Jon Rahm menjawab semua keraguan dengan cara paling tegas. Di tengah pekan yang diwarnai isu, gangguan, dan mundurnya rival utama, pegolf Spanyol itu tampil tanpa cela untuk menjuarai LIV Golf Mexico City 2026 di Chapultepec Golf Club, Minggu (19/4) waktu setempat.
Skor 7-under 64 tanpa bogey pada ronde final menjadi penutup sempurna—membawanya menang dengan margin enam pukulan yang tak terbantahkan.
Bagi Jon Rahm, ini bukan sekadar kemenangan. Ini adalah respons. Setelah finis di posisi ke-38 pada Masters Tournament 2026, Rahm datang ke Mexico City dengan banyak tanda tanya. Ia pulang dengan jawaban yang meyakinkan.
“Kalau Anda bilang pekan lalu saya akan menang enam pukulan, saya tidak akan percaya,” ujar Rahm. “Saya bermain sangat buruk saat itu. Ini usaha yang luar biasa.”
Rahm langsung mengirim sinyal sejak awal ronde final. Birdie di hole kedua membuka jalan, sebelum eagle spektakuler di hole berikutnya mengukuhkan momentumnya. Sejak itu, permainan Rahm seperti mesin—presisi, stabil, dan tanpa kesalahan.
Tak ada bogey. Tak ada celah.
Sementara itu, drama justru terjadi di luar performa Rahm. Bryson DeChambeau, yang sempat memburu sejarah tiga kemenangan beruntun, memilih mundur dari putaran final karena cedera pergelangan tangan. Saat itu, ia sudah tertinggal 16 pukulan dari Rahm—jarak yang mencerminkan dominasi sang juara.
“Saya merasakan ketidaknyamanan dan memilih mundur untuk mencegah cedera lebih lanjut,” tulis DeChambeau.
Pekan ini memang jauh dari kata biasa. Mulai dari isu finansial yang sempat membayangi LIV Golf, hingga gangguan teknis berupa terhentinya siaran streaming selama dua jam di ronde pembuka. Pemadaman listrik di awal pekan juga menambah lapisan ketidakpastian.
Namun di tengah semua itu, Rahm tetap fokus pada satu hal: bermain golf sebaik mungkin.
Konsistensinya juga berdampak pada sektor tim. Ia membawa Legion XIII meraih kemenangan perdana musim ini—menegaskan perannya bukan hanya sebagai individu, tetapi juga motor utama tim.
Di belakangnya, David Puig tampil impresif untuk finis kedua setelah mencatatkan 66 pada ronde final. Hasil ini membuka peluang besar bagi Puig untuk tampil di PGA Championship 2026, bahkan mendekatkan langkahnya menuju U.S. Open 2026 jika mampu menjaga performa di turnamen berikutnya.
Pada akhirnya, Mexico City bukan hanya tentang siapa yang bertahan dari kekacauan—tetapi tentang siapa yang mampu menguasainya. Dan pekan ini, Jon Rahm melakukannya dengan nyaris sempurna.









Users Today : 665
This Month : 22480
This Year : 78053
Total Users : 359052
Total views : 1033161
0 Comments