Taste Atlas, otoritas dalam penilaian kuliner global, baru-baru ini mengumumkan daftar sup terenak di dunia untuk tahun 2023.
Dalam kejutan yang menggembirakan, rawon, hidangan khas Jawa Timur, kembali mendapatkan pengakuan internasional dengan menempati posisi keempat dalam peringkat tersebut.
Pengumuman ini disampaikan melalui laman Instagram resmi Taste Atlas.
Menurut deskripsi Taste Atlas, rawon adalah sajian unik Indonesia yang berakar dari Jawa Timur.
Sup ini memikat dengan aroma khasnya, dibuat dengan daging sapi yang dimasak perlahan bersama bahan tradisional seperti daun jeruk nipis, serai, jahe, dan cabai.
Elemen kunci dalam penyajian rawon adalah buah kluwek, kacang hitam Indonesia, yang setelah diolah memberikan hidangan rasa asam dan warna hitam yang gelap dan unik.
Penting untuk dicatat bahwa kluwek, jika dikonsumsi mentah, dapat beracun karena mengandung sianida.
Oleh karena itu, biji kluwek harus diolah dengan hati-hati untuk menghilangkan racunnya sebelum dijadikan bagian dari hidangan rawon.
Tidak hanya sekadar masuk dalam daftar ini, rawon sebelumnya telah menempati peringkat ke-20 pada tahun 2022.
Namun, pada Agustus tahun lalu, Taste Atlas mengevaluasi ulang dan menempatkan rawon sebagai pemenang utama, menduduki peringkat pertama di antara sup-sup terenak dari seluruh dunia.
Sejarah rawon sendiri mencakup periode Kerajaan Majapahit, yang terungkap dalam Prasasti Taji (901 M) di Ponorogo, Jawa Timur.
Prasasti ini mencatat hidangan ini dengan nama “rarawwan,” dan keyakinan tumbuh bahwa Ponorogo adalah asal-usul rawon sebelum kemudian menyebar ke seluruh Jawa Timur.
Dalam catatan “Serat Wulangan Olah-olah Warna-warni” (1926), diketahui bahwa rawon dahulu merupakan hidangan istimewa bagi para raja.
Awalnya terbuat dari daging kerbau, seiring berjalannya waktu, daging sapi menjadi lebih umum dan mudah ditemukan.
Kini, daging rawon diproses dengan cermat hingga menjadi lembut, mampu menyerap kuah dengan sempurna, berkat proses perebusan dengan campuran bumbu khusus.
Keberhasilan rawon dalam mendunia ini tidak hanya mencerminkan kelezatan kuliner Indonesia, tetapi juga menegaskan warisan kaya budaya dan sejarah yang terkandung dalam setiap sendoknya.









Users Today : 308
This Month : 909
This Year : 909
Total Users : 281908
Total views : 823029
0 Comments