Acara turnamen golf tahunan bertajuk FTUI Roosseno Cup Charity Golf Tournament bukan sekadar ajang olahraga, melainkan sebuah manifestasi konkret dari komitmen alumni Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) dalam menjalin silaturahmi, networking, dan kontribusi sosial.

Acara yang diselenggarakan oleh Golfers Alumni FTUI (GIFT UI) di Damai Indah, BSD Course pada (02/11) sukses merangkul keluarga besar FTUI, bahkan alumni UI secara lebih luas, dengan semangat “Fun, Social, and Networking” yang telah menjadi ciri khas GIFT UI selama satu dekade terakhir sejak komunitas ini berdiri pada 2015.

Kolaborasi Erat dan Komitmen Dana Abadi
Menurut Heriadi Pamungkas dari Teknik Industri 2004, yang didapuk sebagai Ketua Panitia FTUI Roosseno Cup tahun ini, tema acara sengaja dibuat berbeda dari tahun sebelumnya. Kolaborasi langsung dengan Fakultas Teknik UI menjadi inti baru, menunjukkan komitmen untuk lebih erat menjalin kerjasama dengan induk almamater. Komitmen ini tidak hanya sebatas seremonial, tetapi diwujudkan melalui dukungan nyata terhadap program fakultas.

Salah satu capaian paling signifikan dari acara ini adalah suksesnya penggalangan dana . Secara total, donasi yang terkumpul mencapai Rp 850 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk dua pilar utama.

Rp 200 Juta disalurkan untuk mendukung Endowment Fund UI (Dana Abadi Universitas Indonesia). semntara Rp 650 Juta didonasikan untuk Beasiswa Mata Air Biru (MAB) bekerjasama dengan NEI-DT Foundation untuk bantuan bagi mahasiswa FTUI.

“Di tahun ini juga kita berkomitmen untuk bisa membantu program FTUI salah satunya untuk Endowment Fund… dan kita alhamdulillah tahun ini kita berhasil mengumpulkan dana 650 juta untuk Beasiswa Mata Air Biru,” ujar Heriadi Pamungkas, menegaskan dualisme peran acara sebagai wadah silaturahmi sekaligus pilar pendukung pendidikan.

Sehat Maulana, selaku Ketua Umum Golfers Alumni FTUI (GIFT UI), menguatkan data capaian tersebut. Ia menjelaskan bahwa beasiswa melalui Mata Air Biru secara spesifik difokuskan untuk mahasiswa FTUI karena “biru” adalah warna khas Fakultas Teknik. Beasiswa ini disalurkan kepada puluhan mahasiswa per tahun dengan berbagai kategori.

Menjembatani Lintas Angkatan dan Semangat Kejujuran
Turnamen yang diikuti oleh sekitar 140 pegolf ini berhasil mempertemukan alumni dari berbagai generasi. Lana menyebutkan bahwa peserta paling senior berasal dari angkatan 70-an hingga yang termuda dari angkatan 2000-an. Kesenjangan antargenerasi ini justru dimanfaatkan sebagai keunggulan.

“Jadi gap angkatan ini yang coba kita breakthrough supaya saling kenal dan itu sangat bermanfaat untuk kepentingan bisnis, pekerjaan, dan lain sebagainya,” jelas Lana.

Lebih dari sekadar networking bisnis, acara ini juga membawa pesan moral yang mendalam dari figur inspiratif Fakultas Teknik. Dalam kata sambutannya, Damayanti Roosseno, putri dari Roosseno Soerjohadikoesoemo (Alm.)—sosok arsitek pendiri teknik sipil di Indonesia dan nama yang diabadikan pada piala turnamen—menyampaikan pesan krusial dari sang ayah.

“Kalau dari kami, yang menjunjung tinggi Pak Roosseno selalu menjunjung mengenai kejujuran. Jadi itu pesan Bapak, supaya kita selaku murid-muridnya untuk selalu berlaku jujur, supaya rakyat juga tidak menderita seperti saat ini,” ucap Damayanti Roosseno, mengingatkan hadirin akan pentingnya integritas, terutama di tengah tantangan sosial dan kepemimpinan bangsa. Nilai ini menjadi fondasi etika bagi para alumni teknik dalam berkarya.

Harapan Keberlanjutan di Tahu-tahun Mendatang
Meskipun sukses besar dalam penggalangan dana dan partisipasi, Lana tidak menampik bahwa keberlanjutan acara sangat bergantung pada dukungan eksternal.

“Harapan-harapan apa untuk keberlanjutan acara ini di tahun-tahun berikutnya? [Semoga] ekonomi semakin membaik. Karena memang kita ini sangat bergantung dengan dukungan para sponsor,” ujar Lana, menutup dengan harapan akan dukungan yang terus mengalir dari berbagai pihak, termasuk Bank Mandiri, Bank BTPN, dan Bank BRI, yang telah menjadi pendukung setia dan sponsor-sponsor lain yang mewujudkanturnamen ini.

Heriadi Pamungkas juga menyuarakan optimisme serupa untuk masa depan. Ia berharap kolaborasi dengan FTUI akan terus membesar, dan tahun depan, acara dapat diselenggarakan lebih meriah dan lebih besar lagi, demi merangkul lebih banyak pihak.

FTUI Roosseno Cup VIII Charity Golf Tournament telah membuktikan bahwa komunitas alumni golf dapat menjadi katalisator kuat dalam menggerakkan roda sosial dan pendidikan, sekaligus menjadi panggung bagi alumni lintas generasi untuk memperkuat ikatan emosional dan profesional, di bawah payung semangat kejujuran dan kepedulian yang diwariskan oleh para pendahulu.

Azwan Angkat PIala Bergilir FTUI Roosseno Cup VIII Charity Golf Tournament
Puncak prestasi turnamen ini diraih oleh Azwan, yang dinobatkan sebagai peraih Best Point Overall (BPO). Azwan berhak mengukir nama di piala bergilir bergengsi FTUI Roosseno Cup, sebuah simbol supremasi dalam turnamen amal yang mengabadikan nama tokoh Roosseno Soerjohadikoesoemo.

Sementara itu, gelar Best Gross Overall (BGO) berhasil diamankan oleh Wendy K., yang menunjukkan performa terbaik handicap 7. Kemenangan mereka menjadi penanda suksesnya semangat kompetisi sehat di antara para alumni.

Persaingan di setiap flight berlangsung ketat dan memacu adrenalin. Di Flight A, yang merupakan kategori pegolf dengan handicap terendah (0-13), Bambang Sadewo menempati posisi puncak (Best Point 1), disusul oleh Abdul Haris (Best Point 2) dan Rizmansyah (Best Point 3).

Dominasi skill juga terlihat di Flight B (14-21), dengan Mauren P. memimpin (Best Point 1), diikuti oleh Hanif (Best Point 2) dan Dodi H. (Best Point 3).

Terakhir, Flight C (22-36) berhasil dipuncaki oleh Syaiful Zen (Best Point 1), yang diikuti oleh Dedi Priadi (Best Point 2) dan Cyril Noerhadi (Best Point 3).

Sederet penghargaan khusus turut diberikan atas keahlian teknis para peserta. Penghargaan Best Point Ladies secara terhormat diraih oleh Damayanti Roosseno, putri dari Roosseno Soerjohadikoesoemo.

Dalam kategori skill murni, Danendra membuktikan kekuatan pukulannya dengan merebut Longest Drive sejauh 260,2 meter. Akurasi terbaik diberikan kepada Benny Ranti yang mencapai Nearest To The Pin (3,86 meter), dan Badrul Munir sukses memukul bola tepat di zona Hit The Logo sejauh 285 meter.

Keberhasilan para pemenang ini menutup rangkaian turnamen yang tidak hanya menghasilkan juara baru, tetapi juga menegaskan komitmen filantropi alumni FTUI.









Users Today : 564
This Month : 13718
This Year : 13718
Total Users : 294717
Total views : 858334
0 Comments