Di bawah rintik gerimis yang turun perlahan, Lapangan Golf Royal Maligai, Balikpapan, berubah menjadi ruang temu yang hangat. Bukan tentang siapa yang mencatat skor terendah, melainkan tentang cerita, tawa, dan silaturahmi para pegolf dari berbagai daerah yang berkumpul dalam satu semangat: menikmati golf dan kebersamaan.
Turnamen yang digelar Kamis (29/1/2026) itu diikuti ratusan pegolf lintas daerah. Dari tee box hingga green, suasana terasa cair. Obrolan ringan mengalir di sela-sela ayunan stik, jarak geografis dan latar belakang seolah melebur di tengah lapangan.
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menegaskan, golf memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar kompetisi.
“Golf ini olahraga yang unik. Tidak ada wasit yang mengawasi setiap pukulan. Karena itu, sportivitas, kejujuran, dan integritas pribadi menjadi fondasi utama,” ujar Rudy saat membuka turnamen.
Menurutnya, tujuan utama turnamen bukan semata-mata mencari pemenang, melainkan menjaga silaturahmi, menyehatkan tubuh, dan menghadirkan kebahagiaan bersama.
“Menang atau kalah itu urusan kedua. Yang terpenting, kita bersilaturahmi, berolahraga, dan pulang dengan perasaan bahagia,” kata Rudy.
Pesan itu terasa hidup di lapangan. Meski sebagian peserta harus menempuh perjalanan panjang demi ambil bagian, kelelahan terbayar oleh suasana akrab yang tercipta. Gerimis yang turun justru menambah kesejukan—dan menghadirkan momen kebersamaan yang tak bisa diukur angka di papan skor.
Bagi banyak peserta, pengalaman seperti inilah yang membuat turnamen golf selalu dirindukan. Bukan trofi yang dibawa pulang, melainkan relasi, cerita, dan jaringan persahabatan yang terus bertumbuh.
Royal Maligai Menuju Panggung Lebih Besar
Dalam kesempatan tersebut, Rudy Mas’ud juga mengapresiasi perkembangan Lapangan Golf Royal Maligai yang kini telah memiliki sembilan hole. Ia berharap pembangunan sembilan hole tambahan dapat segera diselesaikan agar lapangan ini siap menggelar turnamen berskala nasional hingga internasional.
Harapan itu sejalan dengan agenda besar Kalimantan Timur yang dijadwalkan menjadi tuan rumah Borneo Games 2027, ajang olahraga lintas negara dan wilayah di Pulau Borneo, melibatkan Malaysia, Brunei Darussalam, Sabah, dan Sarawak.
Meski hujan sempat menyapa, antusiasme peserta tak surut. Rudy bahkan menyebut gerimis sebagai berkah yang memperkuat suasana kebersamaan.
“Gerimis hari ini tidak menyurutkan semangat kita. Semoga udara yang sejuk ini membawa kesejukan di hati dan mempererat rasa persaudaraan di antara kita semua,” ucapnya.
Dari Royal Maligai, turnamen ini meninggalkan pesan sederhana namun bermakna: dalam golf, kemenangan sejati tidak selalu tercermin dari skor. Ia hadir dalam senyum, cerita, dan hubungan yang terjalin—jauh lebih abadi daripada angka di leaderboard.









Users Today : 197
This Month : 20922
This Year : 20922
Total Users : 301921
Total views : 878619
0 Comments