Jeeno Thitikul baru saja mencapai salah satu angka paling mengesankan dalam kariernya. Namun, ketika pendapatan resminya di LPGA Tour menembus US$20 juta, pegolf Thailand itu justru memikirkan satu hal: pajak.
“Artinya saya harus membayar pajak lebih banyak,” kata Jeeno sambil tertawa ketika ditanya mengenai pencapaiannya tersebut.
Jawaban ringan itu muncul setelah kemenangan Jeeno di LOTTE Championship 2026. Pegolf berusia 23 tahun tersebut membawa pulang hadiah US$450.000 setelah menutup turnamen di Hoakalei Country Club, Hawaii, dengan skor 21-under 267.
Tambahan hadiah tersebut mengangkat total pendapatan resmi Jeeno selama berkarier di LPGA Tour menjadi US$20.210.011.
Yang membuat pencapaian itu semakin menarik, Jeeno hanya membutuhkan 101 penampilan untuk menembus angka US$20 juta. Ia menjadi pegolf keenam dalam sejarah LPGA Tour yang mencapai jumlah tersebut, padahal hingga kini belum pernah memenangi turnamen major.
Jeeno kini telah melewati pendapatan karier pemilik dua gelar major Cristie Kerr. Ia berada di antara kelompok elite dalam daftar tersebut bersama Annika Sorenstam, Lydia Ko, Nelly Korda, dan Karrie Webb.
Sebagian besar lonjakan pendapatannya dalam beberapa musim terakhir tidak lepas dari keberhasilan di CME Group Tour Championship. Jeeno memenangi turnamen penutup musim itu dua tahun berturut-turut pada 2024 dan 2025 dengan hadiah masing-masing US$4 juta.
Artinya, hanya dari dua kemenangan tersebut, Jeeno sudah mengumpulkan US$8 juta.
Meski angka pendapatan kariernya terlihat fantastis, mantan pegolf nomor satu dunia itu buru-buru mengingatkan bahwa US$20 juta bukan berarti seluruh uang tersebut masuk ke rekeningnya.
Dengan gaya bercanda, Jeeno mengatakan masih ada pajak dan berbagai pengeluaran yang membuat jumlah yang diterimanya tentu jauh lebih kecil. Ia bahkan menegaskan dirinya tidak “sekaya itu” seperti yang mungkin dibayangkan ketika melihat angka pendapatan resmi LPGA.
Bagi Jeeno, hadiah besar bukan pula alasan utama dirinya bermain golf. Ia mengaku tidak pernah datang ke sebuah turnamen dengan membayangkan akan membawa pulang hadiah jutaan dolar.
Fokusnya tetap sederhana: terus memperbaiki permainan dan bertahan selama mungkin di level tertinggi. Uang, menurutnya, hanyalah sesuatu yang mengikuti hasil kerja tersebut.
Pendekatan itu sejauh ini terbukti ampuh. Kemenangan di Hawaii menjadi gelar LPGA Tour ke-11 sepanjang karier Jeeno sekaligus kemenangan keempatnya pada musim 2026.
Dalam lima musim di LPGA Tour, ia juga telah mencatat 10 kali runner-up dan 65 kali finis di posisi 10 besar.
Belum adanya trofi major mungkin masih menjadi satu ruang kosong dalam resume Jeeno. Namun, pada usia 23 tahun, ia sudah menembus angka yang bahkan hanya mampu dicapai segelintir pemain dalam sejarah LPGA.
Dan ketika ditanya soal US$20 juta itu, Jeeno ternyata tidak sibuk menghitung berapa yang sudah ia dapatkan.
Ia malah menghitung berapa yang harus dibayarkan ke petugas pajak.









Users Today : 478
This Month : 14741
This Year : 394155
Total Users : 675154
Total views : 1513957
0 Comments