Persaingan di ajang Kejurnas Junior Golf Indonesia 2026 yang berlangsung di Jakarta Golf Club (JGC) Rawamangun, semakin memanas pada hari kedua, Rabu (21/1). Dua nama besar, Kenneth Henson Sutianto dan Abigail Rhea, menjadi sorotan utama saat mereka berupaya mempertahankan posisi di puncak klasemen demi ambisi back-to-back juara.
Dominasi Kenneth Henson Sutianto di Divisi Putra
Di divisi putra, pegolf asal Pengprov PGI DKI Jakarta sekaligus juara bertahan edisi 2025, Kenneth Henson Sutianto, menunjukkan performa impresif. Kenneth berhasil membukukan total 67 pukulan atau 4 di bawah par. Catatan gemilang tersebut diraih melalui torehan lima birdie dan hanya satu bogey.
Meskipun pertandingan sempat terhenti akibat faktor cuaca, Kenneth mampu menjaga konsistensi permainannya. Momentum kebangkitan Kenneth dimulai pada hole 8 dan 9, di mana ia berhasil mengubah posisi skor dari 1-over menjadi 1-under sebelum jeda hujan. Pasca-hujan, ia menambah koleksi birdie di hole 13, 16, dan 18.

“Strategi permainan tidak berubah karena sejak awal pukulan saya sudah solid. Akurasi putting menjadi kunci utama keberhasilan meraih lima birdie hari ini,” ujar Kenneth. Ia menambahkan bahwa pemahaman mendalam terhadap karakteristik lapangan JGC Rawamangun memberikan keuntungan strategis dalam mengeksekusi rencana permainan. Saat ini, Kenneth memimpin dengan keunggulan enam stroke atas Margoz Marvin Kamengmau (Pengprov PGI Bali) yang menempati posisi kedua dengan total 146 pukulan (73-73).
Persaingan Sengit di Divisi Putri
Meski skornya menurun cukup tajam, Abigail masih mampu menjaga kepemimpinan di klasemen sementara dengan total 148 pukulan. Namun, posisinya kini terancam oleh kebangkitan Jennifer Quinn Effendi. Pegolf asal Jawa Timur tersebut tampil solid dengan mengemas 72 pukulan (1 over par) hari ini, memperbaiki catatan 77 pukulan di hari pertamanya. Jennifer kini menempel ketat di posisi kedua, hanya terpaut satu stroke di belakang Abigail.
Dalam keterangannya usai pertandingan, Abigail mengakui bahwa cuaca panas dan angin kencang di JGC Rawamangun menjadi tantangan tersendiri. Ia menyebut akurasi penempatan bola menjadi kunci utama karena karakteristik lapangan yang sempit. Meski sempat mengalami kesulitan, momen chip-in birdie di hole 14 menjadi salah satu titik balik yang menjaga mentalitasnya tetap stabil.

“Lapangan JGC ini memiliki karakteristik yang legendaris dengan green yang cukup tricky serta area yang cukup sempit (narrow). Oleh karena itu, penempatan bola harus benar-benar akurat. Kuncinya adalah saya berusaha untuk lebih sabar saat berada di fairway,” ujar Abigail Rhea usai menyelesaikan putaran kedua.
Persiapan Menuju Babak Final
Kompetisi akan memasuki babak penentuan pada Kamis (22/1). Kenneth Henson mengakui bahwa tekanan akan meningkat secara signifikan di babak final saat bermain di champion flight. Sementara itu, Abigail Rhea menyatakan akan fokus pada konsistensi di setiap hole guna mempertahankan gelarnya.
Menjelang babak final esok hari, pertanyaan besar muncul: mampukah Abigail meredam momentum kebangkitan Jennifer Quinn? Dan di sisi lain, apakah Kenneth Henson dapat menjaga konsistensinya untuk menyegel gelar juara berturut-turut? JGC Rawamangun akan menjadi saksi penentuan juara nasional junior tahun ini pada babak pamungkas besok.











Users Today : 935
This Month : 14620
This Year : 100208
Total Users : 381207
Total views : 1078217
0 Comments