Momen tak biasa terjadi di tengah angin pesisir California. Bukan karena eagle spektakuler atau putt jarak jauh yang dramatis, melainkan karena sebuah driver yang retak.
Pegolf muda Swedia, Ludvig Åberg, mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai pemain pertama yang memanfaatkan pembaruan regulasi 2026 terkait penggantian stik rusak langsung di lapangan. Insiden itu terjadi pada putaran ketiga turnamen di Pebble Beach Golf Links.
Retakan di Hole 18, Sejarah Tercipta
Di tee hole ke-18 par-5—hole kesembilannya hari itu—Åberg melepaskan drive yang melenceng keluar batas di sisi kanan fairway. Namun persoalan tak berhenti di situ. Ia merasakan ada yang tidak beres pada stiknya.
Setelah diperiksa, terlihat retakan pada permukaan (face) driver. Bersama caddie berpengalaman, Joe Skovron, Åberg memanggil ofisial untuk memastikan kondisi tersebut. Hasilnya jelas: driver dinyatakan rusak secara resmi.
Yang membuat momen ini istimewa, Skovron tak perlu berlari ke clubhouse atau menunggu beberapa hole. Ia langsung memasang kepala driver cadangan yang sudah dibawa di dalam tas.
Aturan baru langsung diuji. Dan Åberg menjadi orang pertama yang memanfaatkannya di level tertinggi.
Dari Kasus Fitzpatrick ke Regulasi Baru
Perubahan ini merupakan pembaruan Model Local Rule G-9. Tahun lalu, kasus serupa sempat dialami Matt Fitzpatrick saat berlaga di BMW Championship di Castle Pines. Ketika itu, meski terdapat retakan pada face, ia tidak diizinkan mengganti driver karena stik cadangan tidak boleh dibawa ke lapangan dan harus disimpan di loker.
Aturan lama dianggap kurang praktis. Pemain harus menunggu hingga kembali ke clubhouse atau meminta seseorang mengambilkan stik pengganti. Proses yang jelas mengganggu ritme permainan.
Mulai musim ini, atas permintaan PGA Tour, pemain diperbolehkan membawa kepala driver cadangan di dalam tas. Jika ofisial menyatakan stik rusak, penggantian dapat dilakukan saat itu juga.
Ofisial aturan PGA Tour, Steve Rintoul, menyebut insiden Åberg sebagai “contoh sempurna” mengapa perubahan ini diperlukan. Dalam era driver berteknologi tinggi dengan face yang semakin tipis dan kecepatan ayunan pemain yang makin ekstrem, risiko kerusakan bukan lagi hal langka.
Hampir Selamatkan Par
Meski kehilangan bola akibat out of bounds, Åberg tetap menunjukkan mental kompetitor. Ia mampu mencapai green dalam dua pukulan berikutnya dan hanya gagal memasukkan putt sekitar 18 kaki untuk menyelamatkan par.
Namun yang paling dikenang bukan skor di kartu hari itu, melainkan momen transisi regulasi yang kini memasuki babak baru.
Efisiensi dan Keadilan di Era Modern
Perubahan ini dinilai membawa dua hal penting: efisiensi dan keadilan. Pemain tidak lagi dirugikan oleh prosedur teknis yang memperlambat permainan, sekaligus menjaga integritas kompetisi.
Di tengah perkembangan teknologi peralatan golf yang semakin agresif, aturan pun harus adaptif. Dan di Pebble Beach, sejarah kecil itu lahir—bukan dari pukulan sempurna, tetapi dari retakan tipis di permukaan driver.
Golf modern terus bergerak maju. Dan Ludvig Åberg, secara tak terduga, menjadi simbol awal dari perubahan tersebut.








Users Today : 235
This Month : 7756
This Year : 28956
Total Users : 309955
Total views : 908306
0 Comments