13/03/2026
by rudy iskandar

Tujuh Cara Sederhana Menambah Jarak Drive, Solusi Pegolf Handicap Tinggi

Jarak pukulan dari tee masih menjadi salah satu pembeda utama antara pegolf dengan handicap tinggi dan mereka yang memiliki skor lebih kompetitif. Data terbaru Shot Scope bahkan menunjukkan adanya korelasi…...
"

Start reading

Jarak pukulan dari tee masih menjadi salah satu pembeda utama antara pegolf dengan handicap tinggi dan mereka yang memiliki skor lebih kompetitif.

Data terbaru Shot Scope bahkan menunjukkan adanya korelasi kuat antara peningkatan jarak drive dengan penurunan handicap index, sesuatu yang membuat aspek ini menjadi fokus penting bagi pegolf amatir.

Rata-rata pegolf dengan handicap 20 misalnya, hanya memiliki jarak drive sekitar 222 yard. Untuk bisa turun ke handicap 15, jarak tersebut idealnya meningkat hingga kisaran 234 yard atau lebih.

PGA Professional sekaligus pelatih top Ged Walters menyebut peningkatan jarak tidak selalu harus dimulai dari perubahan besar. Justru, menurutnya, banyak pegolf amatir bisa mendapatkan tambahan yard hanya dengan memperbaiki detail teknik dasar yang sering diabaikan.

Berikut tujuh langkah penting yang bisa membantu pegolf, khususnya handicap tinggi, untuk mendapatkan jarak drive yang lebih maksimal.

1. Kontak bola harus tepat di tengah clubface

Faktor paling mendasar dalam menghasilkan jarak adalah kualitas kontak. Pukulan yang mengenai bagian tengah clubface akan menghasilkan ball speed optimal, yang menjadi kunci utama jarak pukulan.

Sebaliknya, pukulan yang mengenai bagian heel atau toe sering memicu gear effect yang membuat bola berbelok sekaligus kehilangan jarak.

Salah satu cara sederhana untuk mengecek titik kontak adalah dengan menyemprotkan foot spray atau dry shampoo pada permukaan driver. Bekas pukulan pada permukaan clubface akan menunjukkan konsistensi kontak yang sebenarnya.

2. Grip yang benar membantu pelepasan tenaga

Grip sering dianggap sepele, padahal tangan adalah bagian yang melepaskan energi dalam swing. Pegolf bisa saja memiliki backswing yang bagus, tetapi tanpa grip yang benar, energi tidak akan tersalurkan maksimal saat impact.

Pegolf dengan grip terlalu kuat misalnya, sering menghasilkan pukulan hook rendah karena clubface terlalu cepat tertutup.

Grip ideal biasanya mengikuti posisi alami tangan. Saat lengan dibiarkan menggantung rileks, posisi tangan sedikit menghadap ke dalam — posisi natural ini yang sebaiknya direplikasi saat memegang grip.

3. Tingkatkan clubhead speed

Semakin tinggi clubhead speed, semakin besar potensi ball speed yang dihasilkan. Namun peningkatan kecepatan ini juga harus diimbangi dengan launch angle yang sesuai.

Pegolf dengan swing speed lebih rendah justru sering dianjurkan menggunakan driver dengan loft lebih besar agar bola bisa terbang lebih lama di udara.

Seiring peningkatan kecepatan swing, loft bisa disesuaikan kembali.

4. Perhatikan set-up sebelum swing

Set-up yang benar bisa langsung membantu menghasilkan pukulan lebih jauh. Tiga hal penting yang perlu diperhatikan adalah:

  • Spine tilt (kemiringan tubuh)
  • Hip tilt (posisi pinggul)
  • Posisi bola

Posisi bola ideal biasanya sedikit di dalam tumit kaki depan. Sementara itu, sedikit kemiringan bahu dan pinggul membantu menciptakan posisi atletis yang mendukung pukulan lebih kuat.

5. Kontrol spin bola

Spin yang terlalu tinggi membuat bola naik terlalu cepat dan kehilangan momentum ke depan. Namun spin yang terlalu rendah juga tidak ideal karena bola akan cepat jatuh sebelum mencapai puncak lintasan.

Prinsip sederhananya:

  • Swing speed rendah membutuhkan spin lebih banyak
  • Swing speed tinggi membutuhkan spin lebih rendah

Kontak yang solid dengan clubface square menjadi kunci mendapatkan spin ideal.

6. Latihan overspeed untuk menambah tenaga

Metode overspeed training kini semakin populer untuk meningkatkan kecepatan swing. Latihan ini biasanya menggunakan stik latihan dengan bobot berbeda — lebih ringan dan lebih berat dari driver normal.

Latihan dilakukan dengan ayunan secepat mungkin secara bertahap, dari stik ringan ke berat, sebelum kembali menggunakan driver biasa.

Metode ini membantu tubuh beradaptasi dengan kecepatan baru, meski pada awalnya akurasi pukulan mungkin sedikit menurun.

7. Sudut pergelangan tangan menentukan pelepasan tenaga

Sudut pergelangan tangan (wrist angle) yang baik membantu menciptakan “lag” yang penting dalam menghasilkan kecepatan clubhead.

Jika energi dilepaskan terlalu cepat dalam downswing, potensi jarak akan berkurang. Sebaliknya, mempertahankan sudut hingga mendekati impact akan membantu menghasilkan pukulan lebih eksplosif.

Fokus realistis untuk pegolf amatir

Bagi pegolf amatir, peningkatan jarak tidak harus langsung puluhan yard. Tambahan 10–15 yard saja sudah bisa mengubah strategi bermain, termasuk penggunaan club yang lebih pendek untuk approach shot.

Dengan kombinasi teknik yang lebih efisien, latihan terarah, dan pemahaman dasar swing, peningkatan performa bukan hal mustahil, bahkan bagi pegolf dengan handicap tinggi sekalipun.

Pada akhirnya, jarak memang bukan segalanya dalam golf, tetapi memiliki drive yang lebih panjang jelas membuka peluang skor yang lebih baik.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pick your next post

Contact Us

Address : Jl. Media No.88 - Jakarta Barat - 18789 - INDONESIA
______________________________
Email : halo@golftimes.id
Office : 0812-3456-7890
Advertising Info : 0811-1967-688

Information

  • Redaksi
  • Karir
  • Media Partner
  • Info Iklan

Categories

News
Profile
Junior & Amatir
Video
Tips & Tricks

328343
Users Today : 538
This Month : 13615
This Year : 47344
Total Users : 328343
Total views : 963334