Matt Killen menutup pekan yang luar biasa dengan meraih gelar juara di Ciputra Golfpreneur Tournament 2025 yang diselenggarakan di Damai Indah Golf, BSD Course. Bukan hanya sekadar menjadi juara, pegolf asal Inggris ini juga mencatatkan rekor skor terendah dalam sejarah Asian Development Tour (ADT) sejak sirkuit ini dimulai pada tahun 2010.
Killen mengumpulkan total skor 263 pukulan atau 25 under par, mengamankan kemenangan profesional perdananya setelah sebelumnya sempat beberapa kali nyaris menjadi juara. Kemenangan ini terasa lebih manis setelah ia menuntaskan persaingan ketat dengan rekan senegaranya, Steve Lewton, yang menjadi rival utamanya sepanjang turnamen.

Di putaran final, persaingan keduanya semakin memanas setelah jarak skor mereka hanya satu pukulan di sembilan hole pertama. Killen membutuhkan 35 pukulan, sementara Lewton hanya 34. Namun, drama terjadi di sembilan hole terakhir ketika Lewton membuat dua double bogey di hole 13 dan 15. Killen memanfaatkan momentum ini dengan sempurna. Ia memastikan kemenangannya dengan birdie di hole 16 dan menutup putaran final dengan eagle yang spektakuler di hole 18.

“Bisa dibilang saya mulai lebih yakin pada diri sendiri. Tentu saya banyak berlatih dan berusaha untuk bisa tampil lebih baik, dan perlahan-lahan semuanya menjadi lebih baik,” kata Killen. “Saya bisa bermain dengan lebih konsisten, tapi belum pernah bisa benar-benar mencatatkan banyak skor yang rendah. Anda tidak bisa menang hanya dengan main 2-under, 3-under, Anda butuh permainan 6-under, 7-under dan saya bersyukur bisa melakukannya pekan ini.”

Kevin Akbar Raih Gelar Pemain Indonesia Terbaik
Di bawah bayang-bayang dominasi Killen, pegolf-pegolf Indonesia juga menunjukkan performa membanggakan. Kevin Caesario Akbar menjadi pemain terbaik Indonesia. Pegolf yang bernaung di bawah Ciputra Golf Foundation (CGF) ini mengumpulkan total skor 274 pukulan atau 14 under par, menempatkannya di posisi T22 bersama tiga pemain lainnya.

Kevin mengaku sangat senang bisa membawa pulang piala Best Indonesian Player untuk pertama kalinya. “Happy banget karena belum pernah bawa pulang piala dari turnamen ini. Dulu ada kesempatan untuk jadi best amatir, tapi ternyata, kalau tidak salah, tersusul sama Tirto tahun 2015 atau 2016, terus juga pernah punya kesempatan untuk bisa best Indonesian, tapi waktu itu George bisa main lebih bagus di 2022. Akhirnya, bisa bawa pulang piala best Indonesian minggu ini,” kata Kevin yang tampil tanpa bogey di putaran final.
Kevin juga menilai level persaingan di Ciputra Golfpreneur Tournament 2025 kali ini jauh lebih tinggi. “Kalau menurut saya sih memang field-nya makin strong dan pemain-pemainnya banyak yang improve,” jelasnya. Ia juga melihat peningkatan performa pada Killen. “Terakhir kalinya saya bermain dengan Matt Killen ada pada satu atau dua bulan lalu di Vietnam. Permainannya kurang lebih mirip saya, tapi setelah itu dia bisa banyak improve, terlihat dari penampilannya minggu ini,” tutur Kevin.

Performa apik pegolf Indonesia lainnya juga patut diacungi jempol. Naraajie Emerald Ramadhanputra finis di posisi T30 dengan total skor 276 pukulan atau 12 under par. Satu pegolf pro Indonesia lainnya, Peter Gunawan berada di posisi T35 dengan total 277 pukulan atau 11 under par. Sementara itu, Jonathan Hartono menyabet gelar Best Amateur Player dengan skor 283 atau 5 under par.

Pencapaian para pegolf muda ini mendapat apresiasi dari Pendiri Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF), Budiarsa Sastrawinata. “Kita bergembira karena empat orang pegolf Indonesia berhasil lolos cut meskipun cut-off-nya cukup rendah, yaitu 5-under. Tiga atlet Indonesia, termasuk tiga atlet Ciputra Golfpreneur Foundation, lolos cut. Semoga selanjutnya atlet-atlet CGF prestasinya meningkat terus dan nantinya bisa menjadi juara,” harap Budiarsa.









Users Today : 467
This Month : 7106
This Year : 28306
Total Users : 309305
Total views : 906322
0 Comments