Pengurus Daerah Persatuan Golf Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta resmi memiliki pemimpin baru. Muhammad Lutfi Setiabudi terpilih sebagai Ketua Umum PGI DIY periode 2026–2030 dengan membawa visi besar: membangun organisasi yang profesional, mandiri, dan berorientasi pada prestasi atlet.
Namun misi yang dibawa Lutfi tak berhenti di podium dan medali. Ia juga ingin mengubah wajah golf di Yogyakarta agar lebih terbuka dan bisa dinikmati semua kalangan.
Bukan Cari Nama, Tapi Mengabdi
Lutfi menegaskan kepemimpinannya bukan sekadar jabatan administratif, melainkan bentuk pengabdian nyata bagi kemajuan golf daerah.
Ia mengusung semangat ngawula atau melayani, dengan menempatkan organisasi sebagai ruang kontribusi, bukan tempat mencari popularitas.
“PGI DIY bukan tempat mencari nama, tapi tempat mencurahkan tenaga dan sumber daya demi kemajuan atlet,” ujar Lutfi, Kamis (30/4/2026).
Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa kepengurusan baru ingin bergerak lebih konkret dan fokus pada hasil.
Bidik Atlet Jogja Tembus Nasional
Dalam agenda utamanya, Lutfi ingin melahirkan lebih banyak atlet golf DIY yang mampu bersaing di level nasional hingga internasional.
Menurutnya, Yogyakarta memiliki modal kuat sebagai kota pelajar dengan banyak potensi atlet usia muda yang belum tergarap maksimal.
“Pembinaan atlet usia dini sangat penting. Jogja punya potensi besar, tinggal bagaimana kita mengelola akses dan aset yang ada agar bisa menghasilkan prestasi maksimal ke depan,” katanya.
Fokus pembinaan junior diperkirakan akan menjadi salah satu prioritas utama dalam empat tahun ke depan.
Golf Harus Lebih Merakyat
Selain prestasi, Lutfi membawa misi yang tak kalah penting: menghapus stigma golf sebagai olahraga eksklusif.
Ia ingin membuka akses lebih luas agar masyarakat umum, pelajar, dan generasi muda bisa mengenal golf tanpa merasa olahraga ini hanya milik kalangan tertentu.
“Misi PGI adalah prestasi mendunia dan inklusivitas. Golf harus bisa dinikmati semua kalangan, bukan hanya olahraga elit,” ujarnya.
Untuk mewujudkan hal itu, PGI DIY berencana memperkuat kerja sama dengan lapangan golf, pemerintah daerah, komunitas, hingga pelaku usaha.
Atlet Jangan Gagal Bertanding karena Biaya
Salah satu poin penting yang ditekankan Lutfi adalah kesejahteraan atlet.
Ia menegaskan tidak boleh ada atlet potensial yang kehilangan kesempatan bertanding hanya karena kendala dana.
“Kami ingin memastikan tidak ada atlet yang tertinggal. Semua punya kesempatan yang sama untuk berkembang dan berprestasi.”
Komitmen ini disambut positif karena biaya kompetisi dan pembinaan selama ini kerap menjadi tantangan dalam pengembangan golf daerah.
Era Baru Golf Yogyakarta
Dengan kepemimpinan baru, PGI DIY kini membawa harapan besar: mencetak atlet berprestasi sekaligus membuat golf lebih dekat dengan masyarakat.
Jika visi itu berjalan, Yogyakarta bukan hanya dikenal sebagai kota pelajar, tetapi juga bisa tumbuh menjadi salah satu pusat lahirnya talenta golf Indonesia.








Users Today : 423
This Month : 29605
This Year : 85178
Total Users : 366177
Total views : 1049367
0 Comments