu: poin Peringkat Dunia Golf Resmi (OWGR). Namun, alih-alih merayakan sepenuhnya, liga yang didanai Arab Saudi itu justru menyuarakan kekecewaan.

Keputusan Dewan OWGR yang diumumkan Selasa (3/2) hanya memberikan poin peringkat dunia kepada 10 pemain teratas di setiap turnamen LIV Golf—sebuah kebijakan yang langsung menuai kritik keras dari liga tersebut.

Bagi LIV, ini memang “momen pengakuan”, tetapi dengan tanda bintang besar di belakangnya.

“Keputusan ini belum pernah terjadi sebelumnya,” tulis LIV Golf dalam pernyataan resminya. “Tidak ada tur atau liga kompetitif lain dalam sejarah OWGR yang dikenai pembatasan seperti ini.”

Sebagai perbandingan, pada 24 tur golf profesional pria lain yang berada di bawah naungan OWGR, seluruh pemain yang lolos kualifikasi otomatis memperoleh poin peringkat dunia—tanpa batasan 10 besar.

LIV menilai kebijakan tersebut merugikan banyak pemainnya yang tampil konsisten, namun finis di luar posisi 10 besar.

“Dengan aturan ini, pemain yang finis di urutan ke-11 diperlakukan sama dengan pemain di urutan ke-57,” tegas LIV. “Pembatasan ini secara tidak proporsional merugikan pemain yang tampil solid tetapi hanya terpaut satu atau dua posisi dari ambang batas.”

Dari sisi OWGR, keputusan ini diklaim sebagai upaya menyesuaikan diri dengan perubahan lanskap golf profesional pria. Namun, dewan peringkat dunia itu juga menegaskan bahwa LIV Golf belum sepenuhnya memenuhi standar kelayakan yang ditetapkan.

Dalam penjelasan resminya, OWGR menguraikan sejumlah alasan utama pembatasan poin tersebut. Di antaranya, rata-rata jumlah peserta LIV Golf pada 2026 yang hanya 57 pemain, jauh di bawah syarat minimum 75 pemain versi OWGR. Selain itu, format tanpa sistem eliminasi, jalur masuk liga yang dinilai tertutup, hingga proses rekrutmen pemain yang tidak sepenuhnya berbasis meritokrasi turut menjadi sorotan.

OWGR juga menyinggung dinamika terbaru LIV Golf, termasuk penambahan dan pengurangan pemain tim berdasarkan kewarganegaraan, bukan semata-mata prestasi.

Meski demikian, OWGR mengakui adanya perkembangan positif. Seluruh 14 turnamen LIV Golf musim 2026 kini dimainkan selama 72 hole, meningkat dari format 54 hole pada tahun-tahun sebelumnya. LIV juga disebut tengah menyiapkan perubahan lanjutan untuk musim 2027 yang akan terus dievaluasi.

Bagi LIV Golf, keputusan ini belum menjadi akhir perjuangan.

“Kami berharap ini hanyalah langkah pertama menuju struktur yang sepenuhnya adil bagi pemain, penggemar, dan masa depan olahraga ini,” tulis LIV. “Kami akan terus mengadvokasi sistem peringkat yang mencerminkan performa, bukan afiliasi.”

Isu poin OWGR menjadi krusial karena berpengaruh langsung terhadap kualifikasi turnamen mayor—The Masters, PGA Championship, U.S. Open, dan The Open Championship—yang menggunakan sistem peringkat dua tahunan dengan bobot lebih besar pada hasil terbaru.

Saat ini, Tyrrell Hatton (peringkat 22 dunia) dan Bryson DeChambeau (peringkat 33) menjadi dua pemain LIV yang masih bertahan di 50 besar dunia. Lima lainnya berada di 100 besar, termasuk Jon Rahm yang kini terlempar ke peringkat 97.

DeChambeau—dua kali juara U.S. Open—serta Rahm, juara U.S. Open dan Masters, masih memiliki pengecualian khusus untuk tampil di turnamen mayor. Namun bagi banyak pemain LIV lainnya, keterbatasan poin OWGR ini bisa menjadi penghalang besar dalam menjaga mimpi berlaga di panggung tertinggi golf dunia.

Bagi penggemar, keputusan ini menegaskan satu hal: konflik antara LIV Golf dan ekosistem golf tradisional masih jauh dari kata usai.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pick your next post

ASICS Perkuat Ekspansi di Pasar Golf Indonesia, Luncurkan GEL-KAYANO™ ACE 3 dalam Gelaran Tee Day Off 2026

ASICS Perkuat Ekspansi di Pasar Golf Indonesia, Luncurkan GEL-KAYANO™ ACE 3 dalam Gelaran Tee Day Off 2026

Seiring dengan transformasi olahraga golf menjadi bagian integral dari gaya hidup masyarakat urban di Indonesia , produsen perlengkapan olahraga global, ASICS, secara resmi memperkenalkan inovasi terbarunya di sektor golf. Melalui perhelatan ASICS Tee Day Off 2026 yang digelar di Emeralda Golf Club pada (23/04), merek asal Jepang ini meluncurkan koleksi sepatu golf unggulan, GEL-KAYANO™ ACE 3, yang dirancang khusus untuk meningkatkan performa sekaligus kenyamanan para pegolf di lapangan.

read more

Contact Us

Address : Jl. Media No.88 - Jakarta Barat - 18789 - INDONESIA
______________________________
Email : halo@golftimes.id
Office : 0812-3456-7890
Advertising Info : 0811-1967-688

Information

  • Redaksi
  • Karir
  • Media Partner
  • Info Iklan

Categories

News
Profile
Junior & Amatir
Video
Tips & Tricks

361832
Users Today : 536
This Month : 25260
This Year : 80833
Total Users : 361832
Total views : 1038899