Lapangan golf tak melulu soal kompetisi dan gelar juara, namun juga bisa menjadi wadah bagi aksi mulia. Hal inilah yang dibuktikan oleh jemaat Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) lewat gelaran GPIB Charity Golf Tournament 2025. Acara yang berlangsung pada (25/09) di Pondok Indah Golf Course.

Dengan mengusung tema “Charity for Better Education and Health” ini tidak hanya menyajikan persaingan ketat, tetapi juga mengemban misi kemanusiaan yang mendalam: menggalang dana untuk pendidikan di bidang kesehatan, khususnya bagi anak-anak dari wilayah terpencil.

Acara yang dipadati 144 pegolf dari berbagai kalangan ini, datang dari Inisiatif mulia para jemaat GPIB yang memiliki komitmen kuat terhadap isu sosial. Ketua panitia, Miranda S. Goeltom mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, menegaskan bahwa tujuan utama turnamen ini adalah untuk menggalang dana demi pendidikan dan kesehatan.
“Sebagian besar atau hampir semua dari hasil charity tournament ini akan diberikan untuk memberikan beasiswa kepada mahasiswa-mahasiswa dari daerah-daerah terpencil yang sangat kekurangan,” jelas Miranda.

Ia menambahkan bahwa dana yang terkumpul akan difokuskan untuk mendukung proses pendidikan, terutama yang terkait dengan bidang kesehatan, demi mencetak generasi baru yang bisa mengabdi di kampung halaman mereka. Dan diharapkan bisa menjadi jawaban atas keterbatasan akses pendidikan yang sering dihadapi oleh generasi muda di pelosok negeri..
Ketua Yayasan Pendidikan (Yapendik) GPIB, Oloan P. Siahaan, turut mengamini pentingnya turnamen ini. Ia menjelaskan bahwa Yapendik GPIB telah mendirikan sekolah-sekolah di wilayah terpencil. Di mana banyak orang tua siswa berasal dari kalangan menengah ke bawah.

“Kemampuan mereka untuk membayar sekolah hampir tidak ada,” ujar Oloan. Oleh karena itu, dana yang terkumpul sangat krusial untuk operasional sekolah, termasuk menggaji guru, serta membangun sarana dan prasarana pendukung. “Kehadiran sekolah-sekolah itu akan memberikan dampak yang luar biasa,” tambahnya.
Cerita inspiratif datang dari Yulistya Bayaki Silaban, seorang penerima beasiswa Yapendik GPIB yang kini telah berhasil meraih mimpinya. Yulistya berasal dari Tumbang Titi, sebuah daerah pedalaman di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Setelah menyelesaikan studinya, ia memutuskan untuk kembali dan mengabdi di kampung halamannya.
“Saya kembali ke daerah tersebut dan bertugas di sana,” katanya. Saat ini, Yulistya bertugas di Puskesmas Tumbang Titi, satu-satunya puskesmas di kecamatan tersebut.

Dengan wilayah pelayanan yang mencakup 25 desa dan 34 posyandu, Puskesmas Tumbang Titi menghadapi tantangan besar karena keterbatasan tenaga kesehatan. “Kami melayani bersama di tempat tersebut,” ujar Yulistya.
Kisah Yulistya menjadi bukti nyata bahwa setiap rupiah yang disumbangkan melalui GPIB Charity Golf Tournament 2025 memiliki arti yang sangat besar. Bukan hanya membantu satu individu, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah terpencil.

Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang diusung oleh GPIB Charity Golf Tournament 2025 ini menunjukkan bahwa olahraga, khususnya golf. Bisa menjadi medium efektif untuk menyebarkan kebaikan. Lebih dari sekadar ajang adu keterampilan, acara ini adalah cerminan dari komitmen untuk mewujudkan masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak bangsa yang membutuhkan. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan misi mulia ini dapat terus berlanjut, membuka lebih banyak kesempatan, dan menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi Indonesia.









Users Today : 1136
This Month : 14821
This Year : 100409
Total Users : 381408
Total views : 1078914
0 Comments