Augusta selalu punya cerita dengan Tiger Woods. Dan April mendatang, kisah itu berpotensi berlanjut.
Legenda dengan 15 gelar major tersebut belum menutup kemungkinan untuk kembali tampil di Masters Tournament 2026. Sinyal itu ia sampaikan saat menghadiri konferensi pers di sela-sela Genesis Invitational, turnamen yang ia host.
Di usia 50 tahun, Woods sadar setiap langkahnya kini bukan lagi soal teknik semata, melainkan pertarungan dengan tubuhnya sendiri.
Perjalanan Panjang Menuju April
Penampilan resmi terakhir Woods terjadi pada 2024 di The Open Championship di Royal Troon. Setelah itu, serangkaian persoalan fisik kembali menghampiri.
Ia mengalami robek tendon Achilles kiri pada Maret 2024, lalu menjalani operasi penggantian cakram tulang belakang (lumbar disc replacement) pada Oktober tahun yang sama. Bagi pemain dengan riwayat cedera panjang seperti Woods, itu bukan sekadar prosedur medis—melainkan ujian karier.
“Itu sangat menantang. Tubuh saya sudah melalui banyak hal,” ujarnya jujur.
Kabar baiknya, tendon Achilles kirinya tak lagi menjadi kendala. Woods mengaku sudah bisa melakukan pukulan penuh. Namun, pemulihan pascaoperasi tulang belakang masih menjadi pekerjaan rumah terbesar.
Ia bahkan menyinggung pengalaman Will Zalatoris yang menjalani prosedur serupa dan membutuhkan waktu cukup lama untuk kembali kompetitif.
“Saya sedikit lebih tua darinya, jadi mungkin butuh waktu lebih lama,” kata Woods, setengah bercanda namun realistis.
Augusta: Cinta Lama yang Selalu Memanggil
Jika benar kembali di Masters, Augusta National bukan sekadar tempat bertanding bagi Woods. Di sanalah ia meraih lima jaket hijau dan menciptakan salah satu comeback terbesar dalam sejarah olahraga pada 2019.
Namun dalam beberapa musim terakhir, masalah fisik—terutama pada punggung—membuatnya kesulitan menyelesaikan 72 hole penuh. Konsistensi selama empat hari menjadi tantangan yang jauh lebih berat dibanding sekadar satu atau dua ronde gemilang.
Woods juga tetap pada pendiriannya menolak penggunaan mobil golf (cart) dalam kompetisi reguler. Meski begitu, ia membuka kemungkinan mempertimbangkannya jika tampil di PGA Tour Champions, tur senior yang kini memenuhi syarat untuk ia ikuti setelah genap berusia 50 tahun.
Lebih dari Sekadar Pemain
Menariknya, potensi comeback Woods tak hanya dipengaruhi kondisi fisik. Ia kini juga memegang peran penting di balik layar.
Sebagai anggota dewan kebijakan dan wakil ketua PGA Tour Enterprises, Woods terlibat dalam pembahasan format serta penjadwalan baru tur yang ditargetkan mulai diterapkan musim depan. Perannya semakin strategis dalam membentuk masa depan golf profesional.
Kesibukan itu pula yang membuatnya belum memutuskan apakah akan menerima tawaran menjadi kapten Tim Amerika Serikat pada Ryder Cup 2027 di Adare Manor.
Bagi Woods, setiap keputusan kini harus dihitung matang—baik sebagai pemain maupun sebagai figur sentral di dunia golf.
Akankah Augusta Menyambutnya Lagi?
Belum ada jadwal pasti kapan ia kembali bertanding. Namun satu hal jelas: Masters 2026 menjadi target yang realistis dan emosional.
Jika Tiger Woods kembali berjalan menyusuri fairway Augusta pada April nanti, itu bukan sekadar comeback. Itu adalah bab berikutnya dari kisah panjang seorang legenda yang tak pernah benar-benar selesai dengan permainan ini.
Dan seperti biasa, dunia golf akan menahan napas menantikannya.









Users Today : 256
This Month : 7777
This Year : 28977
Total Users : 309976
Total views : 908365
0 Comments