Pegolf Amerika Serikat Collin Morikawa datang ke PGA Championship 2026 dengan satu pertarungan besar yang tak terlihat di papan skor: melawan cedera punggung yang belum sepenuhnya pulih.
Juara dua major itu mengakui rasa nyeri di bagian punggung masih terus mengganggunya sejak Maret lalu. Bukan hanya soal sakit secara fisik, Morikawa menyebut cedera tersebut juga memengaruhi rasa percaya dirinya saat berada di lapangan.
“Saya berharap bisa 100 persen sehat,” ujar Morikawa di Aronimink Golf Club, Selasa waktu setempat.
“Tubuh saya sebenarnya tidak terasa terlalu buruk, hanya saja ada rasa tidak nyaman dan ada faktor kepercayaan terhadap tubuh yang harus saya hadapi.”
Bagi Morikawa, situasi tersebut terasa lebih sulit karena ia tetap dituntut bermain di level tertinggi meski tubuhnya tidak sepenuhnya stabil.
“Anda harus tetap yakin semuanya akan berjalan baik meski tidak sepenuhnya percaya pada tubuh sendiri,” katanya.
Masalah punggung mulai menghantui Morikawa saat tampil di The Players Championship pada Maret lalu. Ketika itu, ia terpaksa mundur hanya setelah memainkan satu hole akibat spasme punggung.
Padahal, pegolf berusia 29 tahun tersebut membuka musim dengan performa impresif. Ia sukses menjuarai AT&T Pebble Beach Pro-Am, finis ketujuh di The Genesis Invitational, dan menempati posisi lima besar di Arnold Palmer Invitational.
Namun sejak cedera muncul, ritme permainannya mulai terganggu. Morikawa bahkan memutuskan mundur dari Texas Open demi mempersiapkan diri menuju Masters Tournament.
Meski belum pulih total, ia masih mampu menunjukkan daya saing dengan finis T7 di Augusta National dan menempati posisi keempat pada turnamen berikutnya di Hilton Head.
Akan tetapi, kondisinya kembali terlihat menurun ketika hanya mampu finis T62 pada signature event di Doral beberapa pekan lalu.
Demi fokus pada pemulihan, Morikawa juga memilih absen dari Truist Championship pekan lalu, keputusan yang diakuinya cukup berat karena tidak masuk dalam rencana awal musimnya.
“Kadang istirahat itu sangat penting agar bisa kembali dengan perasaan siap bermain lagi,” ujar Morikawa.
Selain fisik, Morikawa merasa musim ini memberinya pelajaran besar soal ketahanan mental. Ia harus memaksa dirinya tetap bertahan dan bermain kompetitif meski rasa tidak nyaman terus muncul di setiap ayunan.
“Permainan mental adalah bagian besar dari semuanya. Anda harus mendorong diri lebih jauh,” katanya.
“Percayalah, bermain di Masters dan Hilton Head dengan kondisi seperti itu sangat tidak nyaman, tetapi Anda harus terus melangkah.”
Kini, Morikawa berharap kondisinya cukup baik untuk kembali bersaing memperebutkan Wanamaker Trophy di PGA Championship, gelar major yang pernah ia menangkan pada 2020.










Users Today : 793
This Month : 14478
This Year : 100066
Total Users : 381065
Total views : 1077790
0 Comments