Dalam akhir yang tak lazim dan penuh drama, Nasa Hataoka tampil tenang di tengah kekacauan cuaca untuk menjuarai TOTO Japan Classic 2025 di Seta Golf Club, Minggu (9/11).
Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat lapangan tergenang dan memaksa panitia mempersingkat turnamen menjadi 54 hole, sebelum akhirnya menggelar playoff satu hole dadakan untuk menentukan juara.
Dengan Hataoka dan sesama pegolf Jepang Yuna Araki sama-sama menutup tiga putaran dengan 15-under 201, panitia memilih playoff darurat — bukan di hole ke-18 seperti biasanya, melainkan di hole par-3, karena fairway par-5 ke-18 tak lagi bisa dimainkan akibat banjir.
Dalam kondisi licin dan angin lembap yang menguji fokus, Hataoka membuat par solid, sementara Araki tergelincir dengan bogey, memberikan kemenangan ketujuh LPGA Tour bagi Hataoka — sekaligus mungkin yang paling unik sepanjang kariernya.
“Ini kemenangan yang sangat berbeda, bahkan sedikit aneh,” ujar Hataoka sambil tersenyum setelah upacara penghargaan yang digelar di bawah payung. “Sayang turnamen harus dipersingkat, tapi playoff tadi benar-benar kejutan. Saya hanya berusaha tetap fokus dan melakukan hal yang bisa saya kendalikan.”
Kemenangan ini memperpanjang dominan pegolf Jepang di TOTO Japan Classic, setelah Rio Takeda (2023) dan Miyu Yamashita (2024) juga meraih gelar di turnamen yang menjadi kebanggaan publik tuan rumah tersebut.
Sepanjang tiga putaran, Hataoka menunjukkan konsistensi luar biasa — selalu berada di papan atas dengan permainan yang tenang dan efisien. Cuaca yang makin tak bersahabat justru menjadi faktor yang memantapkan posisinya saat panitia memutuskan turnamen berakhir lebih awal.
Sementara itu, Miyu Yamashita, juara Maybank Championship pekan lalu, nyaris memaksa playoff tiga pemain setelah menorehkan 68 di putaran ketiga, namun akhirnya finis satu pukulan di belakang. Shuri Sakuma (69) dan Ai Suzuki (70) menyusul di posisi berikutnya, sementara Rio Takeda, sang juara bertahan, mengakhiri turnamen sembilan pukulan di belakang.
Di sisi lain, bintang Australia Minjee Lee tidak menemukan ritmenya dan harus puas dengan skor 74 pada Sabtu, tertinggal 14 pukulan dari Hataoka.
Panitia turnamen dalam pernyataan resminya menjelaskan bahwa keputusan untuk membatalkan putaran final diambil karena “curah hujan ekstrem dan kondisi lapangan yang tidak aman untuk dimainkan.” Meski begitu, playoff tetap digelar sebagai solusi paling adil untuk menentukan pemenang.
Dengan kemenangan ini, Nasa Hataoka membawa pulang hadiah USD 315.000 dan 500 poin Race to CME Globe, sekaligus memperkuat posisinya di klasemen akhir musim. Pegolf berusia 26 tahun itu kini berpeluang menutup musim dengan momentum besar saat LPGA Tour menuju Florida untuk The ANNIKA driven by Gainbridge at Pelican, mulai Kamis, 13 November mendatang.
Dari kemenangan yang berlangsung di bawah hujan deras, satu hal kembali terbukti: ketenangan dan disiplin Nasa Hataoka tetap tak tergoyahkan — bahkan oleh cuaca seburuk apa pun.








Users Today : 500
This Month : 9922
This Year : 9922
Total Users : 290921
Total views : 847471
0 Comments