Brendan Valdes mengawali 2026 dengan sebuah kabar yang mengubah hidupnya. Bukan soal golf, bukan pula mengenai statusnya di Korn Ferry Tour, melainkan diagnosis kanker setelah dokter menemukan tumor berukuran sekitar sembilan sentimeter di bagian tengah dadanya.
Massa tersebut berada di dekat jantung dan paru-parunya.
Ketika itu, semuanya sebenarnya tengah berjalan sesuai rencana bagi Valdes. Ia bersiap menjalani musim keduanya di Korn Ferry Tour dan baru saja bertunangan dengan kekasihnya, Rachel Gourley, beberapa hari sebelum Natal.
Namun pada 1 Januari 2026, rencana tersebut mendadak berhenti.
Valdes awalnya mengira hanya terserang flu. Kondisinya kemudian memburuk hingga ia mulai batuk dan mengeluarkan sedikit darah. Ia pun pergi ke rumah sakit di Orlando pada Hari Tahun Baru.
Dokter semula menduga Valdes menderita bronkitis. Pemeriksaan lanjutan justru menemukan tumor di rongga dadanya.
Valdes kemudian didiagnosis menderita primary mediastinal lymphoma, jenis limfoma yang berkembang di mediastinum atau bagian tengah rongga dada.
“Kami tidak akan pernah menemukannya tanpa kejadian itu. Mungkin saat ditemukan sudah terlambat. Jadi, saya merasa cukup beruntung kami bisa mengetahuinya sedini mungkin,” kata Valdes.
Sejak saat itu, golf praktis menghilang dari kesehariannya.
Valdes harus menjalani serangkaian kemoterapi yang menguras kondisi fisiknya. Berat badannya bertambah sekitar 30 pound atau hampir 14 kilogram selama masa pengobatan.
“Saya bertambah sekitar 30 pound selama proses tersebut. Tidak ada yang berupa otot, itu sudah pasti,” ujarnya.
Perjalanannya bahkan jauh dari mulus. Dalam proses pengobatan tersebut, Valdes sempat mengalami paru-paru kolaps, pneumonia, hingga lubang pada paru-parunya.
Bagi pegolf yang pernah tiga kali meraih predikat All-American bersama Auburn dan membantu timnya menjuarai NCAA Championship 2024 itu, tongkat golf akhirnya harus disimpan selama lebih dari enam bulan.
Di tengah masa sulit tersebut, salah satu orang yang terus mendampinginya adalah teman sekaligus caddie-nya, Tiago Barni.
Barni bahkan berjanji akan menjadi lawan pertama Valdes ketika kondisi sahabatnya itu sudah cukup sehat untuk kembali bermain.
Titik balik datang pada 15 Mei ketika Valdes menyelesaikan dosis terakhir kemoterapi. Pemeriksaan PET scan pada awal Juni kemudian menunjukkan tidak ada lagi kanker yang terdeteksi.
Namun bebas kanker belum berarti Valdes bisa langsung kembali bertanding.
Ia masih harus membangun kembali kondisi fisiknya, termasuk sekadar mengembalikan kemampuan berjalan sepanjang 18 hole tanpa mudah kehabisan napas.
Pada akhir Juni, kesempatan yang dinantikannya akhirnya datang.
Valdes kembali ke lapangan menghadapi Barni di Isleworth Golf and Country Club, Orlando. Setelah lebih dari enam bulan tanpa menyentuh tongkat golf, ia langsung membukukan skor 3-under 69 dari tee belakang.
“Saya tidak kalah darinya,” kata Valdes sambil bercanda.
Comeback tersebut ternyata bukan sekadar permainan santai.
Beberapa pekan kemudian, Valdes turun dalam turnamen kompetitif pertamanya di G Pro Tour di Huntsville, Alabama. Ia mencetak skor 62 pada ronde kedua sebelum menyelesaikan turnamen 54 hole tersebut di posisi ketiga.
Performa itu memberikan sinyal bahwa sentuhan golf Valdes belum hilang.
Kini ia kembali melanjutkan perjalanan sebagai pegolf profesional. Valdes memperoleh status di Korn Ferry Tour melalui medical extension dan masih memiliki peluang memperbaiki statusnya melalui Q School.
Sebelum sakit, Valdes merupakan runner-up PGA Tour University 2024. Ia juga lolos cut dalam tiga penampilan PGA Tour musim sebelumnya, termasuk finis T20 di 3M Open dan T41 di John Deere Classic.
Pekan ini, Valdes kembali tampil dalam turnamen yang menjadi bagian dari rangkaian delapan event FedEx Cup Fall.
Setelah melewati berbulan-bulan dengan kemoterapi, komplikasi paru-paru, dan ketidakpastian mengenai masa depannya, kesempatan untuk kembali berdiri di tee box kini memiliki arti berbeda.
Golf yang sebelumnya menjadi tujuan hidupnya sempat terasa begitu jauh. Kini, permainan itu kembali berada di hadapannya.
“Saya merasa permainan saya sudah tajam. Ada orang-orang di sini yang percaya kepada saya, dan dukungan seperti itu benar-benar berarti bagi saya,” ujar Valdes.
Bagi Valdes, musim 2026 mungkin tidak berjalan seperti rencana awal. Namun bisa kembali memegang tongkat, berjalan 18 hole, dan bersaing dalam turnamen profesional sudah menjadi kemenangan tersendiri—sebelum ia kembali mengejar kemenangan berikutnya di lapangan.









Users Today : 2006
This Month : 49473
This Year : 372580
Total Users : 653579
Total views : 1469055
0 Comments