Justin Rose menutup pekan nyaris sempurna di Torrey Pines dengan cara yang sulit ditandingi. Tenang, efisien, dan nyaris tanpa cela, pegolf asal Inggris itu memastikan kemenangan wire-to-wire di Farmers Insurance Open, sekaligus mematahkan rekor skor 72 hole yang bertahan lebih dari dua dekade.
Pada putaran final Minggu (2/2) waktu setempat, Rose mencatat 2-under 70, cukup untuk mengamankan kemenangan tujuh pukulan atas para pesaingnya. Ia menyelesaikan turnamen dengan total 23-under 265, melampaui rekor sebelumnya milik Tiger Woods (1999) dan George Burns dengan selisih satu pukulan.
Dengan senyum khasnya, Rose sempat melontarkan candaan usai memastikan rekor tersebut.
“Maaf, T-dub, kalau sedang menonton,” ujarnya, merujuk pada Woods.
Kemenangan ini terasa semakin istimewa karena, menurut Rose, inilah salah satu penampilan paling komplet dalam kariernya. Dari tee hingga green, semuanya terasa berada di bawah kendali—sebuah pencapaian langka, bahkan bagi pemain berpengalaman sepertinya.
Meski sudah unggul enam pukulan sebelum putaran final, fokus Rose tak sedikit pun mengendur. Ia mengaku memecahkan rekor Tiger Woods menjadi motivasi utama saat memasuki tiga hole terakhir, menjaga intensitas hingga putt penutup.
Sejarah pun tercipta. Rose menjadi pegolf pertama dalam 71 tahun yang memenangi turnamen di Torrey Pines secara wire-to-wire, memimpin sejak ronde pembuka hingga akhir. Sebuah pencapaian yang semakin menegaskan kualitasnya, terutama di usia 45 tahun—usia di mana banyak pegolf mulai menurunkan target, bukan menaikkannya.
Rose membuka turnamen dengan skor 62 di North Course, lalu terus memperlebar jarak di setiap ronde, termasuk saat menghadapi South Course yang terkenal menantang dan sarat sejarah, pernah menjadi tuan rumah dua U.S. Open. Pada sembilan hole pertama putaran final, ia bermain nyaris tanpa tekanan dengan 33 pukulan, membuat sisa permainan berjalan relatif tenang.
Kemenangan ini juga berdampak besar pada peringkat dunia. Rose kini naik ke peringkat tiga dunia, menjadikannya salah satu pegolf tertua yang mampu menembus posisi elite tersebut. Gelar ini menjadi kemenangan PGA Tour ke-13 dalam kariernya, sekaligus gelar kedua di Torrey Pines setelah sukses serupa pada 2019.
Di belakangnya, persaingan justru berlangsung ketat untuk posisi kedua, yang akhirnya ditempati bersama oleh Si Woo Kim, Ryo Hisatsune, dan Pierceson Coody. Sementara itu, Brooks Koepka mencuri perhatian lewat kembalinya ke PGA Tour, disambut sorak hangat penonton di hole kesembilan.
Bagi Rose, usia bukan penghalang, melainkan perspektif.
“Saya masih percaya ada banyak hal bagus di depan,” katanya.
Penampilan gemilang di Torrey Pines menjadi pernyataan tegas: Justin Rose belum selesai. Dalam ritme yang tenang dan kepercayaan diri yang matang, ia kembali menegaskan dirinya sebagai salah satu figur paling konsisten dan berbahaya di panggung golf dunia.








Users Today : 535
This Month : 25259
This Year : 80832
Total Users : 361831
Total views : 1038895
0 Comments