Hari pertama Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Golf Junior Indonesia 2026 yang berlangsung di Jakarta Golf Club (JGC), Rawamangun pada (20/01), menjadi panggung pembuktian bagi para atlet asal Pengprov Bali. Di tengah kondisi lapangan yang menantang akibat cuaca dingin dan fairway yang basah,
Abigail Rhea dan Axel Keefe Pangestu berhasil mencatatkan performa impresif untuk mengamankan posisi puncak klasemen sementara. Karakter lapangan JGC yang sempit ditambah kondisi bola yang sulit bergulir (no roll) menuntut akurasi tinggi dan ketahanan mental dari para peserta sejak awal ronde.

“Short Game” Maut Abigail Rhea
Di kategori putri, juara Kejurnas Junior 2025, Abigail Rhea, menunjukkan kelasnya dengan memimpin jauh setelah mengemas 70 pukulan atau 1-under par. Pegolf asal Bali ini mencatatkan statistik yang solid dengan raihan 5 birdie dan 4 bogey. Abigail mengakui bahwa permainan short game menjadi kunci penyelamat skornya di tengah kondisi lapangan yang “becek”.
Ia menyebutkan bahwa keberhasilan meraih birdie di hole 7 menjadi titik balik rasa percaya dirinya setelah awal ronde yang dirasa agak lambat. “Tadi putting sama short game aku lagi nolong banget, makanya skornya bisa kejaga walaupun fairway becek banget sampai bola itu benar-benar no roll,” ungkap Abigail optimis.

Dominasi Abigail di kategori putri terlihat dari selisih skor yang cukup lebar dengan pesaing terdekatnya. Posisi kedua divisi A Girls ditempati oleh Thea Jessica Tan dari Pengprov Jawa Tengah yang mengemas 79 pukulan (8-over par). Sementara itu, posisi T3 diduduki oleh dua pegolf, yakni Malika Nararya Sarwahita dari Pengprov Jawa Barat dan Catherine Chloe Hartono dari Pengprov DIY, yang keduanya mencatatkan 80 pukulan (9-over par).

Konsistensi Abigail di hari pertama ini seolah mempertegas ambisinya untuk mempertahankan gelar yang ia raih tahun lalu di Royale Golf Semarang.

Kejutan Besar dari Divisi C Putri
Sorotan utama hari ini justru datang dari Divisi C Girls. Nama Alleta Kalya Ramadhani Kahfi (Pengpov Sumut) muncul sebagai ancaman serius bagi posisi Abigail secara overall. Alleta tampil luar biasa dengan skor 73 pukulan (2-over par), yang berarti ia hanya terpaut 3 stroke dari Abigail yang berada di posisi puncak. Performa stabil Alleta di JGC membuktikan bahwa perbedaan usia dan divisi bukan halangan untuk bersaing di level elit.

Tak sendirian, rekan satu divisinya, Amira Ajda Khairunnisa (Pengprov DKI Jakarta), juga tampil menjanjikan dengan skor 77 pukulan (6-over par). Menariknya, skor Amira ini menyamai torehan seniornya, Jennifer Quinn Effendi (Pengprov Jatim), yang saat ini tengah memimpin sementara di Divisi B Girls. Persaingan lintas divisi ini diprediksi akan semakin memanas di ronde kedua, mengingat jarak skor yang cukup rapat di antara para pemain muda ini.

Kebangkitan Axel Keefe dan Rivalitas Sengit Putra
Beralih ke kategori putra, Axel Keefe Pangestu juga tampil gemilang untuk Pengprov Bali dengan mencatatkan 71 pukulan atau even par. Meski sempat mengalami kesulitan di awal ronde dengan catatan 1 double bogey dan 3 bogey, Axel mampu membalasnya lewat raihan 5 birdie.

Ia mengungkapkan sempat tertinggal hingga 4-over di lima hole pertama, namun berhasil bangkit di sembilan hole kedua dengan permainan yang lebih agresif karena merasa performa putting dan iron-nya sedang tajam. Strategi Axel pun sangat terjaga dengan membatasi penggunaan driver di JGC yang sempit. “Lapangan JGC ini kan sempit, jadi saya cuma pakai driver dua kali aja hari ini, sisanya pakai iron atau wood 3 supaya lebih aman,” jelasnya mengenai taktik di lapangan.

Persaingan di kategori putra dipastikan akan semakin sengit pada ronde kedua esok hari. Axel saat ini dibayangi oleh tiga pegolf yang berbagi posisi T2, yakni rekan sedaerahnya Margoz Marvin Kamengmau (Pengprov Bali), Kifata Aftar (Pengprov Sumut), serta Kenneth Hensen Sutianto (Pengprov DKI Jakarta) yang hanya terpaut 2 stroke dari Axel.

Nama terakhir, Kenneth Hensen, merupakan juara bertahan Kejurnas Junior 2025 yang tentunya memiliki ambisi besar untuk mengejar ketertinggalan skor dari Axel. Dengan kondisi cuaca yang diprediksi masih akan menantang, kemampuan adaptasi strategi di lapangan akan menjadi faktor penentu siapa yang akan mengangkat trofi di akhir turnamen nanti.









Users Today : 480
This Month : 14617
This Year : 14617
Total Users : 295616
Total views : 861162
0 Comments